1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Tingkatkan kapasitas staf KPH dan masyarakat lokal untuk susun rencana pengembangan bisnis

2019 02 18 coaching business dev KPH Kaltara ms

Dalam rangka meningkatkan kapasitas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di provinsi Kalimantan Utara untuk menyiapkan rencana pengembangan bisnis, FORCLIME bersama dengan Swarna Nusantara Indonesia mengadakan pelatihan. Sesi ini merupakan bagian dari seri pelatihan (dasar, pelatihan, lanjutan), yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta untuk mengikuti pelatihan lanjutan sebelum proses seleksi. Perwakilan dari lima KPH di Kalimantan Utara dan masyarakat setempat mengikuti pelatihan dua hari pada 18-19 Februari 2019 di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pelatihan ini menyediakan peralatan untuk keberhasilan produksi, pemrosesan, dan pemasaran komoditas terpilih yang mempromosikan pengelolaan hutan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Kepala KPH Nunukan, Mr Bastiang, mengatakan bahwa pelatihan ini bermanfaat untuk menyelesaikan tugas kami. Lebih lanjut, dia mengatakan “Kami yakin penerapan hasil pelatihan ini akan mengarahkan kami untuk menjadi KPH mandiri”.

Sebagai bagian dari pelatihan, peserta mengunjungi lokasi hutan kemasyarakatan, HKM Floresta, untuk melihat hutan masyarakat yang telah memiliki rencana bisnis. Bapak Abdul Erwansyah - seorang penyuluhan kehutanan dan perwakilan HKM Floresta - mengatakan bahwa setelah mengikuti seri pelatihan, Floresta menyadari peluang besar untuk memasarkan produk-produknya. "Pelatihan ini telah membuka wawasan untuk menghasilkan kualitas yang baik. Melalui pelatihan ini, ada kesempatan untuk berbagi pengetahuan yang menghasilkan gagasan untuk mengembangkan strategi pemasaran," katanya.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Mohammad Sidiq, Koordinator Provinsi Kalimantan Utara
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, Pengembangan SDM
Lutz Hofheinz, Manajer bidang strategis, Kesatuan Pengelolaan Hutan

Dibuat: Rabu, 20 Februari 2019

Menyelaraskan rencana kerja untuk mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

FC TC coordination meeting

Program bilateral pemerintah Indonesia dan Jerman mengenai hutan dan perubahan iklim, Forests and Climate Change Programme - FORCLIME Modul Kerja Sama Teknis (Technical Cooperation – TC) dan Modul Kerja Sama Keuangan (Financial Cooperation-FC), mengadakan pertemuan koordinasi untuk menyelaraskan rencana kerja mereka untuk mendukung Rencana Strategis 2015-2019 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 7-8 Februari 2019 di Yogyakarta. Lebih dari 40 peserta menghadiri pertemuan tersebut, yang mewakili direktorat jenderal teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta mitra lokal dari Kalimantan Barat, Timur dan Utara.

FORCLIME TC dan FC akan terus mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, termasuk dukungan terhadap pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), program perhutanan sosial, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia terkait dengan operasionalisasi KPH.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Mohammad Rayan, Advisor, Mainstreaming issues dan pengelolaan konflik
Wandojo Siswanto, Manajer bidang strategis, Kebijakan Kehutanan dan Perubahan Iklim

Dibuat: Senin, 11 Februari 2019

Perwakilan Kementerian Federal Jerman kunjungi wilayah kerja FORCLIME di Palu, Sulawesi Tengah

 

2019 01 30 BMZ visited Lere Palu ik

Sebagai bagian dari agenda kunjungan ke Indonesia, perwakilan Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (BMZ) mengunjungi wilayah kerja FORCLIME di Palu, Sulawesi Tengah pada 29 - 31 Januari. Selain menyaksikan kemajuan pelaksanaan kegiatan FORCLIME di Palu dan Cagar Biosfer Lore Lindu, delegasi juga mengunjungi desa Lere di mana FORCLIME membantu pemetaan desa partisipatif.

Pemetaan desa partisipatif, yang mengacu pada Peta Zona Rawan Bencana dari pemerintah, bertujuan untuk membantu masyarakat untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang situasi desa mereka setelah Tsunami. Proses pemetaan partisipatif termasuk mendokumentasikan situasi saat ini, selain itu, merekam ide-ide masyarakat untuk masa depan desa mereka.

Desa Lere, satu dari enam desa di Kecamatan Palu Barat dengan populasi 11.512 orang (data 2017), merupakan desa dengan populasi terbanyak di wilayah sekitar Palu. Karena terletak tepat di ujung Cekungan Palu, Lere mendapat dampak parah dari Tsunami yang terjadi tanggal 28 September 2018. Selain tingginya korban jiwa, sejumlah besar rumah, bangunan, fasilitas, dan infrastruktur desa telah hancur.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ismet Khaeruddin, Koordinator Provinsi Sulawesi Tengah

Dibuat: Jumat, 01 Februari 2019

in cooperation with ministry of forestry and environmentCooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of GermanyImplemented-by-giz