1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Program magang FORCLIME 2020 bagi siswa Papua selama pandemi covid-19

2020 09 14 Introduction orkshop for internship 2020

Menyusul keberhasilan program magang yang dilaksanakan pada tahun 2019, FORCLIME melanjutkan program tersebut pada tahun 2020. Tahun ini, lima lulusan baru dari Universitas Papua dan satu mahasiswa dari Universitas Ottow Geissler mengikuti program magang. Karena pandemi Covid-19 saat ini, magang dilakukan sepenuhnya secara online. Masing-masing peserta magang akan didampingi oleh mentor untuk memfasilitasi dan mengawasi pekerjaan mereka selama magang. Magang akan berlangsung selama dua setengah bulan. Magang sudah dimulai dengan Lokakarya Pengenalan yang diadakan pada tanggal 14-18 September 2020. Kegiatan ini juga dilakukan secara online menggunakan applikasi MS Teams.

Selama lokakarya, peserta magang diberi informasi mengenai berbagai topik. Termasuk program prioritas di bidang kehutanan, GIZ, FORCLIME dan bidang tematiknya seperti perhutanan sosial, konservasi keanekaragaman hayati, pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan dan mitigasi perubahan iklim di bidang kehutanan. Selain itu, peserta magang juga mendapatkan wawasan dari program GIZ lainnya terkait dengan pencegahan korupsi di sektor kehutanan, pengelolaan lahan gambut, dan rantai pasokan pertanian berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang program magang FORCLIME, silakan hubungi
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, pengembangan SDM
Pipin Permadi, Koordinator Nasional

Dibuat: Senin, 21 September 2020

Webinar ke-3: Hasil Penelitian Siswa Magang dari Tanah Papua

Webinar seri 3

Setelah menyelesaikan program magang di FORCLIME bulan Oktober 2019, beberapa mahasiswa dari Universitas Cenderawasih dan Universitas Papua diberi kesempatan melakukan penelitian di Tanah Papua. Hasil penelitian tersebut disajikan dalam rangkaian webinar, yang pertama dilaksanakan 9 Juli, yang kedua dilakukan pada 23 Juli, sedangkan webinar ketiga disampaikan pada 6 Agustus dengan topik sebagai berikut:

  • “Jenis tanaman untuk bahan baku pembuatan dan pewarna alami noken (tas tradisional Papua) yang digunakan oleh masyarakat di Kampung Rhepang Muaif, Kecamatan Nimbokrang, Kabupaten Jayapura” oleh Ronauli Silitonga.
  • “Identifikasi penyakit patogen dan jamur pada ketiga Agathis labillardieri di Kampung Rimbajaya, Kecamatan Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor oleh Martha Desriyanti Siregar.

Program magang FORCLIME merupakan bagian dari upaya dalam mengembangkan kesempatan pendidikan dan kerja bagi mahasiswa Papua dan Papua Barat dari Universitas Cenderawasih dan Universitas Papua. Mereka ditugaskan di beberapa wilayah kerja FORCLIME untuk belajar dari tim FORCLIME, sekaligus bekerja dengan mitra di tingkat lapangan

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, pengembangan SDM
Jumtani, Koordinator Provinsi Kalimantan Barat

Dibuat: Selasa, 25 Agustus 2020

Webinar ke-2: Hasil Penelitian Siswa Magang dari Tanah Papua

2020 07 23 Webinar 2 hasil penelitian dari Tanah Papua small

FORCLIME mengadakan program magang untuk siswa dari Tanah Papua dari Juli hingga Oktober 2019. Delapan mahasiswa dari Universitas Cenderawasih dan tujuh mahasiswa dari Universitas Papua turut serta dalam program magang. Mereka ditugaskan ke beberapa wilayah kerja FORCLIME untuk belajar dari tim FORCLIME serta bekerja dengan mitra di tingkat lapangan. Pada akhir program magang, FORCLIME menyediakan hibah bagi peserta magang untuk melakukan penelitian terkait masalah kehutanan. Hasilnya disajikan dalam seri webinar. Webinar pertama dilakukan pada 9 Juli dan webinar kedua yang dilaksanakan pada 23 Juli mempresentasikan hasil penelitian dari siswa berikut:

  • Audita Garry Yuliawan: Analisis Spasial Pemetaan Partisipatif Kebun Masyarakat Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Studi kasus di desa Toladan, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura; dan
  • Fidel Giovano Lopulalan: Analisis Spasial dan Pemetaan Partisipatif Berdasarkan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Penegasan Batas Administratif Desa Sere-Sere, Kecamatan Yapen Timur, kabupaten Kepulauan Yapen.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, Pengembangan SDM
Mohammad Sidiq, Koordinator Provinsi Kalimantan Utara

Dibuat: Senin, 03 Agustus 2020

in cooperation with ministry of forestry and environmentCooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of GermanyImplemented-by-giz