1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Kunjungan ke ekowisata tandai berakhirnya program magang Universitas Papua di FORCLIME

2019 10 31 internship evaluation workshop small

Setelah empat setengah bulan melakukan magang di FORCLIME, tujuh lulusan Universitas Papua berbagi pengalaman dalam lokakarya Evaluasi Magang tanggal 28-31 Oktober 2019 di Yogyakarta. Sebagai bagian dari lokakarya, peserta magang belajar tentang pengelolaan hutan di Yogyakarta dengan mengunjungi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Yogyakarta (pabrik minyak kayu putih, hutan tanaman jati), lokasi ekowisata yang terkenal (Mangunan, Kalibiru) dan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada.

Dalam lokakarya ini peserta magang menjelaskan bahwa mereka memperoleh banyak pengetahuan selama magang. "Saya belajar banyak selama magang, terutama, karena magang saya lebih percaya diri berbicara di depan banyak orang," kata salah seorang peserta magang, Frids N. Ronsumbre. Selain itu, dalam lokakarya ini, setiap peserta magang juga mempresentasikan proposal penelitian yang akan dilaksanakan di Papua Barat. Penelitian yang diusulkan tersebut akan didanai oleh FORCLIME.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, pengembangan SDM
Sekar Yunita, Advisor junior bidang pengelolaan hutan lestari

Dibuat: Kamis, 31 Oktober 2019

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat identifikasi kebutuhan Diklat bagi KPH

2019 10 19 TNA identifikasi kebutuhan diklat

Dalam rangka mendukung pengembangan sumber daya manusia di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan FORCLIME mengidentifikasi kebutuhan Diklat di Pontianak dan Putussibau pada tanggal 7-18 Oktober 2019. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk wawancara dan Focus Group Discussion (FGD). Proses identifikasi kebutuhan Diklat ini melibatkan 39 orang yang mewakili Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, KPH Kapuas Hulu Selatan, KPH Kapuas Hulu Utara, KPH Kapuas Hulu Timur dan kelompok tani hutan dampingan KPH Kapuas Hulu.

Hasil wawancara dan FGD, akan dianalisis oleh Tim FORCLIME dan akan dipresentasikan dalam lokakarya yang akan diselenggarakan bulan November 2019.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Jumtani, Koordinator Provinsi Kalimantan Barat
Wira Nastainul Hakim, Advisor Junior, Pengembangan SDM
Chichy A. Waita, siswa magang dari Universitas Papua
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, Pengembangan SDM

Dibuat: Rabu, 30 Oktober 2019

KLHK siapkan pedoman baru untuk dukung pengembangan hasil hutan bukan kayu

 

Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumberdaya Hutan (IPSDH), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan FORCLIME menyelenggarakan Focus Group Discussion membahas Petunjuk Teknis Metode Inventarisasi Bambu dan Rotan pada tanggal 17 dan 21 Oktober 2019 di Bogor, Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk menggali masukan-masukan untuk memperbaharui Pedoman Inventarisasi Bambu dan Rotan yang selama ini berlaku. Adanya dinamika kebijakan, dinamika sosial di lapangan dan dinamika teknologi menuntut pedoman yang ada perlu diperbaharui agar lebih efektif dan efisien.

Diskusi ini diikuti oleh 60 peserta yang mewakili KLHK, peneliti, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), universitas dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Dari diskusi ini diperoleh kesimpulan: (1) Indonesia mempunyai potensi bambu dan rotan yang bernilai tinggi, namun lemah dalam pengelolaan data potensi, data produksi dan data sebaran; (2) Dinamika sosial di lapangan sangat tinggi namun data rotan dan data bambu tidak diperbaharui sehingga validitasnya sering diragukan; (3) Lemahnya data mengakibatkan pemerintah kesulitan mengembangkan kebijakan yang mendukung; (4) Di tingkat lapangan, lemahnya data potensi mengakibatkan KPH dan pelaku usaha kesulitan mengembangkan bisnis rotan dan bambu secara berkelanjutan; (5) Dinamika teknologi citra membuka peluang dikembangkannya metode inventarisasi rotan dan bambu skala luas dengan biaya yang lebih efisien; (6) Terdapat beberapa inisiatif pengembangan metodologi inventarisasi bambu dan rotan.

Sebagai tindak lanjut, Direktorat IPSDH akan mengadakan seri pertemuan, konsultasi publik dan uji coba hingga tersusun Petunjuk Teknis Inventarisasi Bambu dan Rotan. Petunjuk teknis ini diharapkan akan diberlakukan pada tahun 2020.

Untuk informasi lebih lanjut, silaka hubungi:
Wandojo Siswanto, Manajer bidang strategis, kebijakan kehutanan
M. Rayan, Advisor lintas bidang strategis
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, pengembangan SDM

Dibuat: Selasa, 22 Oktober 2019