1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Uji coba petunjuk teknis inventarisasi hutan di wilayah KPH Kapuas Hulu Utara

testing juknis invent hutan Kapuas Hulu

Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH), Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan GIZ melakukan uji coba petunjuk teknis inventarisasi hutan berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan P.1/2017 pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan KPH Produksi (KPHP). Kegiatan ini dilaksanakan selama 12 hari, mulai tanggal 30 Januari sampai 10 Februari. Uji coba ini bertujuan untuk memastikan petunjuk teknis dapat dilaksanakan dari aspek teknis, waktu, peralatan dan tenaga pelaksana.

Lokasi uji coba dilakukan di empat tipe penutupan lahan yaitu hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, hutan rawa primer, dan hutan rawa sekunder di wilayah KPH Kapuas Hulu Utara. Pada masing-masing tipe penutupan lahan dilakukan uji coba sebanyak satu klaster. Masing-masing regu terdiri dari satu ketua tim dari IPSDH, dua tenaga teknis dari KPH, dan empat tenaga lokal dari desa setempat.

Setelah uji coba ini akan diadakan focus group discussion (FGD) untuk menampung masukan-masukan demi perbaikan peraturan dirjen dimaksud.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Dody Rahmansyah, Pengendali Ekosistem Hutan, Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan  Sumberdaya Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Klothilde Sikun, Advisor teknis GIS dan Koordinator Kabupaten Kapuas Hulu

Dibuat: Selasa, 27 Februari 2018

Cagar Biosfer Lore Lindu tingkatkan kapasitas kelompok perempuan dalam budidaya anggrek

2018 01 18 Training women group 1 ik

Cagar Biosfer Lore Lindu bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako di Sulawesi Tengah, dan didukung GIZ, mengadakan serangkaian pelatihan mengenai konservasi dan budidaya anggrek serta pengembangan usaha bagi kelompok perempuan di desa Karunia pada tanggal 18-19 Januari.  Tujuan dari kegiatan ini selain untuk menjaga kelestarian tanaman anggrek, juga untuk meningkatkan keterampilan budidaya tanaman anggrek dan pengembangan usaha, sehingga dapat dijadikan tambahan pendapatan bagi rumah tangganya. 28 perempuan desa Karunia mengikuti pelatihan tersebut. Sebelumnya pelatihan yang sama juga diberikan kepada 28 perempuan di desa Rejeki.

Pelatihan juga akan diadakan di beberapa desa lainnya, yaitu Berdikari, Ampera, Makmur; yang berada di sekitar kawasan Cagar Biosfer Lore Lindu.

Setelah pelatihan, masing-masing kelompok perempuan membuat dan memelihara percontohan budidaya anggrek di desanya masing-masing. Mengacu kepada pemintaan pemerintah desa dan kelompok dampingan, pada akhir pendampingan pada bulan Maret akan dilakukan festival anggrek untuk promosi dan penilaian hasil penerapan dari setiap kelompok dampingan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ismet Khaeruddin, Advisor teknis keanekaragaman hayati, Koordinator Provinsi Sulawesi Tengah

Dibuat: Selasa, 23 Januari 2018

Masyarakat Batu Rajang buat peta lokasi usulan kemitraan kehutanan

Batu rajang map for partneship

Masyarakat Kampung Batu Rajang telah membuat peta usulan kemitraan dan mengirimkannya kepada konsesi hutan, PT Inhutani I Labanan, yang berada di dalam wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Barat, Kalimantan Timur pada tanggal 9 Januari lalu. Peta usulan ini dibuat sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman penyelesaian masalah tenurial di wilayah kesatuan pengelolaan hutan tsb. Lokasi seluas 1.705Ha, sudah disepakati antara perusahaan konsesi hutan dan masyarakat kampung Batu Rajang yang diwakili oleh tiga kelompok tani hutan (Bangen Tawai, Pebeka Tawai, Tiga Tawai), sebagai tempat pelaksanaan kegiatan kemitraan kehutanan, termasuk: agroforestry, bio-farmaka (tanaman obat), silvo pasture. Proses penyelesaian permasalahan tenurial ini dilakukan oleh KPHP Berau Barat bekerja sama dengan GIZ.

Langkah selanjutnya, setelah dasar hukumnya terpenuhi, adalah menyusun rencana pengelolaan areal kemitraan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Suprianto, Advisor teknis pengelolaan hutan Lestari, Koordinator Kabupaten Berau

Dibuat: Jumat, 19 Januari 2018