1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Lagi, KLHK raih Anugerah Parahita Ekapraya atas komitmen wujudkan kesetaraan gender

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr Siti Surbaya, menerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2018 yang diserahkan oleh Wakil Presiden pada tanggal 19 Desember 2018 di Istana Wakil Presiden, Jakarta. APE diberikan pemerintah kepada kementerian/lembaga yang memiliki komitmen mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, memiliki inovasi dalam penerapan kesetaraan gender, melakukan pembinaan Pengarusutamaan Gender (PUG) kepada kementerian/lembaga lainnya dan pemerintah daerah. Ada empat kategori APE, yaitu Pratama, Madya, Utama, dan yang tertinggi adalah Mentor. Kali ini, penghargaan yang diterima KLHK merupakan kategori tertinggi Anugerah Ekapraya, yaitu tingkat Mentor. Sebelumnya KLHK (2016) mendapatkan APE tingkat Utama. Selain KLHK, APE 2018 tingkat Mentor, juga diberikan kepada Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Salah satu pembeda dari APE Utama (2016) ke APE Mentor (2018) adalah KLHK telah melakukan inovasi berupa aktivitas kegiatan percontohan di tingkat tapak di kabupaten-kabupaten: Agam (Sumatra Barat), Waingapu (Nusa Tenggra Timur), dan di wilayah percontohan (demonstration areas) FORCLIME. Sejak 2013, secara konsisten, FORCLIME mendukung kegiatan Pengarusutamaan Gender di KLHK dan akan tetap memberikan dukungan kepada Pokja PUG KLHK.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
M. Rayan, Gender Focal Point, Advisor Crosscutting Issues & Conflict Management
Wandojo Siswanto, Manajer bidang Kebijakan Kehutanan

Dibuat: Kamis, 20 Desember 2018

Dinas Kehutanan Kalimantan Utara identifikasi kebutuhan pelatihan bagi KPH

 

identifikasi training needs Kaltara

Dalam rangka mendukung pengembangan kapasitas personel Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kalimantan Utara, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara dan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samarinda bersama dengan FORCLIME, menyelenggarakan lokakarya tanggal 6 Desember di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Tujuannya adalah untuk mempresentasikan hasil kajian lapangan di KPH Malinau terkait dengan identifikasi kebutuhan Diklat bagi sumber daya manusia KPH di Kalimantan Utara untuk lima tahun mendatang. Lokakarya dihadiri oleh perwakilan dari beberapa KPH yang ada di Kalimantan Utara, Dinas Pariwisata, Balai Taman Nasional Kutai dan LSM lokal.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara menegaskan bahwa KPH harus dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional agar mampu menjadi KPH yang mandiri serta berkontribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat.

Hasil identifikasi kebutuhan prioritas pelatihan bagi KPH di Kalimantan Utara, antara lain pelatihan: Inventarisasi Hasil Hutan Bukan Kayu, Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Pendampingan Program Perhutanan Sosial, Sistem Informasi Geografis. Tindak lanjut dari lokakarya ini adalah penyusunan program Diklat 2019 oleh Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samarinda berdasarkan hasil lokakarya tersebut.

Untuk informasi yang lebih lanjut, silakan hubungi:
M. Sidiq, Koordinator Provinsi Kalimantan Utara
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, Pengembangan Kapasitas SDM

Dibuat: Kamis, 13 Desember 2018

Peningkatan kapasitas staf lapangan untuk inventarisasi hutan yang lebih baik di Kabupaten Berau

 

Dalam rangka mendukung penyusunan rencana pengelolaan hutan bagi  Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), KPH Berau Barat bersama Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumberdaya Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, didukung FORCLIME, menyelenggarakan Pelatihan Inventarisasi Hutan tanggal 26-30 November di Tanjung Redeb, Kalimantan Timur. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam melakukan inventarisasi hutan khususnya inventarisasi tegakan (kayu). Sehingga ketersediaan data potensi dalam kawasan kelola KPH dan LPHD lebih terjamin. Dengan demikian rencana pengelolaan kawasan yang disusun akan lebih berkualitas. Peserta pelatihan, 25 orang, merupakan perwakilan KPH Berau Barat, LPHD dan LSM lokal. Selain pembelajaran dalam kelas, peserta juga melakukan praktik inventarisasi di Hutan Kota Tangap, Kabupaten Berau.

Para peserta berharap pelatihan ini ditindaklanjuti dengan pelatihan analisis data hasil inventarisasi, selain pelatihan dasar Sistem Informasi Geografis.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, Peningkatan Kapasitas SDM
Suprianto, Advisor Teknis Pengelolaan Hutan Lestari, Koordinator Kabupaten Berau

Dibuat: Selasa, 11 Desember 2018