1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

FORCLIME dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua berkoordinasi untuk susun program kerja bersama di desa dampingan

2022 05 23 Coordination with DKLH Papua and sign Risalah diskusi untuk kampung supported tr

Dalam kunjungannya ke Tanah Papua, salah satu agenda Direktur Program FORCLIME adalah menghadiri pertemuan koordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Dinas KLH) Papua. Pertemuan yang dipimpin oleh Kepala Dinas KLH, Jan Jap L. Ormuseray, S.H., M.Si., dilaksanakan pada 23 Mei 2022 di ruang pertemuan Dinas KLH di Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Dalam pertemuan tersebut dibahas program-program strategis yang akan dilaksanakan oleh Dinas KLH dan FORCLIME di desa dampingan yang telah ditetapkan bersama, yaitu: Babrongko.

Program kerja disusun bersama berdasarkan potensi desa yang dikumpulkan selama kunjungan lapangan. Kampung Babrongko memiliki potensi ekowisata dan hasil hutan bukan kayu (HHBK), termasuk Kombow (bahan dasar membuat ukiran, lukisan kulit kayu dan pahatan). Saat ini tersedia pohon Kombow seluas 5 hektare yang siap panen. Pohon ini ditanam lewat program penanaman Dinas KLH. Masyarakat telah memiliki kemampuan untuk membuat handicraft dari pohon tersebut. Hanya saja perlu lebih diperhalus lagi agar mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik dan diminati pasar. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan kapasitas bagi kelompok pengrajin. Kampung Babrongko juga terkenal dengan potensi ikan mujair yang melimpah, selain menjual dalam bentuk ikan segar, perlu diproses menjadi produk lain yang lebih tahan lama seperti membuat abon mujair. Sementara itu, di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit XXIII, terdapat potensi ekowisata untuk wisata minat khusus, yaitu pemacingan dan spot pengamatan penyu laut (lokasi tempat bertelur penyu), sehingga perlu dukungan ahli untuk mendesain ekowisata. Hal-hal seperti ini diharapkan lewat dukungan FORCLIME dapat dilakukan.

Dalam pertemuan koordinasi tersebut FORCLIME mengkonfirmasikan dukungannya, antara lain:

  • Dukungan terhadap KPHP XXIII, selain peningkatan kapasitas dan mendukung kajian biogeofisik untuk penyusunan dokumen rencana pengelolaan hutan (RPHJP), FORCLIME juga akan mendukung penyusunan desain master plan ekowisata dengan menyediakan tenaga ahli yang diperlukan.
  • Dukungan dalam penjualan produk-produk masyarakat lewat Galeri KPH, melalui pelatihan digital marketing dan juga pelatihan kepemimpinan (leadership) untuk tingkat manajer di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Galeri KPH.

Hal-hal lain yang juga dibahas dalam pertemuan tersebut dan perlu dukungan antara lain: Papua akan menjadi tuan Rumah Green Climate Fund Task Force (GCFTF) 2023, penguatan kapasitas Pokja REDD+, pengembangan HHBK terutama terkait dengan sertifikat keamanan pangan, pemanfaatan limbah pengolahan sagu untuk membuat jamur sagu.

Dalam arahannya, Kepala Dinas KLH mengatakan bahwa Program yang paling penting adalah peningkatan kapasitas SDM bagi masyarakat, sehingga potensi yang ada di sekitar mereka bisa dikembangkan.

Dukungan FORCLIME kepada Dinas KLH sangat strategis, karena program-program FORCLIME sejalan dengan program di Dinas KLH dan sejalan juga dengan Visi- Misi Gubernur Papua”, kata bapak Jan Jap L. Ormuseray, S.H, M.Si., Kepala Dinas KLH Provinsi Papua.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga disepakati untuk melaksanakan proses Free, Prior Informed Consent (FPIC) di kampung dampingan dalam waktu dekat.

Untuk informasi yang lebih lanjut, silakan hubungi:
Theodora F. Resubun, Advisor pengelolaan hutan lestari dan Koordinator Provinsi Papua
Mohammad Sidiq, Manajer bidang strategis, Pengelolaan hutan lestari dan Koordinator Provinsi Papua dan Papua Barat

Dibuat: Kamis, 02 Jun 2022

FORCLIME fasilitasi pelatihan pertolongan pertama bagi guru SMK Kehutanan Makassar

2022 05 11 First Aid Makassar 2

Kegiatan lapangan dan pekerjaan kehutanan di daerah pedesaan memiliki risiko tinggi. Jarak yang jauh ke fasilitas kesehatan terdekat membuat pentingnya pengetahuan dasar pertolongan pertama. Guru di SMK kehutanan memiliki tanggung jawab terhadap siswanya, terutama untuk mengantisipasi potensi kecelakaan menjadi fatal.

Untuk menjamin keselamatan para siswa, FORCLIME memfasilitasi pelatihan pertolongan pertama bagi guru-guru SMK Kehutanan Makassar pada tanggal 11-13 Mei 2022 di SMK Kehutanan dan Hutan Pendidikan Tabo-tabo, Makassar. Pelatihan diberikan oleh Palang Merah Indonesia cabang Sulawesi Selatan, dan diikuti oleh 20 orang guru.

Pada hari pertama, para peserta pelatihan berkumpul di aula sekolah dan menerima penjelasan teori pengetahuan dasar dan peraturan tentang pertolongan pertama. Peserta juga melihat peragaan dan video terkait langkah-langkah dan teknik pertolongan pertama.

Pelatihan pada hari kedua diadakan di Hutan Pendidikan Tabo-tabo. Para peserta belajar secara praktik mengenai teknik penyelamatan, penilaian risiko, resusitasi jantung paru, Heimelich Manoeuvre, panggilan darurat, dan keterampilan pertolongan pertama penting lainnya. Di hari terakhir, para peserta mengikuti tes teori dan praktek, dan dinilai oleh tim Palang Merah Indonesia.

Berdasarkan kuesioner kepuasan pelatihan, sebagian besar peserta merasa puas dengan pelatihan tersebut. Mereka menyampaikan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menunjang pekerjaan mereka, terutama untuk menangani siswa yang mengalami kecelakaan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Daniel Maertz, Advisor Bidang Pendidikan dan Pelatihan Orang Dewasa
Edy Marbyanto, Manajer Bidang Strategis, Pengembangan Kapasitas SDM

Dibuat: Rabu, 01 Jun 2022

Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat berkoordinasi dengan FORCLIME untuk laksanakan program bersama

2022 05 19 Koordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat untuk Perkembangan Program ny 1

Untuk menginformasikan perkembangan serta rencana program kedepan, Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat dan FORCLIME mengadakan pertemuan koordinasi pada tanggal 19 Mei 2022 di ruang pertemuan Dinas Kehutanan di Manokwari, Papua Barat. Pertemuan yang dibuka oleh Kepada Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Ir. Runaweri F.H, MM., membahas rencana kerja tahun 2022, termasuk:

  • Coaching clinic penyusunan rencana pengelolaan hutan (RPHJP) bagi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Provinsi Papua Barat. Dukungan FORCLIME akan dilakukan bagi KPH yang ada di wilayah kerja, yaitu KPH Produksi Sorong (KPHP Sorong) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Tambrauw. Sesi tersebut bukan satu kali pertemuan, namun merupakan proses berkelanjutan yakni pendampingan yang mungkin saja dapat dilakukan dalam beberapa lokakarya. Coaching clinic bagi KHP ini akan difasilitasi oleh Fakultas Kehutanan Universitas Papua, dengan pembicara dan mentor KLHK dan Unit Pelaksana Teknis KLHK di tingkat provinsi.
  • Pelatihan GIS atau Sistem Informasi Geospasial (SIG) bagi staf KPH di Provinsi Papua Barat yang akan dilaksanakan bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan, Universitas Papua.
  • Pelaksanaan pendampingan Kelompok Tani Hutan (KTH) oleh tenaga pendamping di kampung dukungan FORCLIME, yaitu: Kampung Haha, Kampung Wendi di KPHP Sorong Selatan, Kampung Emaus dan Kampung Bikar di KPHL Tambrauw, serta inisiatif hutan adat di Papua Barat.
  • Pelatihan Kepemimpinan bagi kepala/manajer KPH di Provinsi Papua Barat.

Pertemuan tersebut juga membahas tentang perlunya dibentuk Forum KPH di Provinsi Papua Barat sebagai wadah komunikasi KPH serta sebagai tempat menyuarakan apa saja yang dibutuhkan setiap KPH dan berbagi pengetahuan. Forum KPH ini dapat dibentuk jika struktur organisasi KPH yang baru sudah terbentuk.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Program FORCLIME, Mr. Georg Buchholz, menyerahkan Surat Pemberitahuan Penetapan Fasilitator Kampung yang akan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di desa dukungan FORCLIME.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Nita Yohana, Advisor bidang pengelolaan hutan lestari dan Koordinator Provinsi Papua Barat
Mohammad Sidiq, Manajer bidang strategis, pengelolaan hutan lestari dan koordinator Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat

Dibuat: Selasa, 31 Mei 2022

in cooperation with ministry of forestry and environmentCooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of GermanyImplemented-by-giz