1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Pelatihan Kewirausahaan untuk Kesatuan Pengelolaan Hutan

Direktorat Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan untuk Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) pada tanggal 25 – 29 Maret 2019 di Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan tersebut didukung oleh program FORCLIME modul kerjasama teknis (FORCLIME TC) dan bertujuan untuk mendorong kemampuan kewirausahaan pada pegawai KPH untuk tercapainya kemandirian KPH. Sebanyak 40 perwakilan KPH dari seluruh Indonesia menghadiri pelatihan tersebut, termasuk juga staff dari FORCLIME TC.

Pelatihan dibuka oleh Direktur Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi, kemudian diikuti oleh sejumlah topik pembahasan oleh narasumber yang mencakup: Kebijakan pada Pengembangan Bisnis di KPHP, Keuangan pada Badan Layanan Umum Daerah, Pengelolaan Jasa Lingkungan, Pengembangan Pemasaran, Potensi Hasil Hutan di Sektor Energi, dan Workshop Pembuatan Rencana Bisnis.

“Topik-topik pelatihan yang dibawakan sangat berguna. Saya berharap Kementerian dapat memfasilitasi forum yang mempertemukan KPH sebagai penyedia produk hutan dengan pasar.” ujar Kristianto, peserta dari KPHP Katingan Hulu, Kalimantan Tengah.

Sejak 2010, FORCLIME telah mendukung usaha pengembangan KPH menuju kemandirian sebagai instrumen strategis untuk mencapai pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Wandojo Siswanto, Senior Advisor for Forest and Climate Change Policy
Mohamad Rayan, Advisor for Crosscutting Issue and Conflict Management
Sekar A. Woro Yunita, Junior Advisor for Sustainable Forest Management

Dibuat: Kamis, 02 Mei 2019

Pelatihan Karet Berkelanjutan bagi Petani Karet Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Petani karet di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mendapat pelatihan untuk meningkatkan mutu karet alam yang mereka hasilkan. 33 petani (17 perempuan dan 16 laki-laki) yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumedang Jaya, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh GIZ dan Continental (pabrik ban di Jerman) melalui program Public Private Partnership pada tanggal 9 April. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan mutu karet alam agar sesuai dengan standar perusahaan (Continental).

Sejak bulan Desember 2018 sampai April 2019, sudah dilakukan empat pelatihan bagi empat kelompok petani karet. Total petani yang sudah dilatih adalah 102 orang. Pelatihan berikutnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 22, 23, dan 30 April 2019. Materi pelatihan meliputi: Pengelolaan pohon karet; Penanaman karet alam; Teknik pasca panen karet alam.

Pada sesi akhir, petani membuat Kesepakatan Rencana Tindak Lanjut untuk memproduksi karet alam berkelanjutan dalam rentang waktu yang disepakati bersama.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Yuliana Suliyanti, Technical Advisor for Sustainable Agricultural Value Chain
Petrus Derani, Technical Advisor for Community Based Forest Management

Dibuat: Kamis, 02 Mei 2019

FORCLIME selaraskan rencana kerja 2019 dengan mitra di Kalimantan Utara

2019 04 11 AWP Workshop in Kaltara ms lowres

Dalam rangka mengharmonisasikan rencana kerja 2019 dengan mitra lokal di Kalimantan Utara, FORCLIME bersama dengan Dinas Kehutanan Provinsi mengadakan diskusi pada tanggal 11 April di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Selain itu, pertemuan ini bermaksud untuk menginformasikan dan perkembangan kegiatan FORCLIME dan berkoordinasi dengan mitra-mitra di Kalimantan Utara. Dalam pertemuan tersebut FORCLIME diwakili oleh dua manajer area strategis, Bapak Wandojo Siswanto dan Bapak Lutz Hofheinz (Modul Kerja Sama Teknis) dan Bapak Basoeki Karyaatmadja (Modul Kerja Sama Keuangan).

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Kehutanan Kalimantan Utara, Bapak Maryanto, mengatakan bahwa pemanfaatan Dana Bagi Hasil-Dana Reboisasi (DBH-DR), yang didistribusikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dianggap rendah. Jika pengeluaran tahun ini tetap rendah, Kemenkeu akan memotong 40% dari total pendanaan. Pencairan dana reboisasi diatur oleh keputusan Menteri Keuangan yang hanya dapat digunakan untuk kegiatan pencegahan kebakaran hutan. Karena kebakaran hutan jarang terjadi di Kalimantan Utara, maka dana tersebut tidak dapat dicairkan. Selama diskusi, bapak Teddy Kusuma dari Badan Perencanaan Daerah, menyarankan kepada FORCLIME untuk menyesuaikan rencana kerjanya sehingga tidak ada kegiatan yang tumpang tindih sehingga dana DBH DR dapat dimanfaatkan secara optimal.

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:
Mohammad Sidiq, Koordinator Provinsi Kalimantan Utara
Sekar A. Woro Yunita, Advisor Junior bidang pengelolaan hutan lestari
Wandojo Siswanto, Manajer bidang strategis, Kebijakan kehutanan dan perubahan iklim

Dibuat: Jumat, 12 April 2019

in cooperation with ministry of forestry and environmentCooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of GermanyImplemented-by-giz