1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Tingkatkan kapasitas produksi anakan berkualitas tinggi di KPH Kapuas Hulu Timur, Kalimantan Barat

2019 12 10 Nursery Workshop.2 small

Salah satu tugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) adalah mendukung pengembangan penghidupan yang lebih baik bagi petani lokal dengan melibatkan mereka dalam pengelolaan hutan Lestari. Karena wanatani (agroforestry) merupakan pendekatan yang menjanjikan maka penyediaan bibit yang baik atau bahkan mengenalkan komoditi baru terkadang diperlukan. Untuk itu hal terpenting adalah membangun dan mengelola kebun benih berkualitas tinggi. Untuk meningkatkan kapasitas dalam memproduksi benih, KPH Kapuas Hulu Timur, didukung FORCLIME, mengadakan pelatihan mengenai pembuatan dan pengelolaan kebun benih pohon. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 10-11 Desember 2019 di lokasi dimana kebun benih akan dibangun. Selain personel KPH Kapuas Hulu Timur, beberapa petani setempat juga mengikuti pelatihan tersebut.

Setelah pembukaan, terjadi diskusi yang menarik dengan petani yang diundang mengenai kebutuhan dan potensi yang ada di desa mereka. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi mengenai pertimbangan dan persyaratan dalam membanguna kebuh benih. Pada hari kedua, peserta belajar mengenai pengelolaan kebun benih, yang dilanjutkan dengan prkatik menyiapkan media tanam, membangun struktur atap dan saluran air bagi benih yang baru ditanam.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Petrus Derani, Advisor teknis bidang Hasil Hutan Bukan Kayu dan Perhutanan Sosial
Reinhard Hilliger, Advisor bidang KPH

Dibuat: Sabtu, 28 Desember 2019

Pelibatan pemuda dalam perhutanan sosial

2019 11 28 Pesona 2019

Usia rata-rata petani Indonesia saat ini adalah 56 tahun. Dengan skema perhutanan sosial yang berlangsung selama 35 tahun, ada kebutuhan untuk menyerahkan tongkat kendali perhutanan sosial kepada generasi muda. “Di sinilah pemuda menjadi penting. Keterlibatan pemuda adalah inti dari keberhasilan perhutanan sosial”, Bambang Supriyanto, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan di depan mahasiswa dari 14 universitas di Indonesia dalam Crash Course of Social Forestry for Youth di Manggala Wanabakti, 28 November 2019.

Delapan puluh siswa yang berpartisipasi dalam Crash Course tersebut terlibat tidak hanya dalam ceramah, tetapi juga sesi speed dating dengan perwakilan hutan desa dari tiga kabupaten di Kalimantan: Kapuas Hulu, Malinau, dan Berau untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kehutanan sosial.

Crass course adalah proses pembelajaran yang efektif karena para peserta didorong untuk tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berkomunikasi dengan para pelaku nyata Perhutanan Sosial,” kata Ahmad Arsyad (21) dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. “Dengan jumlahnya yang besar, saya pikir pemuda harus terlibat dalam membantu dan mendidik masyarakat setempat untuk mengunggulkan perhutanan sosial,” tambahnya.

Selain mengajarkan pemuda tentang kehutanan sosial, dalam forum ini juga diadakan diskusi kelompok terfokus untuk mengakomodasi aspirasi kaum muda tentang bagaimana mereka ingin terlibat dalam perhutanan sosial.

Setelah acara tersebut, sebuah laporan akan disiapkan dan diserahkan kepada Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan yang dapat digunakan sebagai bahan diskusi lebih lanjut untuk mengembangkan skema pelibatan pemuda dalam perhutanan sosial.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Sekar A. Yunita, Advisor muda untuk kebijakan kehutanan
Ratu Wina Widyawati, Pengelolaan informasi dan pengetahuan

Dibuat: Jumat, 13 Desember 2019

Konsultasi publik: rencana pengelolaan KHDTK Rumpin 2020-2024

2019 12 04 KP KHDTK Rumpin 1 small

Dalam rangka menyempurnakan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Diklat Rumpin periode 2020-2024, Badan Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DB LHK) Bogor menyelenggarakan konsultasi publik pada tanggal 4 Desember 2019 di Bogor, Jawa Barat. Peserta, 40 orang, mewakili tokoh masyarakat, TNI, polisi, LSM/pegiat lingkungan hidup, akademisi dan BD LHK Rumpin. Masukan dari para pemangku kepentingan diperlukan agar pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Rumpin di masa depan dilakukan guna menunjang program Diklat dan juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama BD LHK Bogor dan FORCLIME.

Untuk informasi yang lebih lanjut, silakan hubungi:
Wira Nastainul Hakim, Advisor muda bidang pengembangan SDM
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, pengembangan SDM

Dibuat: Jumat, 06 Desember 2019

in cooperation with ministry of forestry and environmentCooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of GermanyImplemented-by-giz