1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Talkshow Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa: Pemuda untuk konservasi hutan

2019 9 24 EU Climate diplomacy reduced

Dalam rangka Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa (EU Climate Diplomacy Week) 2019, yang berlangsung pada 23 September hingga 6 Oktober, Kedutaan Besar Jerman bekerja sama dengan FORCLIME mengadakan talkshow tentang “Pemuda untuk Konservasi Hutan” tanggal 24 September di Gedung Manggala Wanabakti di Jakarta. Lebih dari seratus peserta menghadiri acara tersebut, antara lain dari beberapa universitas [Gajah Mada (Yogyakarta), Lambungmangkurat (Lampung), IPB (Bogor), Indonesia (Depok), Jenderal Soedirman (Jawa Tengah)], dan LSM, dan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Yang menjadi pembicara adalah anak-anak muda dari Program Magang FORCLIME (Universitas Papua), Asosiasi Mahasiswa Kehutanan Internasional (IFSA), Foresteract.com, dan Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Ini adalah platform yang sangat baik bagi kita kaum muda untuk menyuarakan aspirasi kita kepada Pemerintah Indonesia. Jarang sekali menemukan platform untuk anak muda seperti ini”, kata Andreas, pembicara dari IFSA, dalam acara tersebut.

Selain itu, Andreas menambahkan setelah berbicara dengan perwakilan dari Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK tentang peluang untuk membantu pelaksanaan Perhutanan Sosial, “Bahkan adanya ini (talkshow) lebih baik karena ternyata ada peluang bagi kaum muda melalui acara ini. Kami akhirnya memiliki kesempatan untuk berbicara dengan pejabat pemerintah dan mereka juga menyampaikan tentang perlunya partisipasi pemuda dalam program mereka”.

“Saya berharap acara ini akan menginspirasi institusi lain, menyediakan platform untuk berdiskusi antara kaum muda dan pemerintah, dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Kedutaan Besar Jerman dan GIZ melalui EU Climate Diplomacy Week. Yang kita butuhkan adalah jembatan antara pemuda dan pemerintah”, Arifah Hidayati, mahasiswa Universitas Gadjah Mada, mengatakan kepada editorial.

Melalui EU Climate Diplomacy Week, Delegasi Komisi Eropa dan kedutaan besar dari beberapa negara anggota Uni Eropa di seluruh dunia mengadakan berbagai acara untuk mendorong dialog dan kerja sama tentang perubahan iklim, memamerkan kisah-kisah sukses dan menginspirasi tindakan lebih lanjut.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Sekar A. Woro Yunita, Advisor Junior, Kebijakan Kehutanan
Andry Hartanto, Asisten Pribadi Direktur Program

Dibuat: Selasa, 01 Oktober 2019

Pelatihan bagi pemandu wisata untuk tingkatkan pariwisata di Hutan Desa Menua Sadap, Kalimantan Barat

2019 09 18 training tour guide kapuas hulu petrus reduced

Lembaga Pengelola Hutan Desa Menua Sadap mengadakan lokakarya bagi pemandu wisata pada tanggal 18-20 September di dusun Karangan Bunut, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemandu wisata lokal dalam rangka menciptakan ekonomi yang berkelanjutan melalui ekowisata. Peserta lokakarya, selain Lembaga Pengelola Hutan Desa Menua Sadap (LPHD Menua Sadap), juga hadir perwakilan dari dua hutan desa lainnya, yaitu LPHD Tamao dan LPHD Sungai Abau. Selama lokakarya, didatangkan pelatih dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) dan dari Taman Nasional Betung Kerihun, yang memberi masukan tentang pelayanan yang baik, mengidentifikasi kegiatan wisata potensial dan menjelaskan langkah-langkah selanjutnya dalam pengembangan ekowisata.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Petrus Derani, advisor, pengelolaan hutan bersama masyarakat

Dibuat: Kamis, 26 September 2019

Bersama rencanakan pengelolaan wilayah adat di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

2019 09 13 FGD wilayah adat jum

Forum Masyarakat Sipil Kabupaten Kapuas Hulu bersama FORCLIME menyelenggarakan diskusi mengenai pengelolaan wilayah adat pada tanggal 13 September 2019 di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Tujuan focus group discussion (FGD) ini adalah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola wilayah adat yang dilakukan oleh masyarakat adat. Pertemuan ini juga untuk membangun perspektif bersama terkait peran dan fungsi CSO dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Kapuas Hulu. Dalam pertemuan ini hadir perwakilan dari Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kapuas Hulu, Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum, LSM lokal. Dan sebagai narasumber adalah pengelola wilayah adat Sungai Utik, mantan kepala desa, dan Kepala Desa Rantau Kalis.

Rencana tindaklanjut pertemuan ini adalah percepatan upaya pendampingan penetapan wilayah hutan adat, serta pengembangan komunikasi para pihak dengan mengarusutamakan pengembangan ekonomi berkelanjutan yang berbasis kearifan lokal.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Jumtani Syolihin, Koordinator Kalimantan Barat, Advisor rantai nilai dan pengelolaan hutan berkelanjutan
Wandojo Siswanto, Manager bidang strategis kebijakan kehutanan dan perubahan iklim

Dibuat: Jumat, 20 September 2019