Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Tenaga Bakti Rimbawan berikan kontribusi signifikan bagi operasionalisasi KPH

Monev bakti rimbawan copy

Pusat Rencana dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusrenbang SDM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan FORCLIME menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi Program Bakti Rimbawan pada tanggal 17 Oktober di Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh 25 perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bappenas dan FORCLIME.

Kegiatan monitoring dan evaluasi atas Program Bakti Rimbawan dilakukan oleh Tim Ahli dari Pusrenbang SDM dan FORCLIME di sembilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), yaitu Sungai Wain, Kapuas Hulu, Gularaya, Rinjani Barat, Way Terusan, Bualemo, Jeneberang, Kerinci, dan Wae Sapalewa. Selain kunjungan lapangan, kegiatan monitoring dan evaluasi juga dilakukan melalui survei online. 645 tenaga Bakti Rimbawan dan 27 Kepala KPH terlibat dalam survei ini.

Hasil dari kegiatan monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa tenaga Bakti Rimbawan telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendorong aktivitas KPH. Bahkan di beberapa KPH, mereka menjadi “mesin penggerak”. Meski demikian, Program Bakti Rimbawan ini terancam keberlanjutannya karena keterbatasan anggaran, baik di kementerian maupun di daerah (kabupaten atau provinsi).

Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan bahwa program ini perlu dilanjutkan karena tenaga bakti rimbawan merupakan ujung tombak implementasi program pengelolaan hutan di tingkat tapak. Pengembangan program Bakti Rimbawan ini perlu melibatkan peranserta pemerintah daerah secara lebih intensif.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi
Edy Marbyanto, Manajer bidang Strategis, Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia

FORCLIME dukung implementasi pengelolaan hutan produksi lestari di KPH

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur didukung oleh FORCLIME, The Nature Conservancy (TNC) dan The Borneo Initiative (TBI) menyelenggarakan pembekalan dan penyegaran bagi pengelola Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang ada di Provinsi Kalimantan Timur, KPH Malinau (Kalimantan Utara) dan KPH Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) tentang konsep dan kebijakan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) pada tanggal 19-20 Oktober 2016 di Samarinda. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari KPH di Kalimantan Timur, KPH Kapuas Hulu, KPH Malinau, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Kalimantan Timur, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Samarinda.

Nara sumber pada pertemuan tersebut termasuk Rudi Pryanto (Direktorat Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Bambang Wahyudi (TNC), Iwan K. Permadi (TBI), Tunggul Butarbutar (FORCLIME), M. Fajar (Peterson Control Union), Prof. Soeyitno Soedirman (Praktisi PHPL).

Kesadaran untuk melakukan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) perlu dimiliki oleh seluruh jajaran yang terlibat dalam pengelolaan hutan. Kesadaran tersebut meliputi berbagai aspek, termasuk aspek kepatuhan terhadap peraturan perundangan, aspek produksi, aspek lingkungan, aspek sosial, dan juga dari aspek strategi bisnis.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Tunggul Butarbutar, Manajer bidang Strategis, Pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)
Suprianto, Adviser Teknis, Pembangunan KPH

FORCLIME dukung pengelolaan hutan lestari di KPH Berau Barat

20161001 102126

FORCLIME melanjutkan kerja sama dan pengembangan kapasitas terkait dengan pengelolaan hutan lestari melalui sertifikasi hutan (SVLK/PHPL/FSC) di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Berau Barat bersama dengan The Borneo Initiative (TBI) dan The Nature Conservancy (TNC). Tim gabungan ini melakukan kunjungan lapangan di tiga konsesi hutan yang berada dalam wilayah KPH Berau Barat pada tanggal 28 September hingga 7 Oktober 2016. Ketiga konsesi hutan yang dikunjungi adalah PT. Utama Damai Timber (UDIT), PT. Wana Bhakti Utama (WBPU) dan PT. Aditya Kirana Mandiri (AKM).

Pelaksanaan pengelolaan hutan lestari dan pembangunan KPH dilakukan bersama secara intensif bersama dengan lembaga sertifikasi yang bertujuan untuk melibatkan masyarakat dan pihak  swasta.  Kegiatan-kegiatan yang dilakukan termasuk pelatihan teknis, kajian dampak sosial dan partisipasi masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut, yang tujuannya untuk mendapatkan sertifikasi hutan, sedang dimonitor dan disupervisi oleh tenaga ahli bidang sertifikasi hutan. Pemberian sertifikasi hutan sangat tergantung dari perkembangan konsesi hutan dan pengalamannya dalam pengelolaan hutan lestari, proses untuk mendapatkan sertifikasi pengelolaan hutan lestari bervariasi pada masing-masing perusahaan. Beberapa faktor penentu adalah pengalaman dan investasi awal (misalnya hutan dan infrastruktur awal di hutan produksi alam), artinya ada perbedaan utama terkait dengan durasi operasionalisasi konsesi hutan; beberapa sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, sementara konsesi lainnya baru mulai lima tahun yang lalu.

Dalam hal operasionalisasi hutan dan pembalakan rendah dampak untuk mengurangi emisi (Reduced Impact Logging to reduce emissions - RIL-C), ketiga konsesi tersebut telah menerima pelatihan penuh mengenai RIL. Hasil dari kegiatan ini adalah paling tidak terjadi pengurangan emisi 25% pada wilayah seluas 136,000 ha, menurut metoda Verified Carbon Standard (VCS) yang dinyatakan oleh TNC.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Tobias Goedde, Manajer bidang Strategis, Pengelolaan Hutan Lestari
Suprianto, Advisor Teknis Pembangunan KPH, Kantor Berau

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

5 June 2017 World Environment Day

In order to motivate people to become active agents of sustainable and equitable development; promote the fundamental role of communities in changing attitudes towards environmental issues, and to promote cooperation for environmentally...

Selengkapnya...


September 19th – 22nd, 2017. IUFRO 125th Anniversary Congress

Freiburg, Germany

The IUFRO 125th Anniversary Congress, which will take place at the Konzerthaus in Freiburg, Baden-Württemberg, Germany, from 19 to 22 September 2017.

Follow link for more information

Kumpulan acara...