1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

KPH Berau Barat sosialisasikan kemitraan kehutanan pengelolaan air terjun Tembalang Kampung Tepian Buah, Kalimantan Timur

2019 08 19 sosialisasi kulin air tejun tembalang

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Berau Barat mengadakan sosialisasi kemitraan kehutanan pengelolaan air terjun Tembalang, pasca diterbitkannya Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan, pada tanggal 19 Agustus 2019 di Kampung Tepian Buah, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan pemerintahan Kampung Tepian Buah, pemerintahan Kecamatan Segah, tokoh masyarakat Kampung Tepian Buah, pengurus pengelola ekowisata (Kelompok Sadar Wisata Allo Malau ), PT. Inhutani I Unit Labanan II serta FORCLIME. Dalam kegiatan tersebut KPH Berau Barat menjelaskan isi Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK. 8868/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2018 tentang Pengakuan dan Perlindungan (KULIN) Kemitraan Kehutanan antara Kelompok Sadar Wisata Allo Malau dengan PT. Inhutani I Unit Labanan II. Selain itu, juga disampaikan mengenai rincian kesepakatan yang termuat dalam Naskah Kerja Sama Kemitraan Kehutanan.

Dalam acara tersebut juga dilakukan identifikasi rencana kegiatan terkait dengan pengelolaan Air Terjun Tembalang, antara lain: penandaan batas, inventarisasi potensi di area ekowisata, penyusunan desain tapak, peningkatan kapasitas, pengembangan bisnis.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Suprianto, Advisor Teknis Pengelolaan Hutan Lestari, Koordinator Kabupaten Berau
Lutz Hofheinz, Manager bidang strategis, Pembangunan KPH
Sammaria Karma, siswi magang, Universitas Cendrawasih

Dibuat: Rabu, 21 Agustus 2019

Peningkatan kemandirian KPH dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial melalui pelatihan kewirausahaan

2019 08 09 Training Kewirausahaan Cafe Malabar

Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Utara dan Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Barat bersama dengan FORCLIME menyelenggarakan pelatihan bagi perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara, serta perwakilan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Bogor, Makassar dan Samarinda). Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 5-8 Agustus 2019 di Bogor ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta dalam menginisiasi pengembangan usaha. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan terkait dengan kewirausahaan yang telah dimulai tahun lalu dan awal tahun 2019 (Pelatihan Kewirausahaan Tingkat Dasar dan Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Bisnis). Selama pelatihan, para peserta mempelajari: Teknologi finansial; Organisasi/kelembagaan; Perkembangan produk; Menciptakan pasar; Digital marketing.

Sebagai rangkaian pelatihan, para peserta mengunjungi Café Malabar yang telah mengembangkan kegiatan konservasi hutan dengan menerapkan wanatani (agroforestry) kopi di Pangalengan, Jawa Barat. Selama diskusi, peserta mendapat pembelajaran bagaimana Café Malabar mempertahankan tanaman pokok kehutanan yang ada, dan bahkan melakukan pengayaan tanaman hutan bila diperlukan. Pengetahuan yang didapat dari pelatihan ini sangat berguna karena beberapa peserta sudah merencanakan mengembangkan wanatani kopi di wilayahnya masing-masing.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Mohammad Sidiq, Koordinator Provinsi Kalimantan Utara
Edy Marbyanto, Manajer strategis bidang pengembangan SDM
Chichy Arofah Waita, siswa magang, Universitas Papua

Dibuat: Rabu, 21 Agustus 2019

Hutan Desa Menua Sadap siap kembangkan ekowisata

Hutan desa Menua Sadap ekowisata

Dalam rangka mengelola potensi hutan desa sebagai destinasi wisata, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Menua Sadap di Kalimantan Barat mengembangkan ekowisata. Keinginan LPHD memajukan kegiatan ekowisata tersebut ditunjukkan dengan pengajuan proposal bantuan sarana dan prasarana kepada Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Proposal tersebut kemudian diverifikasi oleh BPSKL pada bulan Maret 2019 untuk memastikan usulan LPHD adalah kebutuhan. Pada awal bulan Juni 2019, usaha LPHD mencari dukungan dana membuahkan hasil dengan adanya realisasi dana sebesar Rp45.500.000 untuk membeli peralatan, seperti: motor perahu, perahu, tangki air, baju pelampung, spring bed dan tenda. Dengan adanya bantuan tersebut, LPHD dan masyarakat merasa senang dan termotivasi mengembangkan ekowisata di hutan desa.

FORCLIME memfasilitasi penyusunan proposal tersebut, dengan tujuan untuk melatih kemandirian LPHD dan sebagai bagian dari exit strategy FORCLIME agar mereka mengetahui sumber-sumber pendanaan yang dapat membantu pengelolaan hutan desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Petrus Derani, Advisor Teknis, Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat, Kapuas Hulu
Lutz Hofheinz, Manajer bidang strategis, pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan

Dibuat: Selasa, 20 Agustus 2019