1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Pelibatan pemuda dalam perhutanan sosial

2019 11 28 Pesona 2019

Usia rata-rata petani Indonesia saat ini adalah 56 tahun. Dengan skema perhutanan sosial yang berlangsung selama 35 tahun, ada kebutuhan untuk menyerahkan tongkat kendali perhutanan sosial kepada generasi muda. “Di sinilah pemuda menjadi penting. Keterlibatan pemuda adalah inti dari keberhasilan perhutanan sosial”, Bambang Supriyanto, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan di depan mahasiswa dari 14 universitas di Indonesia dalam Crash Course of Social Forestry for Youth di Manggala Wanabakti, 28 November 2019.

Delapan puluh siswa yang berpartisipasi dalam Crash Course tersebut terlibat tidak hanya dalam ceramah, tetapi juga sesi speed dating dengan perwakilan hutan desa dari tiga kabupaten di Kalimantan: Kapuas Hulu, Malinau, dan Berau untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kehutanan sosial.

Crass course adalah proses pembelajaran yang efektif karena para peserta didorong untuk tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berkomunikasi dengan para pelaku nyata Perhutanan Sosial,” kata Ahmad Arsyad (21) dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. “Dengan jumlahnya yang besar, saya pikir pemuda harus terlibat dalam membantu dan mendidik masyarakat setempat untuk mengunggulkan perhutanan sosial,” tambahnya.

Selain mengajarkan pemuda tentang kehutanan sosial, dalam forum ini juga diadakan diskusi kelompok terfokus untuk mengakomodasi aspirasi kaum muda tentang bagaimana mereka ingin terlibat dalam perhutanan sosial.

Setelah acara tersebut, sebuah laporan akan disiapkan dan diserahkan kepada Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan yang dapat digunakan sebagai bahan diskusi lebih lanjut untuk mengembangkan skema pelibatan pemuda dalam perhutanan sosial.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Sekar A. Yunita, Advisor muda untuk kebijakan kehutanan
Ratu Wina Widyawati, Pengelolaan informasi dan pengetahuan

Dibuat: Jumat, 13 Desember 2019

Konsultasi publik: rencana pengelolaan KHDTK Rumpin 2020-2024

2019 12 04 KP KHDTK Rumpin 1 small

Dalam rangka menyempurnakan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Diklat Rumpin periode 2020-2024, Badan Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DB LHK) Bogor menyelenggarakan konsultasi publik pada tanggal 4 Desember 2019 di Bogor, Jawa Barat. Peserta, 40 orang, mewakili tokoh masyarakat, TNI, polisi, LSM/pegiat lingkungan hidup, akademisi dan BD LHK Rumpin. Masukan dari para pemangku kepentingan diperlukan agar pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Rumpin di masa depan dilakukan guna menunjang program Diklat dan juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama BD LHK Bogor dan FORCLIME.

Untuk informasi yang lebih lanjut, silakan hubungi:
Wira Nastainul Hakim, Advisor muda bidang pengembangan SDM
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, pengembangan SDM

Dibuat: Jumat, 06 Desember 2019

Pemkab Kubu Raya dan para pihak tandatangani kesepakatan bersama program pencegahan Karhutla

2019 11 26 signed MoU Karhutla

Pada tanggal 26 November 2019 Bupati Kubu Raya dan pemegang izin usaha perkebunan dan kehutanan di wilayah Kabupaten Kubu Raya menandatangani kesepakatan bersama (memorandum of understanding-MoU) mengenai program pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di dalam MoU dijelaskan bahwa para pemegang izin usaha perkebunan dan kehutanan, terkait dengan pencegahan dan penanggulangan Karhutla, akan melengkapi sarana dan prasarana, membentuk Satgas dan pembinaan kelembagaan secara berkala, menganggarkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (corporate social responsibility-CSR). Penandatangan MoU tersebut dilakukan di Pontianak, Kalimantan Barat, saat pertemuan para pihak dalam rangka evaluasi pelaksanaan pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2019 dan mengnyinergikan perencanaan program pencegahan Karhutla tahun 2020 di Kabupaten Kubu Raya.

Pada akhir pertemuan, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kubu Raya, Amung Hidayat, menyerahkan Peta Indikatif Sumur Bor di Wilayah KPH Kubu Raya kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Peta tersebut merupakan hasil analisis dari lokasi yang sering terjadi kebakaran, sebaran hotspot, serta kedalaman gambut. Penyusunan peta tersebut didukung oleh FORCLIME, program kerja sama bilateral pemerintah Indonesia dan pemerintah Jerman dalam bidang hutan dan perubahan iklim.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Amung Hidayat, SP, MM, Kepala KPH Kubu Raya
Jumtani Syolihin, FORCLIME, Koordinator Provinsi Kalimantan Barat
Ronny Christianto, Tenaga Ahli, Pengelolaan pencegahan Karhutla Provinsi Kalimantan Barat

Dibuat: Kamis, 05 Desember 2019

in cooperation with ministry of forestry and environmentCooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of GermanyImplemented-by-giz