1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Wakil Duta Besar Jerman untuk Indonesia kunjungi wilayah kerja FORCLIME di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

2020 02 17 deputy ambassador Berau

Dalam rangka melihat perkembangan pelaksanaan program kerja sama bilateral pemerintah Jerman dan Indonesia, Forests and Climate Change Programme (FORCLIME), Wakil Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Mr Hendrik Barkeling, mengunjungi lokasi kerja FORCLIME di Kalimantan Timur pada tanggal 17 -19 Februari 2020. Kunjungan didampingi oleh Konselor Kerja Sama Pembangunan Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia, Mr David Tantow, dan Direktur GIZ Indonesia, Mr Martin Hansen.

Salah satu agenda adalah mengunjungi kampung Tepian Buah di Kabupaten Berau untuk melihat pengembangan desa ekowisata air terjun, yang dikelola bersama oleh masyarakat kampung Tepian Buah, perusahaan swasta dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Berau Barat, dibawah Kemitraan Kehutanan, salah satu skema Perhutanan Sosial.

Dalam kunjungan ke Kabupaten Berau, Mr Hendrik Barkeling diterima oleh Wakil Bupati Berau, Bapak Agus Tamtomo, dan juga beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah.

FORCLIME mendukung masyarakat Kampung Tepian Buah sejak persiapan dan penyusunan naskah kerja sama hingga diterbitkannya kemitraan kehutanan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (No. SK.8868/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2018). Kemitraan kehutanan ini bertujuan untuk membantu pendapatan masyarakat Kampung Tepian Buah melalui pengelolaan jasa wisata air terjun Tembalang yang berada dalam kawasan konsesi hutan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Suprianto, Advisor Teknis Pengelolaan Hutan Lestari, Koordinator Kabupaten Berau
Arif Data Kusuma, Koordinator Provinsi Kalimantan Timur
Lutz Hofheinz, Manager bidang strategis, Pembangunan KPH

Dibuat: Rabu, 26 Februari 2020

Pusat Diklat LHK susun kurikulum pelatihan agroforestri bagi KPH dan masyarakat

2020 02 06 Lokakarya kurikulum agroforestri for KPH small

Pusat Diklat Sumber Daya Manusia Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Pusdiklat SDM LHK), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan FORCLIME melaksanakan lokakarya untuk membahas draf kurikulum pelatihan agroforestri bagi staf Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan masyarakat pada tanggal 6 Februari 2020 di Pusdiklat SDM LHK Bogor. Lokakarya ini bertujuan untuk menggali masukan guna penyempurnaan draf kurikulum pelatihan agroforestri yang disusun oleh FORCLIME. Penyempurnaan dilakukan dengan mengintegrasikan pengalaman pengembangan agroforestri di lapangan ke dalam kurikulum pelatihan agroforestri yang sudah ada sebelumnya. Peserta, sekitar 26 orang, merupakan pejabat struktural dan widyaiswara Pusdiklat SDM LHK, Forest Investment Programme (FIP II) dan FORCLIME. Dari workshop ini disepakati bahwa kurikulum yang disusun harus berorientasi praktis dan diajarkan dengan menggunakan pendekatan blended learning agar lebih efisien.

Untuk informasi yang lebih lanjut, silakan hubungi:
Wira Nastainul Hakim, Advisor junior, pengembangan kapasitas SDM
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, pengembangan kapasitas SDM
Lutz Hofheinz, Manajer bidang strategis, pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)

Dibuat: Senin, 17 Februari 2020

KPH Kapuas Hulu Timur di Kalimantan Barat produksi dan gunakan kompos untuk kebun bibitnya

Pelatihan Kompos

Sebagai tindak lanjut lokakarya pembibitan pohon yang dilakukan pada bulan Desember tahun lalu, GIZ mengadakan pelatihan mengenai pembuatan dan penerapan kompos sebagai materi perbaikan tanah pada tanggal 23 Januari di Putussibau, Kalimantan Barat. Sumber daya utama yang digunakan adalah biji, polybag, tanah mineral, dan kompos air berkualitas tinggi. Lokakarya ini dilaksanakan dalam rangka mendukung upaya Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kapuas Hulu Timur untuk membangun kebun bibit pohon hutan. Oleh karena itu, pesertanya terutama perwakilan KPH. Sebagai narasumber adalah produsen kompos lokal dari Putussibau, Lita Ernawati, yang berbagi keahlian dan pengalamannya dengan para peserta.

Selain belajar membuat kompos, peserta juga belajar tentang wanatani karena kebun ibu Lita sudah dirancang dengan baik dengan menerapkan sistem wanatani. Selain itu juga belajar tentang budidaya bakteri sebagai pupuk alami. Topik-topik yang disampaikan sangat menginspirasi perserta dan memberikan impuls baru untuk kegiatan lebih lanjut.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Petrus Derani, Advisor Teknis bidang Hasil Hutan Bukan Kayu dan Perhutanan Sosial
Reinhard Hilliger, Advisor bidang Kesatuan Pengelolaan Hutan

Dibuat: Selasa, 04 Februari 2020

in cooperation with ministry of forestry and environmentCooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of GermanyImplemented-by-giz