1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Memasarkan hasil hutan bukan kayu dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) melalui Shopee

2020 01 20 Shopee Workshop

Pada bulan Mei 2019, Direktorat Jasa Lingkungan dan Hasil Hutan Bukan Kayu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia dan PT Shopee International Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk mempromosikan hasil hutan bukan kayu yang dihasilkan hutan produksi di Indonesia melalui Pasar online Shopee. Menindaklanjuti MoU tersebut, diselenggarakan lokakarya pada 22-24 Januari 2020 di Makassar untuk mengeksplorasi potensi serta tantangan terkait untuk berhasil mengimplementasikan nota kesepahaman tersebut. Selain staf Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, peserta lokakarya juga dari perwakilan Dinas Perindustrian Provinsi dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Makassar, serta staf Shopee. Sebanyak 28 staf Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sumbawa, Sulawesi dan Papua mendengarkan presentasi dan secara aktif mendiskusikan pengalaman mereka selama lokakarya.

Topik utama diskusi adalah pengembangan peraturan dan pengaturan organisasi untuk memfasilitasi keterlibatan KPH dalam pemasaran online serta strategi yang paling efektif untuk penjualan yang sukses melalui Shopee-Platform.

Lebih lanjut, Direktorat Jasa Lingkungan dan Hasil Hutan Bukan Kayu memanfaatkan kesempatan ini untuk menyebarluaskan informasi mengenai peraturan dan sistem yang baru dibentuk untuk pelaporan kegiatan bisnis terkait dengan hasil hutan bukan kayu dari KPH.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Dominik Schwab, EZ-Trainee
Mohamad Rayan, Advisor lintas bidang strategis dan pengelolaan konflik

Dibuat: Rabu, 29 Januari 2020

Petani Kampung Batu Rajang kunjungi pabrik pengolahan karet dan pusat obat tradisional di Samarinda, Kalimantan Timur

2020 01 20 kampung batu rajang study tour supri

Dalam rangka peningkatan kapasitas petani Kampung Batu Rajang, Kabupaten Berau, FORCLIME memfasilitasi kunjungan studi ke pabrik karet, PT. Multi Kusuma Cemerlang, dan pengolahan madu kelulut Abihira Herba Center di Samarinda, Kalimantan Timur pada tanggal 20 – 21 Januari 2020. Selain petani, peserta sebanyak 11 orang juga termasuk perwakilan dari Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samarinda.

Selama kunjungan di pabrik karet, peserta mendapat pengetahuan berkaitan dengan rantai pasar karet, pemrosesan pasca panen/tores (tapping), persyaratan kualitas karet yang dibutuhkan pabrik. Selain itu, study tour ini juga diharapkan membuka jejaring kerja antara petani dengan pembeli.

Pada kunjungan ke tempat produksi dan pengolahan lebah madu kelulut, peserta juga melihat produksi obat herbal tradisional, sekaligus melihat potensi pasar dan membangun jejaring usaha madu kelulut dan obat-obatan dari hutan (hasil hutan bukan kayu).

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Suprianto, Advisor Teknis Pengelolaan Hutan Lestari, Koordinator Kabupaten Berau
Arif Data Kusuma, Koordinator Provinsi Kalimantan Timur
Lutz Hofheinz, Manajer bidang strategis, pembagunan kesatuan pengelolaan hutan (KPH)

Dibuat: Senin, 27 Januari 2020

Panen madu lebah tanpa sengat: Hasil pelatihan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

2020 01 06 harvesting honey Berau supri

Hari ini, 7 Januari 2020, Kelompok Tani Hutan di Kampung Batu Rajang, Kalimantan Timur, panen madu dari lebah tanpa sengat yang mereka budidaya setelah mengikuti pelatihan yang diadakan pada Oktober 2019. Pelatihan tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung pelaksanaan program Perhutanan Sosial di Kalimantan Timur. Dalam pelatihan tersebut, yang diadakan Balai Diklat Lingkungan Hidup Samarinda (BDLHK Samarinda) dan FORCLIME, peserta diberikan lima kotak berisi koloni lebah tanpa sengat (Trigona itama) sebagai stimulan budidaya lebah madu. Saat ini, mereka sudah memiliki hingga 10 kotak. Hari ini, petani desa memanen dari salah satu kotak, dan mendapatkan 0,5 liter madu. Para petani sangat senang dan tertarik karena mereka berharap mendapatkan penghasilan tambahan dari pertanian lebah madu di masa depan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Suprianto, Advisor teknis bidang pengelolaan hutan Lestari, Koordinator Kabupaten Berau

Dibuat: Selasa, 07 Januari 2020

in cooperation with ministry of forestry and environmentCooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of GermanyImplemented-by-giz