Perhutanan Sosial Berpeluang Selamatkan Bentang Alam Sriwijaya?

Pemerintahan Jokowi menargetkan 12,7 juta hekatre lahan dijadikan perhutanan sosial untuk para petani hingga 2020. Namun hingga 2016, capaian perhutanan sosial baru 316.824 hektare atau 12,6 persen dari target per tahun.

Di Sumatera Selatan, berdasarkan Peta Indikatif Areal Perhutanan Sosial (PIAPS) yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas areal yang diperuntukkan untuk pengembangan perhutanan sosial sebesar 586.393 hektare. Tapi, berdasarkan catatan Hutan Kita Institut (HaKI), hingga 2016, baru seluas 81.827 hektare yang terwujud atau 14 persen dari target. Bagaimana mendorong percepatan target tersebut?

sumber: http://www.mongabay.co.id/2017/04/25/perhutanan-sosial-berpeluang-selamatkan-bentang-alam-sriwijaya/

Hidup Badak Sumatera Dibayangi Ancaman, TNBBS Perkuat Tim Pengamanan

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merupakan bentang alami tempat badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) hidup. Di taman nasional yang juga bagian Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (World Heritage) ini, kelestarian badak sumatera terus dibayangi ancaman. Mulai dari perburuan, kerusakan habitat akibat perambahan dan illegal logging, serta gangguan manusia akibat jalan yang membelah TNBBS.

Sejak 2002 hingga sekarang, memang sudah tidak ada lagi kasus kematian atau perburuan badak sumatera di TNBBS. Namun, kami tidak mau lengah. Ancaman itu tetap ada. “Mengantisipasi itu semua, mulai dari perburuan, perambahan, pembalakan liar, dan gangguan manusia, kami telah menambah 9 tim patroli lagi tahun ini. Total, ada 17 tim,” terang Kepala Balai Besar TNBBS Timbul Batubara kepada Mongabay Indonesia, Jumat (17/03/17)...

sumber: http://www.mongabay.co.id/2017/03/20/hidup-badak-sumatera-dibayangi-ancaman-tnbbs-perkuat-tim-pengamanan/