1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Calon mentor resolusi konflik belajar susun draf kesepakatan atasi konflik sumber daya alam

IMG 20190819 WA0003

GIZ bekerja sama dengan LSM Working Group Tenure (WG-T) mengadakan lokakarya tentang "Penyusunan Kesepakatan atasi Konflik Multi-Pihak dalam Sektor Sumber Daya Alam" pada 13-15 Agustus di Bogor. Pesertanya adalah tiga perwakilan pemerintah dan dua LSM dari Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), sembilan peserta dari Berau (Kalimantan Timur) dan tiga perwakilan CRU-IBCSD (Unit Resolusi Konflik Dewan Bisnis Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan). Lokakarya ini bertujuan untuk mengajarkan para calon mentor bagaimana menyusun sebuah kesepakatan setelah mediasi konflik multi-pihak berhasil dilakukan.

Para peserta belajar tentang berbagai langkah yang perlu diambil untuk menulis perjanjian resmi, latar belakang hukum dan latar belakang formal perjanjian di sektor sumber daya alam, berbagai teknik untuk mencapai konsensus antara para pihak yang terlibat dalam konflik tersebut dan mengubah perjanjian lisan menjadi sebuah dokumen tertulis. Di samping presentasi tematik, para pelatih mengutamakan praktik dan simulasi mediasi konflik untuk meningkatkan keterampilan tentang metode yang diterapkan untuk mencapai kesepakatan konsensus dalam konflik multi-pihak, serta mendokumentasikan hasilnya dengan cara yang tepat.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Johanna Riedmann, Advisor teknis bidang Resolusi Konflik, Monitoring & Evaluasi

Dibuat: Senin, 19 Agustus 2019

Siswa UNIPA dan UNCEN presentasikan pembelajaran selama magang pada rapat koordinasi FORCLIME

2019 08 06 QM Makassar

Modul Kerja Sama Teknis FORCLIME mengadakan pertemuan koordinasi internal kedua pada tanggal 13-15 Agustus di Makassar, Sulawesi Selatan. Tujuan pertemuan ini adalah untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan dan pencapaian pada kuartal atau bulan sebelumnya. Keistimewaan pertemuan triwulanan ini adalah presentasi tentang kemajuan dan pembelajaran dari 15 peserta magang dari Universitas Cenderawasih dan Universitas Papua. Peserta magang menghargai kesempatan berpartisipasi yang diberikan FORCLIME dan berkomitmen untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama magang.

Dalam pertemuan tersebut, FORCLIME Modul Kerja Sama Finansial (FORCLIME FC) menyampaikan tentang kemajuan pelaksanaan kegiatan FORCLIME FC di kabupaten percontohan di Kalimantan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Mohamad Rayan, Advisor for Crosscutting Issue and Conflict Management
Sekar Yunita, Junior Adviser on Sustainable Forest Management

Dibuat: Senin, 12 Agustus 2019

KPH Kubu Raya jelaskan pencegahan Karhutla dengan pendekatan pengelolaan lansekap berkelanjutan di tingkat desa pada acara diskusi Pojok Iklim

2019 08 07 KPH Kubu Raya Pojok Iklim

Pojok Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan diskusi “Pencegahan Karhutla melalui Pendekatan Sustainable Landscape Management di Tingkat Desa, di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kubu Raya Kalimantan Barat” pada tanggal 7 Agustus 2019 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Tiga narasumber dihadirkan dalam diskusi tersebut, yaitu: Eva Famurianti (Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK); Prof. Bambang Hero (Guru Besar Perlindungan Hutan, IPB), dan Ponty Wijaya (Kepala KPH Kubu Raya). Kegiatan yang didukung oleh FORCLIME ini dihadiri oleh lebih dari 70 orang yang mewakili unit teknis KLHK, LSM, mahasiswa, wartawan.

Dalam diskusi tersebut, Kepala KPH Kubu Raya mempresentasikan kegiatan yang dilakukan dalam upaya pengendalian Karhutla di dalam wilayah kerjanya, termasuk pembentukan empat desa model, peningkatan kapasitas Brigade Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), seperti pengoperasian drone, komunikasi, pendampingan masyarakat. ‘Kami membuat peta aksesibilitas, peta kerawanan kebakaran, peta area bekas terbakar; yang membantu efektifitas kerja dan efisiensi biaya’, tambahnya. Upaya-upaya tersebut ditujukan untuk pencegahan Karhutla di wilayah KPH Kubu Raya, agar dapat berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

Materi diskusi dapat diunduh dari situs Pojok Iklim*

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ponty Wijaya, Kepala KPH Kubu Raya
Gatot Moeryanto, Tenaga ahli, pengelolaan hutan
Martha Desriyanti Siregar, siswa magang, Universitas Cendrawasih

*Pojok Iklim adalah salah satu kelompok kerja Dewan Pertimbangan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Salah satu tugasnya adalah menyelenggarakan diskusi rutin terkait dengan perubahan iklim

Dibuat: Jumat, 09 Agustus 2019