1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Hutan Desa Menua Sadap siap kembangkan ekowisata

Hutan desa Menua Sadap ekowisata

Dalam rangka mengelola potensi hutan desa sebagai destinasi wisata, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Menua Sadap di Kalimantan Barat mengembangkan ekowisata. Keinginan LPHD memajukan kegiatan ekowisata tersebut ditunjukkan dengan pengajuan proposal bantuan sarana dan prasarana kepada Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Proposal tersebut kemudian diverifikasi oleh BPSKL pada bulan Maret 2019 untuk memastikan usulan LPHD adalah kebutuhan. Pada awal bulan Juni 2019, usaha LPHD mencari dukungan dana membuahkan hasil dengan adanya realisasi dana sebesar Rp45.500.000 untuk membeli peralatan, seperti: motor perahu, perahu, tangki air, baju pelampung, spring bed dan tenda. Dengan adanya bantuan tersebut, LPHD dan masyarakat merasa senang dan termotivasi mengembangkan ekowisata di hutan desa.

FORCLIME memfasilitasi penyusunan proposal tersebut, dengan tujuan untuk melatih kemandirian LPHD dan sebagai bagian dari exit strategy FORCLIME agar mereka mengetahui sumber-sumber pendanaan yang dapat membantu pengelolaan hutan desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Petrus Derani, Advisor Teknis, Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat, Kapuas Hulu
Lutz Hofheinz, Manajer bidang strategis, pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan

Dibuat: Selasa, 20 Agustus 2019

Calon mentor resolusi konflik belajar susun draf kesepakatan atasi konflik sumber daya alam

IMG 20190819 WA0003

GIZ bekerja sama dengan LSM Working Group Tenure (WG-T) mengadakan lokakarya tentang "Penyusunan Kesepakatan atasi Konflik Multi-Pihak dalam Sektor Sumber Daya Alam" pada 13-15 Agustus di Bogor. Pesertanya adalah tiga perwakilan pemerintah dan dua LSM dari Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), sembilan peserta dari Berau (Kalimantan Timur) dan tiga perwakilan CRU-IBCSD (Unit Resolusi Konflik Dewan Bisnis Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan). Lokakarya ini bertujuan untuk mengajarkan para calon mentor bagaimana menyusun sebuah kesepakatan setelah mediasi konflik multi-pihak berhasil dilakukan.

Para peserta belajar tentang berbagai langkah yang perlu diambil untuk menulis perjanjian resmi, latar belakang hukum dan latar belakang formal perjanjian di sektor sumber daya alam, berbagai teknik untuk mencapai konsensus antara para pihak yang terlibat dalam konflik tersebut dan mengubah perjanjian lisan menjadi sebuah dokumen tertulis. Di samping presentasi tematik, para pelatih mengutamakan praktik dan simulasi mediasi konflik untuk meningkatkan keterampilan tentang metode yang diterapkan untuk mencapai kesepakatan konsensus dalam konflik multi-pihak, serta mendokumentasikan hasilnya dengan cara yang tepat.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Johanna Riedmann, Advisor teknis bidang Resolusi Konflik, Monitoring & Evaluasi

Dibuat: Senin, 19 Agustus 2019

Siswa UNIPA dan UNCEN presentasikan pembelajaran selama magang pada rapat koordinasi FORCLIME

2019 08 06 QM Makassar

Modul Kerja Sama Teknis FORCLIME mengadakan pertemuan koordinasi internal kedua pada tanggal 13-15 Agustus di Makassar, Sulawesi Selatan. Tujuan pertemuan ini adalah untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan dan pencapaian pada kuartal atau bulan sebelumnya. Keistimewaan pertemuan triwulanan ini adalah presentasi tentang kemajuan dan pembelajaran dari 15 peserta magang dari Universitas Cenderawasih dan Universitas Papua. Peserta magang menghargai kesempatan berpartisipasi yang diberikan FORCLIME dan berkomitmen untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama magang.

Dalam pertemuan tersebut, FORCLIME Modul Kerja Sama Finansial (FORCLIME FC) menyampaikan tentang kemajuan pelaksanaan kegiatan FORCLIME FC di kabupaten percontohan di Kalimantan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Mohamad Rayan, Advisor for Crosscutting Issue and Conflict Management
Sekar Yunita, Junior Adviser on Sustainable Forest Management

Dibuat: Senin, 12 Agustus 2019