Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Pembelajaran dari studi pembalakan rendah karbon: aspek kebijakan mekanisme pengawasan pembalakan

Pada tanggal 17 Juni 2016 FORCLIME menyelenggarakan pertemuan yang diikuti dengan diskusi bagi para pihak terkait yang tugasnya berurusan dengan 'mekanisme pengawasan pembalakan”, termasuk semua peraturan yang berkaitan dengan penyusunan, regulasi, dan pemantauan Jatah Tebang Tahunan (JPT) dan pembalakan rendah karbon (Reduced Impact Logging – Carbon/RIL-C). Hasil studi RIL-C yang telah dilakukan oleh FORCLIME dan Tropical Forest Foundation (TFF) pada wilayah konsesi PT Inhutani II di Malinau, Kalimantan Utara, dipresentasikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MoEF), khususnya Direktorat Bina Usaha Hutan Produksi, Direktorat Iuran dan Peredaran Hasil Hutan dan Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim.

Diskusi dipandu dengan pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana standar pemanfaatan dapat dioptimalkan dalam hal memanfaatkan volume batang utama lebih efektif? Terkait dengan hasil kajian ulang atas Pedoman Inventarisasi Pengelolaan Hutan di tingkat KPH, pilihan mana yang bisa digunakan untuk memperbaiki persyaratan inventarisasi hutan di dalam konsesi hutan yang aktif? Selain dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, berbagai mekanisme pengawasan pembalakan dan potensi penerapan silvikultur di hutan produksi juga masuk sebagai bahan diskusi. Salah satu pertanyaannya adalah apakah ada kebutuhan untuk meninjau kembali pedoman silvikultur yang ada, baik dari segi memberikan panduan yang jelas untuk kontraktor logging, yang kedepannya akan dilakukan oleh KPH; dan juga dalam hal mendukung sinergi antara sertifikasi FSC (termasuk RIL) dan SVLK/PHPL untuk menjamin akses pasar internasional yang lebih luas bagi produk ramah lingkungan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Tobias Goedde, Manajer bidang Strategis, Pengelolaan Hutan Lestari (PHL)

FORCLIME dukung Pusat Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan adakan ToT untuk implementasi eLearning

Pusat Diklat Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Pusdiklat KLHK) bekerja sama dengan FORCLIME menyelenggarakan lokakarya terkait dengan implementasi eLearning di Pusdiklat KLHK. Lokakarya ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyiapkan materi yang dibutuhkan dalam peningkatan kapasitas dalam mengelola eLearning, termasuk manajemen, pengajar (widyaiswara) maupun staf administrasi sesuai dengan perannya masing-masing. Kegiatan training of trainers yang diikuti oleh 25 peserta (Widyaiswara, tim e-learning Pusdiklat KLHK, dan focal points Balai Diklat LHK), diselenggarakan pada tanggal 6 – 10 Juni di Bogor.

Sejak 2014, Pusdiklat KLHK dan FORCLIME telah berkolaborasi dalam pengembangan eLearning di Pusdiklat KLHK. Dalam mengembangkan eLearing ini dibantu oleh AIZ, lembaga pelatihan GIZ untuk kerja sama internasional. Lokakarya ini merupakan salah satu exit strategy pendampingan AIZ yang akan berakhir tahun 2016. Beberapa pencapaian dari pengembangan eLearning antara lain: penyusunan road map pengembangan eLearning; tersusunnya 4 buah modul blended learning, terselenggaranya pelatihan uji coba blended learning, terbentuknya tim eLearning di Pusat Diklat LHK, penguatan kapasitas pejabat struktural, widyaiswara dan staf terkait dengan eLearning, serta terbangunnya jejaring eLearning.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Suherdi, Tim eLearning Pusdiklat KLHK
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia, FORCLIME

Pemda Berau ajak para pihak untuk membangun Berau

Kepala Daerah Kabupaten Berau dan jajarannya mengadakan seminar sehari untuk mengintegrasikan visi dan misi selama proses pemilihan kepala daerah ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada pertengahan Mei lalu di Tanjung Redeb, dengan tema Terobosan Pembangunan Menuju Berau Sejahtera, Unggul dan Berdaya Saing. Misi RPJMD Kabupaten Berau 2016-2021 adalah: meningkatkan daya saing masyarakat; meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkeadilan; mengembangkan daya saing ekonomi wilayah berbasis sektor unggulan; mewujudkan pemerataan infrastruktur; meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan religius; dan mewujudkan daya dukung lingkungan yang baik. Seminar yang dihadiri tidak kurang dari 300 orang ini merupakan kerja sama antara Pemda Berau, swasta, dan program-program yang memiliki wilayah kerja di Kabupaten Berau, misalnya The Nature Conservancy (TNC), program-program GIZ (GELAMAI dan FORCLIME).

Selain Kepala Daerah Kabupaten Berau, nara sumber lainnya adalah Wakil Bupati Berau, H. Agus Tamtomo, yang mepresentasikan kondisi awal pembangunan di Kabupaten Berau periode 2016-2021; Prof. Johan Silas, seorang ahli Tata Ruang dari Institut Teknologi Surabaya, menyampaikan pengelolaan lingkungan hidup  sebagai dampak dari hasil pembangunan seperti pengelolaan sampah, perubahan air sungai, kebakaran hutan dan lahan serta dampak perubahan iklim global, serta ahli perhutanan sosial dari Universitas Mulawarman, Prof. Mustofa Agung Sardjono, menyajikan terobosan-terobosan pembangunan desa dalam kerangka UU No. 06 Tahun 2014 tentang Desa.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Suprianto, Technical Advisor for FMU development
Budi Susanto, Technical Adviser (GIS) Berau

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

May 1st – 5th, 2017. 12th session of the UN Forum on Forests (UNFF12)

New York, United States

Further details on the meeting of the 12th session of the UN Forum on Forests will soon be made available.



22 May 2017 International Day for Biological Diversity

In order to increase understanding and awareness of issues relating to biodiversity, the General Assembly, by resolution 55/201 of 20 December 2000, proclaimed May 22 as the International Day for Biological Diversity.

Official note

Resolution...

Selengkapnya...

Kumpulan acara...