Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

FORCLIME dukung pengelolaan hutan lestari di KPH Berau Barat

20161001 102126

FORCLIME melanjutkan kerja sama dan pengembangan kapasitas terkait dengan pengelolaan hutan lestari melalui sertifikasi hutan (SVLK/PHPL/FSC) di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Berau Barat bersama dengan The Borneo Initiative (TBI) dan The Nature Conservancy (TNC). Tim gabungan ini melakukan kunjungan lapangan di tiga konsesi hutan yang berada dalam wilayah KPH Berau Barat pada tanggal 28 September hingga 7 Oktober 2016. Ketiga konsesi hutan yang dikunjungi adalah PT. Utama Damai Timber (UDIT), PT. Wana Bhakti Utama (WBPU) dan PT. Aditya Kirana Mandiri (AKM).

Pelaksanaan pengelolaan hutan lestari dan pembangunan KPH dilakukan bersama secara intensif bersama dengan lembaga sertifikasi yang bertujuan untuk melibatkan masyarakat dan pihak  swasta.  Kegiatan-kegiatan yang dilakukan termasuk pelatihan teknis, kajian dampak sosial dan partisipasi masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut, yang tujuannya untuk mendapatkan sertifikasi hutan, sedang dimonitor dan disupervisi oleh tenaga ahli bidang sertifikasi hutan. Pemberian sertifikasi hutan sangat tergantung dari perkembangan konsesi hutan dan pengalamannya dalam pengelolaan hutan lestari, proses untuk mendapatkan sertifikasi pengelolaan hutan lestari bervariasi pada masing-masing perusahaan. Beberapa faktor penentu adalah pengalaman dan investasi awal (misalnya hutan dan infrastruktur awal di hutan produksi alam), artinya ada perbedaan utama terkait dengan durasi operasionalisasi konsesi hutan; beberapa sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, sementara konsesi lainnya baru mulai lima tahun yang lalu.

Dalam hal operasionalisasi hutan dan pembalakan rendah dampak untuk mengurangi emisi (Reduced Impact Logging to reduce emissions - RIL-C), ketiga konsesi tersebut telah menerima pelatihan penuh mengenai RIL. Hasil dari kegiatan ini adalah paling tidak terjadi pengurangan emisi 25% pada wilayah seluas 136,000 ha, menurut metoda Verified Carbon Standard (VCS) yang dinyatakan oleh TNC.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Tobias Goedde, Manajer bidang Strategis, Pengelolaan Hutan Lestari
Suprianto, Advisor Teknis Pembangunan KPH, Kantor Berau

Publikasi baru: Operasionalisasi SIS-REDD+ di Indonesia

SIS REDD

Telah terbit buku baru dengan judul "Safeguards Information System for REDD+ in Indonesia – Moving Towards an Operational SIS-REDD+" pada bulan September 2016. Publikasi ini disusun oleh divisi REDD+ di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan FORCLIME.

Sejak 2011, FORCLIME dan KLHK telah bekerja sama menyusun Safeguards Information System REDD+ (SIS-REDD+) di Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam keputusan UNFCCC pada COP 16 di Cancun, dan untuk memastikan dampak negatif minimum pada masyarakat dan lingkungan dari kegiatan yang terkait REDD+. Melalui proses multi-stakeholder tujuh pengamanan Cancun diterjemahkan ke dalam konteks Indonesia. Hal ini termasuk analisis pengamanan terkait instrumen yang ada di Indonesia (seperti kebijakan, peraturan dan praktik), diikuti dengan penyusunan Prinsip, Kriteria dan Indikator (PCI) untuk SIS-REDD+. Selanjutnya, dikembangkan alat penilaian untuk pelaksana REDD+ untuk mengukur kepatuhan dengan upaya perlindungan PCI REDD+. Selain itu dibangun web-platform untuk menyajikan informasi tentang pelaksanaan SIS REDD+. Kemudian SIS REDD+ diujicobakan penerapannya di tingkat sub-nasional di Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Jambi. Langkah selanjutnya adalah perluasan operasionalisasi SIS-REDD+ di seluruh Indonesia, dan penyusunan kerangka payung hukum untuk pelaksanaan SIS-REDD+.

Untuk mendiseminasikan pengalaman-pengalaman berharga dan pembelajaran bagi penggiat REDD+ yang lebih luas, baik di Indonesia maupun internasional, Divisi REDD+ KLHK dan FORCLIME bersama-sama menyusun buku berjudul "Safeguards Information System for REDD+ in Indonesia – Moving Towards an Operational SIS-REDD+".

Buku ini dapat diunduh melalui website FORCLIME: Media and Publication

For further information, please contact:
Nina-Maria Gaiser, FORCLIME Junior Advisor.

Spesies langka terlihat saat pelatihan lapangan di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Amorphophallus titanium

Bunga Bangkai atau Amorphophallus titanum terlihat selama pelatihan dua hari mengenai rehabilitasi tanaman kakao di desa Ukit Ukit, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Tanaman dengan bau yang tidak menyenangkan seperti hewan busuk ini diklasifikasikan sebagai rentan oleh International Union for the Conservation of Nature (Daftar Merah IUCN).

Tanaman tersebut ditemukan di hutan sekunder campuran tua yang terdiri dari buah-buahan dan tanaman pohon tinggi seperti durian, rambutan, kakao dan karet pohon, dekat dengan tepi sungai Labian. Tumbuhan ini sangat sensitif terhadap perubahan habitat, kehadiran Bunga Bangkai di hutan menunjukkan bahwa kondisi tanah yang baik, keanekaragaman hayati yang kaya, dan adanya keseimbangan ekologi.

FORCLIME mendukung kelompok masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu termasuk 12 petani agroforestri dari desa Ukit Ukit dan desa Labian Iraan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam menerapkan sistem agroforestry di ladangnya.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan agroforestry FORCLIME di Kapuas Hulu, silakan hubungi:

Karl Jaeger, Adviser untuk Pembangunan Ekonomi Hijau

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

September 19th – 22nd, 2017. IUFRO 125th Anniversary Congress

Freiburg, Germany

The IUFRO 125th Anniversary Congress, which will take place at the Konzerthaus in Freiburg, Baden-Württemberg, Germany, from 19 to 22 September 2017.

Follow link for more information



6-17 November 2017. UNFCCC COP 23

Bonn, Nordrhein-Westfalen, Germany

The 23rd session of the Conference of the Parties (COP 23) to the UN Convention on Climate Change (UNFCCC) will be organized by Fiji and hosted at the headquarters of the UNFCCC secretariat in Bonn, Germany.

Selengkapnya...

Kumpulan acara...