1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Publikasi baru: Peta Jalan (roadmap) Percepatan Pembangunan KPH menuju KPH mandiri

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur didukung oleh mitra-mitra pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kalimantan Timur (GIZ, Global Green Growth Institute, The Nature Conservancy, WWF-Indonesia dan Dewan Daerah Perubahan Iklim dll), menerbitkan buku “Peta Jalan (roadmap) Percepatan Pembangunan KPH menuju KPH mandiri”. Sumber buku ini adalah isi surat keputusan Gubernur Kalimantan Timur No 522/K.269/2018. Buku Peta Jalan KPH ini berisi arahan pelaksanaan, strategi, program dan rencana aksi percepatan pembangunan KPH untuk menuju KPH mandiri, termasuk juga pengembangan sarana prasarana, investasi, sumber daya manusia, pemantauan, pengawasan dan pembinaan. Selain itu, buku Peta Jalan ini juga berisi Kriteria dan Indikator KPH Mandiri berdasarkan tugas pokok dan fungsi KPH.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: 
Tunggul Butarbutar, Koordinator Provinsi Kalimantan Timur
Suprianto, Advisor Teknis Bidang Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Lutz Hofheinz, Manajer strategis bidang Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)

Dibuat: Senin, 14 Januari 2019

Kampanye pencegahan pembalakan liar di kawasan hutan di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

 

2018 12 Campaign preventing illegal logging Kapuas Hulu Moritz Zetzmann

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kapuas Hulu Timur di Kalimantan Barat bersama dengan FORCLIME melakukan kampanye pencegahan pembalakan liar pada bulan Desember 2018, dan kegiatan ini berkontribusi terhadap perlindungan hutan di wilayah tersebut. Merupakan salah satu dari tugas penting KPH untuk menginformasikan kepada masyarakat desa mengenai pemanfaatan hutan untuk mencegah deforestasi dan praktik-praktik pengelolaan hutan yan tidak berkelanjutan.

Untuk itu, KPH Kapuas Hulu Timur memasang papan pengumuman tentang pencegahan pembalakan liar di tempat-tempat strategis seperti persimpangan jalan di 10 desa di dua kecamatan Putussibau Selatan dan Kalis. Dengan demikian, masyarakat desa harus mengajukan izin penebangan dan pengolahan kayu serta menghentikan kegiatan pembalakan yang melanggar hukum.

Sebelum pemasangan papan pengumuman, KPH Kapuas Hulu Timur telah mengidentifikasi 10 desa prioritas dalam wilayah mereka berdasarkan survei lapangan yang dilakukan pada tahun 2018. KPH Kapuas Hulu Timur dan FORCLIME bersama-sama bekerja dengan para pemimpin desa untuk memastikan reaksi positif dari penduduk.

Kampanye lebih lanjut di wilayah lainnya direncanakan untuk 2019, termasuk juga diseminasi informasi mengenai hak pemantaatan hutan, pembalakan liar dan masalah deforestasi melalui pertemuan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Moritz Zetzmann, Advisor bidang pembangunan kesatuan pengelolaan hutan, Kapuas Hulu

Dibuat: Selasa, 08 Januari 2019

Publikasi ilmiah: Pencapaian terkini pengurangan deforestasi di Kalimantan

Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan FORCLIME menyusun artikel bersama yang telah diterbitkan pada Jurnal Geografi Indonesia: "Pencapaian terkini pengurangan deforestasi di Kalimantan" [(IJG Vol. 50) No 2 Desember 2018]. Makalah ini menganalisis laju deforestasi dan emisi bruto dari deforestasi di lima provinsi di Kalimantan setelah 2012, dalam kurun waktu 2013 hingga 2015, dan mengaitkannya dengan laju deforestasi dan emisi tahunan rata-rata setiap provinsi periode 1990-2012, yang ditetapkan Indonesia sebagai rona awal Referensi Tingkat Emisi Hutan (forest reference emissions level-FREL).

Hasilnya menunjukkan gambaran yang beragam: Kecenderungan linier keseluruhan deforestasi dan laju emisi bruto di Kalimantan mengarah ke bawah (lihat Gambar 1) namun dengan fluktuasi tahunan yang cukup besar khususnya pada periode sebelumnya. Akan tetapi, perkembangan pengurangan emisi dari deforestasi sangat bervariasi antara lima provinsi Kalimantan, seperti yang diharapkan karena perbedaan biogeofisika dan ekonomi, sejarah penebangan dan sumber daya hutan awal dan yang tersisa. Sementara Kalimantan Selatan, Tengah dan Timur memiliki tren penurunan linear dalam jangka panjang dan dengan demikian tampaknya berada pada keadaan yang baik dalam hal mengurangi deforestasi. Sedangkan Kalimantan Barat dan Utara menunjukkan kinerja yang kurang baik dalam hal mengurangi deforestasi. Namun demikian, emisi aktual dari deforestasi yang terakumulasi sejak 1990 hampir tidak di bawah skenario Business-As-Usual (BAU) (lihat Gambar 2). Hal ini menunjukkan bahwa upaya keseluruhan di kelima provinsi Kalimantan hingga saat ini tidak cukup untuk mencapai pengurangan emisi yang signifikan dibandingkan dengan skenario BAU yang diproyeksikan.

Gambar 1. Tingkat emisi rata-rata tahunan untuk pulau Kalimantan (batang merah) dengan FREL (garis putus-putus hitam) dan tren linier emisi tahunan (garis putus-putus merah).

 

Gambar 2 Emisi kumulatif dari deforestasi di Kalimantan. Emisi historis dari periode referensi historis (1990-2012) ditampilkan dalam warna hijau,BAU untuk periode proyeksi (2013-2020) berwarna kuning dan emisi aktual pada tahun 2013, 2014 dan 2015 berwarna merah

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Stephanie Wegscheider, Advisor bidang GIS/Remote Sensing

Dibuat: Selasa, 08 Januari 2019