1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

FORCLIME dukung cagar biosfer di Kalimantan Barat melalui kegiatan rantai pasokan berkelanjutan tanpa deforestasi

 

Visiting Bupati Kapuas Hulu ELK

Manajemen Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dan FORCLIME mengunjungi Bupati Kabupaten Kapuas Hulu pada 23 Oktober di Putussibau, Kalimantan Barat. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan dukungan GIZ pada Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu, yang baru-baru ini dipilih oleh Man and the Biosphere Program (MAB) UNESCO. Dukungan akan diberikan melalui kegiatan program yang terkait dengan 'Rantai Pasokan Bebas Deforestasi' (Deforestation-Free Supply Chains) dan mempromosikan branding produk dari cagar biosfer. “Produk yang dihasilkan dari rantai pasok yang lestari dipanen atau diproduksi dengan menggunakan metode intensifikasi lahan, tidak membuka lahan hutan; barang diproduksi secara berkelanjutan, asal produk dapat dilacak kembali (traceable) dan tanpa eksploitasi tenaga kerja', jelas Georg Buchholz, Direktur Program FORCLIME.

Bupati Kapuas Hulu menyambut baik dukungan yang diberikan oleh GIZ. "Status baru sebagai Cagar Biosfer mendorong kami untuk terus bekerja mendukung konservasi dan perlindungan kabupaten Kapuas Hulu," kata Bupati. "Saya berharap program yang didukung oleh GIZ akan bermanfaat bagi masyarakat di Kapuas Hulu," tambahnya.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Yuliana Suliyanti, Advisor bidang Rantai Nilai Pertanian Berkelajutan
Jumtani, Koordinator Provinsi Kalimantan Barat

Dibuat: Kamis, 25 Oktober 2018

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan integrasikan isu gender kedalam pengelolaan pelatihan

 

Gender mainstreaing Widyaiswara resized

Dalam rangka mendukung percepatan pelaksanaan pengarusutamaan gender di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kelompok Kerja Pengarusautamaan Gender (Pokja PUG)) bekerja sama dengan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanann (BD LHK) Makassar dan GIZ menyelenggarakan Pelatihan Pengarusutamaan Gender bagi Widyaiswara pada tanggal 18-19 Oktober di Makassar, Sulawesi Selatan. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para widyaiswara terkait pengarusutamaan gender agar mereka mampu mengintegrasikan isu gender dalam Siklus Manajemen Pelatihan (training management cycle). 29 Widyaiswara dari Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bogor dan BD LHK daerah (Bogor, Kupang, Makassar, Samarinda) mengikuti pelatihan ini.

Dalam pelatihan ini para peserta melakukan diskusi kelompok untuk menyusun kurikulum pelatihan pengarusutamaan gender versi eLearning, mengidentifikasi strategi pengintegrasian gender kedalam siklus manajemen pelatihan dan mengidentifikasi indikator lembaga Diklat yang responsif gender. Hasil diskusi kelompok tersebut akan ditindaklanjuti dan disempurnakan melalui pertemuan dengan Badan Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia KLHK dan Pusat Diklat LHK pada bulan November yang akan datang.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ernawati Eko Hartono, Pokja PUG KLHK
Edy Marbyanto, Manajer Strategis bidang Peningkatan Kapasitas SDM

Dibuat: Sabtu, 20 Oktober 2018

Menjelajahi pilihan ekowisata untuk desa Karangan Bunut, Kalimantan Barat

 

Study trip to Kuching resized

Pada kesempatan perjalanan studi ke Kuching di negara tetangga Serawak/Malaysia yang diselenggarakan oleh tim FORCLIME Kalimantan Barat pada tanggal 7 hingga 11 Oktober 2018, peserta kunjungan wisata mengumpulkan wawasan berharga bagi organisasi dan pengelolaan ekowisata di desa Karangan Bunut, Kalimantan Barat. Para peserta adalah perwakilan dari desa Karangan Bunut, yang terlibat dalam pengelolaan ekowisata termasuk mengundang pengunjung dan menawarkan eco lodge dan akomodasi rumah panjang. Mereka didampingi oleh tim FORCLIME Kalimantan Barat, yang telah melakukan pendampinga dalam mendukung pengembangan pariwisata di desa tersebut.

Selama di Kuching, peserta berdiskusi mengenai kemungkinan kerja sama antara lembaga-lembaga publik dan sektor swasta dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata, terutama kegiatan outdoor dan budaya Dayak Kalimantan. Selain itu, juga berdiskusi dengan agen perjalanan mengenai gagasan untuk meningkatkan daya tarik untuk mengunjungi Kapuas Hulu dan Karangan Bunut. Pada akhir pertemuan, peserta saling bertukar kontak, dengan tujuan untuk pertukaran lebih lanjut dan promosi bersama pariwisata lintas batas.

Dalam perjalanan pulang, para peserta mengidentifikasi perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan atas paket wisata yang sekarang mereka miliki.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Karl Jaeger, Advisor, Agroforestri
Klothilde Sikun, Advisor,  GIS
Petrus Derani, Advisor, Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat

Dibuat: Senin, 15 Oktober 2018