Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

FORCLIME selenggarakan rapat manajemen triwulanan di Palu, Sulawesi Tengah

Program Hutan dan Perubahan Iklim (Forests and Climate Change Progrmamme-FORCLIME) menyelenggarakan rapat manajemen triwulanan dan team building pada tanggal 21 hingga 23 Januari 2016 di Palu, Sulawesi Tengah. Pertemuan ini dilakukan untuk membahas rencana kerja tahunan (AWP) FORCLIME 2016 yang sebelumnya para mitra di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

 Kegiatan yang diusulkan termasuk pengelolaan hutan lestari melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), kebijakan perubahan iklim, serta isu-isu lintas sektoral seperti gender, resolusi konflik dan implementasi UU 23/2014 pada tingkat provinsi dan kabupaten. Juga hasil evaluasi terkait dengan pelaksanaan program, dan implikasinya, disajikan dalam pertemuan kuartalan ini.

Draft akhir dari AWP 2016 akan dibahas lagi dalam Focus Group Discussion dengan focal point di tingkat provinsi dan tingkat nasional pada bulan Februari 2016, sebelum disahkan oleh Biro Perencanaan KLHK yang berfungsi sebagai Badan Pelaksana Program FORCLIME.

Dengan adanya rencana pengembangan kegiatan FORCLIME di Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Sigi mulai pada tahun 2016, maka Palu dipilih sebagai lokasi pertemuan triwulanan ini. Hal ini merupakan kesempatan besar untuk bertemu dan berdiskusi dengan mitra-mitra baru di Sulawesi Tengah yang mewakili Dinas Kehutanan Provinsi, Taman Nasional Lore Lindu, Badan Pengendalian Daerah Aliran Sungai Palu-Poso, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi:

Mohamad Rayan, Senior Advisor for Climate Policy and Information and Knowledge Management

FORCLIME kerja sama dengan Pro 1 RRI Samarinda sosialisasikan pembangunan KPH dan upaya mitigasi-adaptasi perubahan iklim di Kalimantan Timur

FORCLIME bekerja sama dengan Pro 1 RRI Samarinda mengadakan talkshow dalam rangka sosialisasi perkembangan pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan upaya-upaya untuk mitigasi dan adaptasi terkait dengan perubahan iklim di Provinsi Kalimantan Timur. Acara ini diudarakan melalui frekuensi 97,6 FM setiap hari Kamis minggu ke-2 dan ke- 4 pukul 09.00-10.00 WITA sejak bulan Desember 2015 hingga bulan Mei 2016. Dalam acara ini dihadirkan narasumber, diantaranya SKPD sektor Kehutanan di Provinsi Kalimantan Timur, Dewan Daerah Perubahan Iklim Kalimantan Timur, KPH yang berada di kabupaten dan kota termasuk KPH Provinsi Kalimantan Timur, dan lembaga-lembaga yang bergerak dibidang mitigasi/adaptasi perubahan iklim maupun organisasi yang terlibat dalam kegiatan pengurangan emisi dari sektor kehutanan. Pendengar dapat berinteraksi langsung dengan para narasumber melalui nomor telepon yang disediakan oleh Pro 1 RRI Samarinda.

Program talkshow ini bertujuan untuk mendukung pemerintah di tingkat provinsi maupun kabupaten dalam diseminasi informasi yang terkait dengan pemahaman masyarakat luas tentang nilai dan manfaat hutan serta peran dan fungsi para pihak dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim, tata kelola hutan dan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, untuk menyebarluaskan informasi mengenai proses pembangunan KPH, perkembangan KPH saat ini serta capaian dari masing-masing KPH di Provinsi Kalimantan Timur. Melalui talkshow ini juga disampaikan informasi tentang upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Provinsi Kalimantan Timur, yang meliputi program kegiatan, kebijakan, kelembagaan, strategi dan pendekatan, peluang serta tantangannya.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Alfan Subekti, Strategic Area Manajer Pembangunan KPH dan Perubahan Iklim

Suprianto, Staf Teknis Pembangunan KPH 

Suprianto, Staf Teknis Pembangunan KPH 

Sertifikasi SVLK & FSC: Pameran Internasional Perdagangan Kayu di Surabaya 25 – 26 Januari 2016

Sertifikasi hutan mendapat dukungan kuat dengan diselenggarakannya Pameran Internasional Perdagangan Kayu pada tanggal 25 – 26 Januari di Surabaya dengan tema: "Produk kayu tropis Indonesia: Berkelanjutan. Kualitas. Terjamin."

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) bersama dengan The Borneo Initiative (TBI), yang keduanya adalah mitra kerja GIZ FORCLIME dalam kegiatan terkait Pengelolaan Hutan Lestari (PHL), menyelenggarakan acara di awal tahun 2016 dengan topik khusus mengenai aspek lingkungan dan sosial dalam pengelolaan hutan lestari. Sejumlah besar pemangku kepentingan mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, LSM seperti Rainforest Alliance dan The Nature Conservancy (TNC), serta 19 perusahaan perdagangan kayu dari luar negeri dan 28 industri pengolahan kayu Indonesia hadir dalam acara tersebut.

Saat ini industri kayu Indonesia memproduksi berbagai produk seperti plywood, veneer, lantai ruangan, decking outdoor, lantai truk, kayu konstruksi, kusen pintu dan jendela, scantlings, dan furnitur taman.

Konsensus yang dicapai antara pedagang luar negeri dan produsen Indonesia adalah bahwa kualitas dan legalitas asal kayu adalah faktor kunci untuk membangun hubungan usaha jangka panjang yang berkelanjutan, meningkatkan kepercayaan terhadap produk kayu Indonesia di antara pembeli dari Eropa dan Amerika Serikat. Dengan demikian memperbesar pangsa pasar Indonesia di pasar internasional.

GIZ FORCLIME mendukung penguatan PHL dan kapasitas REDD + di Indonesia, khususnya di tingkat Kesatuan Pengelolaan Hutan. Verifikasi legalitas kayu dengan 'Sistem Verifikasi Legalitas Kayu' (SVLK) dan sertifikasi Forest Stewardship Council '(FSC) serta Reduced Impact Logging (RIL) adalah bagian kegiatan FORCLIME dalam kerangka pengelolaan hutan lestari, yang antara lain diwujudkan dalam kerja sama dengan TBI dan APHI.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Tobias Goedde, Strategic Area Manager for Sustainable Forest Management

Berita

Kumpulan berita...