1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Studi populasi rusa di Tambrauw, Papua Barat untuk buat keputusan pengelolaan di masa depan

2020 10 07 Webinar Rusa management in Tambrauw margaretha pangau

Introduksi spesies mamalia ke Tanah-Papua telah menjadi fokus perhatian konservasi. Meningkatnya kelimpahan spesies introduksi tersebut (misalnya rusa) dapat sangat mempengaruhi flora dan fauna asli Tanah Papua. Oleh karena itu, pada bulan Mei hingga Oktober 2019 FORCLIME mendukung studi penelitian lapangan tentang pengelolaan Rusa di Tambrauw, Papua Barat. Studi lapangan dirancang untuk memberikan data dasar tentang kelimpahan populasi dan praktik berburu saat ini. Informasi ini akan menjadi penting untuk keputusan pengelolaan rusa di masa depan. Penelitian ini merupakan kerjasama FORCLIME, Universitas Göttingen Jerman, Universitas Cenderawasih dan Universitas Papua. Hasil penelitian lapangan dipresentasikan dalam webinar pada 7 Oktober 2020 menggunakan aplikasi MS Teams. Penelitian lapangan menggambarkan sebaran dan populasi rusa di Tambrauw, pola perburuan dan pentingnya rusa bagi masyarakat lokal dalam hal perburuan dan kelestarian satwa liar. Lebih dari 60 peserta mengikuti webinar, yang mewakili Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di tingkat nasional dan daerah (Papua dan Papua Barat), instansi pemerintah terkait dan universitas di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Mohammad Sidiq, Advisor Teknis bidang pengelolaan hutan lestari
Dr Margaretha Pangau, peneliti studi pengelolaan rusa di Tambrauw, Papua Barat

Dibuat: Rabu, 07 Oktober 2020

Program magang FORCLIME 2020 bagi siswa Papua selama pandemi covid-19

2020 09 14 Introduction orkshop for internship 2020

Menyusul keberhasilan program magang yang dilaksanakan pada tahun 2019, FORCLIME melanjutkan program tersebut pada tahun 2020. Tahun ini, lima lulusan baru dari Universitas Papua dan satu mahasiswa dari Universitas Ottow Geissler mengikuti program magang. Karena pandemi Covid-19 saat ini, magang dilakukan sepenuhnya secara online. Masing-masing peserta magang akan didampingi oleh mentor untuk memfasilitasi dan mengawasi pekerjaan mereka selama magang. Magang akan berlangsung selama dua setengah bulan. Magang sudah dimulai dengan Lokakarya Pengenalan yang diadakan pada tanggal 14-18 September 2020. Kegiatan ini juga dilakukan secara online menggunakan applikasi MS Teams.

Selama lokakarya, peserta magang diberi informasi mengenai berbagai topik. Termasuk program prioritas di bidang kehutanan, GIZ, FORCLIME dan bidang tematiknya seperti perhutanan sosial, konservasi keanekaragaman hayati, pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan dan mitigasi perubahan iklim di bidang kehutanan. Selain itu, peserta magang juga mendapatkan wawasan dari program GIZ lainnya terkait dengan pencegahan korupsi di sektor kehutanan, pengelolaan lahan gambut, dan rantai pasokan pertanian berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang program magang FORCLIME, silakan hubungi
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, pengembangan SDM
Pipin Permadi, Koordinator Nasional

Dibuat: Senin, 21 September 2020

Webinar ke-3: Hasil Penelitian Siswa Magang dari Tanah Papua

Webinar seri 3

Setelah menyelesaikan program magang di FORCLIME bulan Oktober 2019, beberapa mahasiswa dari Universitas Cenderawasih dan Universitas Papua diberi kesempatan melakukan penelitian di Tanah Papua. Hasil penelitian tersebut disajikan dalam rangkaian webinar, yang pertama dilaksanakan 9 Juli, yang kedua dilakukan pada 23 Juli, sedangkan webinar ketiga disampaikan pada 6 Agustus dengan topik sebagai berikut:

  • “Jenis tanaman untuk bahan baku pembuatan dan pewarna alami noken (tas tradisional Papua) yang digunakan oleh masyarakat di Kampung Rhepang Muaif, Kecamatan Nimbokrang, Kabupaten Jayapura” oleh Ronauli Silitonga.
  • “Identifikasi penyakit patogen dan jamur pada ketiga Agathis labillardieri di Kampung Rimbajaya, Kecamatan Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor oleh Martha Desriyanti Siregar.

Program magang FORCLIME merupakan bagian dari upaya dalam mengembangkan kesempatan pendidikan dan kerja bagi mahasiswa Papua dan Papua Barat dari Universitas Cenderawasih dan Universitas Papua. Mereka ditugaskan di beberapa wilayah kerja FORCLIME untuk belajar dari tim FORCLIME, sekaligus bekerja dengan mitra di tingkat lapangan

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, pengembangan SDM
Jumtani, Koordinator Provinsi Kalimantan Barat

Dibuat: Selasa, 25 Agustus 2020

in cooperation with ministry of forestry and environmentCooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of GermanyImplemented-by-giz