Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Pelatihan tentang perubahan iklim dan REDD+ bagi Pengendali Ekosistem Hutan (PEH)

Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Sumber Daya Manusia dan Balai Diklat Kehutanan Bogor menyelenggarakan pelatihan mengenai Perubahan Iklim dan REDD+ bagi pejabat fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) di Bogor. Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan  mampu menyusun rencana aksi  mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dan REDD+ di tempat tugasnya masing-masing.

Pelatihan ini merupakan bagian dari uji coba pengembangan blended learning, yaitu kombinasi metoda pelatihan melalui online (e-learning) dan tatap muka. Sesi online dilaksanakan pada tanggal 1 - 12 Februari atau setara dengan 16 jam, dan diikuti oleh 37 peserta dari berbagai instansi kehutanan di daerah. Sesi tatap muka dilaksanakan pada tanggal 16 - 19 Februari atau setara dengan 26 jam, dan diikuti 18 peserta dari beberapa Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), yaitu: KPH Berau Barat, KPH Kapuas Hulu; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat serta Taman Nasional (Betung Kerihun – Kalimantan Barat, Lore Lindu – Sulawesi Tengah, Ujung Kulon – Banten, Gede Pangrango – Jawa Barat, Halimun Salak -Jawa Barat, Kepulauan Seribu - Jakarta). Peserta yang mengikuti sesi offline ini merupakan hasil seleksi dari peserta online. Hanya yang  aktif dan berprestasi dalam sesi online yang dapat mengikuti sesi tatap muka. Materi yang disampaikan dalam sesi tatap muka ini antara lain: (1) Monitoring, Reporting, Verification (MRV) dalam REDD+ dan penghitungan karbon; (2) Penyusunan rencana aksi. Kegiatan pelatihan e-learning maupun tatap muka difasilitasi oleh widyaiswara berpengalaman dari Balai Diklat Kehutanan Bogor.

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang sebagai pelaksana teknis fungsional pengendalian ekosistem hutan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. Tugas pokok PEH adalah menyiapkan, melaksanakan, mengembangkan, memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan pengendalian ekosistem hutan. Pengendalian Ekosistem Hutan adalah segala upaya yang mencakup metode, prosedur, strategi dan teknik dalam kegiatan perencanaan hutan, pemantapan kawasan hutan, pemanfaatan hasil hutan, rehabilitasi hutan dan lahan, pengelolaan Daerah Aliran Sungai serta konservasi sumberdaya hutan secara efektif dan efisien menuju pengelolaan hutan berkelanjutan.

Untuk informasi yang lebih lanjut, dapat menghubungi:
Edy Marbyanto, Strategic Area Manager Human Capacity Development

KPH Kapuas Hulu susun rencana strategis perlindungan hutan dan konservasi alam

Dalam rangka untuk mensosialisasikan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) 2015 – 2024, manajemen Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kapuas Hulu menyelenggarakan lokakarya mengenai perlindungan hutan dan konservasi alam mengikuti arahan dari RPHJP bagi pegawainya. Selain pegawai KPH Kapuas Hulu, lokakarya yang dilaksanakan selama dua hari (16 dan 17 Februari) di kantor KPH Kapuas Hulu, juga diikuti oleh pegawai Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun, Forum Konservasi Orangutan Indonesia (FORINA), Fauna and Flora International (FFI) dan Fasilitator Desa FORCLIME FC.

Selama lokakarya, peserta berdiskusi dalam kerja kelompok membahas tentang perencanaan strategis perlindungan hutan dan konservasi alam dan keanekaragaman hayati menggunakan pendekatan SMART dan results chain.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ismet Khaeruddin, Manager bidang strategis, Keragaman Hayati dan Pengelolaan Kawasan Lindung

Desa Setulang gunakan teknologi WTA untuk petakan wilayah kerja hutan desa

FORCLIME bersama dengan Perkumpulan SAMPAN, LSM lokal berbasis di Pontianak-Kalimantan Barat, melakukan pemetaan kawasan hutan desa Setulang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Pemetaan ini menggunakan wahana tanpa awak (WTA) atau lebih dikenal dengan drone. Kegiatan ini dilaksanakan selama 10 hari pada Januari – Februari tahun 2016 menggunakan drone model coopter tarot ironman 680 dan pesawat fixed wing SIAR skywalker 1900 series. Selain untuk memetakan kawasan hutan desa Setulang, drone tersebut juga mengambil gambar untuk film pendek mengenai desa Setulang sebagai sarana promosi desa wisata Setulang. Masyarakat desa Setulang serta pengelola hutan desa juga terlibat langsung dalam melakukan pemetaan dan pembuatan film pendek tersebut.

Hasil dari kegiatan pemetaan ini menunjukkan bahwa wilayah hutan desa Setulang masih bagus dengan tutupan hutan yang sangat rapat dan diasumsikan hutan di desa Setulang mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Ali Mustofa, Adviser Teknis, Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

21 March 2017. International Day of Forests

The International Day of Forests is a day to raise awareness of the importance of all types of forests, and trees outside forests, for the benefit of current and future generations. Activities that take place in support of this day include...

Selengkapnya...


22 March 2017 World Water Day

With the goal of raising awareness in governments and organization of the need to develop the policies needed to ensure that sustainable water and energy are secured for the many and not just the few, World Water Day, observed on 22 March, was...

Selengkapnya...

Kumpulan acara...