1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

KPH Kubu Raya akan kembangkan desa model untuk cegah kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya

 

2019 01 21 manggala agni coord meeting jum

Dalam rangka mengkoordinasi program kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diwilayahnya, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kubu Raya mengadakan pertemuan dengan mitra-mitranya untuk membangun kesepahaman dan berbagi peran terkait upaya-upaya pencegahan karhutla di wilayah KPH Kubu Raya. Pertemuan dilaksanakan tanggal 21 Januari 2019 di Kantor Manggala Agni Daops Pontianak, Kalimantan Barat, dan dihadiri 47 perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Manggala Agni Daops Pontianak, Badan Penanggangan Bencana Daerah Kabupaten Kubu Raya, Brigade Karhutla KPH Kubu Raya.  Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama KPH Kubu Raya dengan perusahaan konsultan, EcoConsult, dan FORCLIME.

Pertemuan diawali dengan penanaman pohon di kompleks perkantoran Daops Manggala Agni dan melihat bagian dari kompleks yang dialokasikan sebagai tempat belajar pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Di akhir pertemuan, peserta rapat sepakat untuk berbagi data dan informasi untuk memperkuat sistem peringatan dini kebakaran hutan dan lahan, dan mengembangkan desa model karhutla untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ponty Wijaya, Kepala KPH Kubu Raya selaku Ketua Brigade Karhutla
Udi Tyastoto, Tenaga Ahli Kebakaran Hutan Lahan EcoConsult
Jumtani, Koordinator Provinsi Kalimantan Barat

Dibuat: Jumat, 01 Februari 2019

Pengelolaan ekowisata melalui pola kemitraan di Air Terjun Tembalang, Kalimantan Timur

 

2018 12 Tembalang waterfall Berau suprianto

Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan atas nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah menandatangani Surat Keputusan Nomor SK.8868/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2018 tentang Pengakuan dan Pelindungan (KULIN) Kemitraan Kehutanan antara Kelompok Sadar Wisata Allo Malau dengan PT. Inhutani I Unit Labanan II. Kemitraan kehutanan ini bertujuan untuk membantu pendapatan masyarakat Kampung Tepian Buah melalui pengelolaan jasa wisata air terjun Tembalang yang berada dalam kawasan konsesi hutan milik PT. Inhutani I Unit Labanan.  Skema kemitraan ini mengacu pada peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.83/Menlhk/setjen/Kum.1/10/2016 tentang Perhutanan Sosial. FORCLIME mendukung masyarakat Kampung Tepian Buah sejak persiapan dan penyusunan naskah kerja sama hingga diterbitkannya SK Menteri tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Suprianto, Advisor Teknis Pengelolaan Hutan Lestari, Koordinator Kabupaten Berau
Lutz Hofheinz, Manajer strategis bidang Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)

Dibuat: Jumat, 01 Februari 2019

FORCLIME selaraskan rencana kerja 2019 dengan program mitra nasional

FORCLIME Modul Kerja Sama Teknis (Technical Cooperation-TC) menyelenggarakan lokakarya untuk koordinasikan dan sinkronisasi Rencana Kerja Tahunan 2019 dengan mitra-mitra nasional pada 29 Januari 2019 di Bogor. Mitra nasional diwakili oleh 13 anggota Komite Teknik Program (Programme Technical Committee-PTC), yang mewakili eselon 2 dari kementerian terkait, dan 14 mitra pelaksana dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hasil Rapat PTC pada 28 Agustus 2018 dan Komite Pengarah Program (Programme Steering Committee-PSC) pada 4 Desember 2018 dipresentasikan dan dibahas. Para peserta merujuk hasil ini dengan mengembangkan dan mengusulkan kegiatan yang memerlukan dukungan dari FORCLIME-TC. Kemudian ususlan-usulan tersebut akan harmonisasikan oleh setiap manajer bidang strategis FORCLIME.

Kegiatan yang diusulkan termasuk: dukungan perencanaan hutan dan pengembangan kebijakan, sistem informasi tentang pengembangan operasional kesatuan pengelolaan hutan, pengembangan dan pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura), inventarisasi sumber daya hutan terkait MRV dan FREL di tingkat KPH, pendanaan mekanisme REDD+, mediasi konflik, dan pembangunan kapasitas. Oleh karena program ini akan selesai pada tahun 2020, beberapa kegiatan yang berkaitan dengan strategi keberlanjutan juga dibahas dan akan ditindaklanjuti dengan penyusunan publikasi terkait dampak dan pembelajaran pelaksanaan program.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Wandojo Siswanto, Manajer bidang strategis kebijakan hutan dan perubahan iklim
Mohammad Rayan, Advisor teknis bidang pengarusutamaan isu dan pengelolaan konflik

Dibuat: Kamis, 31 Januari 2019

in cooperation with ministry of forestry and environmentCooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of GermanyImplemented-by-giz