1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Rencana pengelolaan 2019 KPH Nunukan selesai disusun, Kalimantan Utara

2019 05 15 RPHJP KPH Nunukan Kaltara

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Nunukan mendiseminasikan rencana pengelolaan 2019 pada 15 Mei 2019 di kota Nunukan, Kalimantan Utara. Acara tersebut dihadiri oleh camat, kepala desa, konsesi hutan, dan perwakilan masyarakat setempat.

Rencana pengelolaan tahunan mengacu pada rencana pengelolaan hutan jangka panjang (RPHJP) yang disetujui dan ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. KPH Nunukan mensosialisasikan rencana operasinya kepada para pemangku kepentingan yang relevan dengan tujuan untuk menjelaskan peran KPH dan kegiatan KPH Nunukan untuk meningkatkan koordinasi.

Pada sambutan pembukaan, Kepala KPH Nunukan, Bastiang, mengatakan bahwa rencana pengelolaan tahunan adalah kesempatan untuk mencapai KPH mandiri. Selain itu, juga merupakan peluang untuk menciptakan kemitraan dengan mitra yang relevan.

Proses persiapan dan penyelesaian rencana pengelolaan hutan KPH Nunukan didukung oleh FORCLIME, yang telah membantu pembangunan KPH sejak 2017.

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:
Mohammad Sidiq, Koordinator Provinsi Kalimantan Utara

Country Director GIZ Indonesia, ASEAN dan Timor Leste kunjungi tambak udang dan Kawasan Esensial Ekosistem di Bulungan, Kalimantan Utara

2019 05 09 Martin Hansen visit lowres

Pada tanggal 9 Mei 2019, Country Director GIZ Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Mr Martin Hansen, mengunjungi wilayah kerja FORCLIME di provinsi Kalimantan Utara termasuk tambak udang dan Kawasan Esensial Ekosistem di Bulungan untuk melihat kemajuan kegiatan program yang dilaksanakan di lapangan. Pada hari yang sama Bapak Hansen melakukan kunjungan kehormatan bertemu dengan Sekretaris Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Suriansyah di Tanjung Selor, ibu kota provinsi Kalimantan Utara. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pejabat dari dinas provinsi terkait, selain itu hadir pula Direktur Program FORCLIME, Mr Georg Buchholz, yang mendampingi Mr Hansen.

Selama pertemuan tersebut, Dr Suriansyah menjelaskan bahwa saat ini pemerintah provinsi dan Kabupaten Bulungan memberi perhatian terhadap hutan bakau dan lahan gambut untuk tujuan konservasi. Lebih lanjut, beliau mengatakan, 'Upaya ini akan diikuti dengan peningkatan kapasitas manusia kersiapan menghadapi isu masa depan mengenai implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan’. Dr Suriansyah menyampaikan bahwa sangat senang dengan kerja sama GIZ di Kalimantan Utara dan menghimbau staf Pemprov untuk mengambil manfaat dari kegiatan GIZ, terutama dalam hal penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Selain Kalimantan Utara, Mr Hansen juga mengunjungi wilayah kerja dan kantor FORCLIME di Kalimantan Timur.

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:
Mohammad Sidiq, Koordinator Provinsi Kalimantan Utara

Pusat Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan siap aplikasikan sistem e-learning untuk pelaksanaan pelatihan

2019 05 03 aplikasi sistem e learning lowres

Pusat Diklat sumberdaya manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan GIZ menyelenggarakan pelatihan Aplikasi e-Learning pada tanggal 2-3 Mei 2019 di Bogor. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pengguna diantaranya Administrator, Pelaksana Diklat dan Widyaiswara sehingga dapat menggunakan sistem e-Learning yang sudah dimutakhirkan baik pada sistem yang berbasis web maupun aplikasi pada perangkat mobile khususnya android. 40 peserta dari Badan Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengikuti pelatihan ini.

Dari pelatihan tersebut, peserta bertambah pengetahunan mengenai: Sistem e-Learning; Pengelolaan pengguna e-Learning; Pengelolaan kelas/pelatihan; Pengelolaan aktifitas diskusi (Forum, Chatting, dan Video Conference); Pengelolaan pemberian tugas dan kuis. Selain teori, peserta juga praktik menggunggah materi pelatihan ke dalam sistem e-Learning.

Setelah pelatihan, para Administor, Pelaksana Diklat dan Widyawaiswara diharapkan semakin terampil dalam menggunakan fasilitas e-Learning yang ada. Sehingga e-Learning bisa menjadi metode alternatif untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Untuk informasi yang lebih lanjut, silakan hubungi:
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, Pengembangan SDM
Erfan Noor Yulian, Pusat Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan