1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

FORCLIME adakan studi banding untuk tingkatkan bisnis kopi mitra di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara

2019 09 27 study tour to Malabar Coffee

Dalam rangka mendukung pengembangan kewirausahaaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Program Perhutanan Sosial, FORCLIME bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara dan Provinsi Kalimantan Barat melakukan studi banding ke perkebunan kopi Malabar Mountain Coffee di Pangalengan (Jawa Barat) pada tanggal 29 September - 4 Oktober 2019. Tujuan kunjungan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas mitra kerja di kedua provinsi dalam budidaya dan pengembangan bisnis kopi. Sebanyak 30 orang, yang mewakili Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara dan Provinsi Kalimantan Barat (termasuk KPH), Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Samarinda, FORCLIME, dan kelompok tani hutan dari kedua provinsi, mengikuti studi banding ini.

Selama studi banding, peserta mendapat pengetahuan mengenai: Teknik budidaya kopi, Konservasi dan pemanenan berkelanjutan, Pemberdayaan masyarakat dalam budidaya kopi, Pengolahan pascapanen, Pengembangan produk dan pasar.

Kunjungan lapangan ditutup dengan evaluasi dan peserta menyusun rencana tindak lanjut untuk mempraktikan apa yang diperoleh selama studi banding di wilayah kerjanya masing-masing.

Untuk informasi yang lebih lanjut, silakan hubungi:
Mohammad Sidiq, Koordinator Provinsi Kalimantan Utara
Jumtani, Koordinator Provinsi Kalimantan Barat
Chichy Arofah Waita, siswa magang Universitas Papua

Dibuat: Rabu, 09 Oktober 2019

Mendukung KLHK finalkan rencana strategisnya dengan sistem perencanaan daring Bappenas

Pada tanggal 10-11 September 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), didukung FORCLIME, mengadakan pelatihan tentang penggunaan sistem perencanaan daring, yang dikembangkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta. Sistem perencanaan daring, bernama Krisna, adalah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Bappenas bagi semua kementerian dan badan pemerintah untuk menyusun perencanaan lima tahun. 80 peserta yang mewakili bagian perencanaan direktorat jenderal kementerian menghadiri pelatihan. Narasumber pelatihan ini adalah Direktur Sistem dan Prosedur Pendanaan Pembangunan, Bappenas.

Dalam pertemuan tersebut, FORCLIME menyatakan komitmennya untuk mendukung proses penyusunan Rencana strategis (Renstra) KLHK. Selain itu, FORCLIME juga akan mendukung kegiatan sosialisasi Renstra 2020-2024 setelah menjadi keputusan menteri.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Wandojo Siswanto, Manajer bidang strategis, Kebijakan kehutanan
Mohamad Rayan, Advisor, Lintas bidang strategis 

Dibuat: Selasa, 08 Oktober 2019

Talkshow Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa: Pemuda untuk konservasi hutan

2019 9 24 EU Climate diplomacy reduced

Dalam rangka Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa (EU Climate Diplomacy Week) 2019, yang berlangsung pada 23 September hingga 6 Oktober, Kedutaan Besar Jerman bekerja sama dengan FORCLIME mengadakan talkshow tentang “Pemuda untuk Konservasi Hutan” tanggal 24 September di Gedung Manggala Wanabakti di Jakarta. Lebih dari seratus peserta menghadiri acara tersebut, antara lain dari beberapa universitas [Gajah Mada (Yogyakarta), Lambungmangkurat (Lampung), IPB (Bogor), Indonesia (Depok), Jenderal Soedirman (Jawa Tengah)], dan LSM, dan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Yang menjadi pembicara adalah anak-anak muda dari Program Magang FORCLIME (Universitas Papua), Asosiasi Mahasiswa Kehutanan Internasional (IFSA), Foresteract.com, dan Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Ini adalah platform yang sangat baik bagi kita kaum muda untuk menyuarakan aspirasi kita kepada Pemerintah Indonesia. Jarang sekali menemukan platform untuk anak muda seperti ini”, kata Andreas, pembicara dari IFSA, dalam acara tersebut.

Selain itu, Andreas menambahkan setelah berbicara dengan perwakilan dari Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK tentang peluang untuk membantu pelaksanaan Perhutanan Sosial, “Bahkan adanya ini (talkshow) lebih baik karena ternyata ada peluang bagi kaum muda melalui acara ini. Kami akhirnya memiliki kesempatan untuk berbicara dengan pejabat pemerintah dan mereka juga menyampaikan tentang perlunya partisipasi pemuda dalam program mereka”.

“Saya berharap acara ini akan menginspirasi institusi lain, menyediakan platform untuk berdiskusi antara kaum muda dan pemerintah, dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Kedutaan Besar Jerman dan GIZ melalui EU Climate Diplomacy Week. Yang kita butuhkan adalah jembatan antara pemuda dan pemerintah”, Arifah Hidayati, mahasiswa Universitas Gadjah Mada, mengatakan kepada editorial.

Melalui EU Climate Diplomacy Week, Delegasi Komisi Eropa dan kedutaan besar dari beberapa negara anggota Uni Eropa di seluruh dunia mengadakan berbagai acara untuk mendorong dialog dan kerja sama tentang perubahan iklim, memamerkan kisah-kisah sukses dan menginspirasi tindakan lebih lanjut.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Sekar A. Woro Yunita, Advisor Junior, Kebijakan Kehutanan
Andry Hartanto, Asisten Pribadi Direktur Program

Dibuat: Selasa, 01 Oktober 2019