1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Menyelaraskan rencana kerja untuk mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

FC TC coordination meeting

Program bilateral pemerintah Indonesia dan Jerman mengenai hutan dan perubahan iklim, Forests and Climate Change Programme - FORCLIME Modul Kerja Sama Teknis (Technical Cooperation – TC) dan Modul Kerja Sama Keuangan (Financial Cooperation-FC), mengadakan pertemuan koordinasi untuk menyelaraskan rencana kerja mereka untuk mendukung Rencana Strategis 2015-2019 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 7-8 Februari 2019 di Yogyakarta. Lebih dari 40 peserta menghadiri pertemuan tersebut, yang mewakili direktorat jenderal teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta mitra lokal dari Kalimantan Barat, Timur dan Utara.

FORCLIME TC dan FC akan terus mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, termasuk dukungan terhadap pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), program perhutanan sosial, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia terkait dengan operasionalisasi KPH.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Mohammad Rayan, Advisor, Mainstreaming issues dan pengelolaan konflik
Wandojo Siswanto, Manajer bidang strategis, Kebijakan Kehutanan dan Perubahan Iklim

Dibuat: Senin, 11 Februari 2019

Perwakilan Kementerian Federal Jerman kunjungi wilayah kerja FORCLIME di Palu, Sulawesi Tengah

 

2019 01 30 BMZ visited Lere Palu ik

Sebagai bagian dari agenda kunjungan ke Indonesia, perwakilan Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (BMZ) mengunjungi wilayah kerja FORCLIME di Palu, Sulawesi Tengah pada 29 - 31 Januari. Selain menyaksikan kemajuan pelaksanaan kegiatan FORCLIME di Palu dan Cagar Biosfer Lore Lindu, delegasi juga mengunjungi desa Lere di mana FORCLIME membantu pemetaan desa partisipatif.

Pemetaan desa partisipatif, yang mengacu pada Peta Zona Rawan Bencana dari pemerintah, bertujuan untuk membantu masyarakat untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang situasi desa mereka setelah Tsunami. Proses pemetaan partisipatif termasuk mendokumentasikan situasi saat ini, selain itu, merekam ide-ide masyarakat untuk masa depan desa mereka.

Desa Lere, satu dari enam desa di Kecamatan Palu Barat dengan populasi 11.512 orang (data 2017), merupakan desa dengan populasi terbanyak di wilayah sekitar Palu. Karena terletak tepat di ujung Cekungan Palu, Lere mendapat dampak parah dari Tsunami yang terjadi tanggal 28 September 2018. Selain tingginya korban jiwa, sejumlah besar rumah, bangunan, fasilitas, dan infrastruktur desa telah hancur.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ismet Khaeruddin, Koordinator Provinsi Sulawesi Tengah

Dibuat: Jumat, 01 Februari 2019

KPH Kubu Raya akan kembangkan desa model untuk cegah kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya

 

2019 01 21 manggala agni coord meeting jum

Dalam rangka mengkoordinasi program kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diwilayahnya, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kubu Raya mengadakan pertemuan dengan mitra-mitranya untuk membangun kesepahaman dan berbagi peran terkait upaya-upaya pencegahan karhutla di wilayah KPH Kubu Raya. Pertemuan dilaksanakan tanggal 21 Januari 2019 di Kantor Manggala Agni Daops Pontianak, Kalimantan Barat, dan dihadiri 47 perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Manggala Agni Daops Pontianak, Badan Penanggangan Bencana Daerah Kabupaten Kubu Raya, Brigade Karhutla KPH Kubu Raya.  Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama KPH Kubu Raya dengan perusahaan konsultan, EcoConsult, dan FORCLIME.

Pertemuan diawali dengan penanaman pohon di kompleks perkantoran Daops Manggala Agni dan melihat bagian dari kompleks yang dialokasikan sebagai tempat belajar pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Di akhir pertemuan, peserta rapat sepakat untuk berbagi data dan informasi untuk memperkuat sistem peringatan dini kebakaran hutan dan lahan, dan mengembangkan desa model karhutla untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ponty Wijaya, Kepala KPH Kubu Raya selaku Ketua Brigade Karhutla
Udi Tyastoto, Tenaga Ahli Kebakaran Hutan Lahan EcoConsult
Jumtani, Koordinator Provinsi Kalimantan Barat

Dibuat: Jumat, 01 Februari 2019