Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Pengelolaan Hutan Lestari (PHL)

Yang kami lakukan

Sektor swasta memainkan peran penting dalam pengelolaan sumber daya hutan di Indonesia. Sejak awal pelaksanaan program FORCLIME berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya hutan dalam konteks REDD+ dan Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) diperkenalkan kepada pemegang konsesi hutan melalui Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI). Kegiatan ini terus berlanjut selama 2013 dan 2014. FORCLIME mendukung perusahaan kehutanan swasta dalam proses sertifikasi FSC pada konsesi hutan mereka, terutama perusahaan yang berlokasi di kabupaten percontohan Berau, Malinau dan Kapuas Hulu. Hal ini termasuk pengembangan konsep bagaimana untuk lebih mengintegrasikan kepentingan masyarakat yang tinggal di atau dekat dengan area konsesi dan bagaimana masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari proses sertifikasi. Menganalisis dampak pengelolaan hutan lestari pada pengurangan emisi dibandingkan dengan skenario Business As Usual (BAU) merupakan salah satu kegiatan penting yang didukung oleh program.

Yang ingin kami capai

Tujuan yang ingin kami capai adalah "perusahaan swasta yang memiliki area kerja di dalam KPH percontohan telah meningkatkan pengelolaan hutan mereka". Analisis pengaruh PHL pada tingkat emisi karbon merupakan bagian penting dari dukungan kami terkait dengan proses sertifikasi. Pencapaian tujuan akan diukur pada akhir 2014 oleh indikator sebagai berikut:

  1. Diperolehnya sertifikasi pengelolaan hutan (misalnya FSC/LEI) yang menunjukkan penerapan prinsip SFM/PHL di dalam manajemen operasional di kawasan setidaknya seluas 150.000 ha di tiga perusahaan swasta.
  2. Terukurnya dampak pengelolaan hutan lestari pada pengurangan emisi dibandingkan dengan BAU pada dua perusahaan yang telah bersertifikat.

Bagaimana kami bekerja

FORCLIME mendukung proses sertifikasi FSC di beberapa konsesi. Selain itu kami juga menganalisis dampak sosial pengelolaan hutan bersertifikat pada masyarakat dan mengembangkan konsep untuk keterlibatan masyarakat yang lebih baik dalam proses sertifikasi dan pengelolaan hutan. Mendukung percobaan penerapan Reduced Impact Logging (RIL) yang dikombinasikan dengan pengukuran emisi karbon dan dibandingkan dengan skenario BAU, sehingga akan membuat hasil kualitatif dan kuantitatif untuk memperkirakan tingkat kemungkinan pengurangan emisi melalui Pengelolaan Hutan Lestari (PHL). Hasil dari kegiatan lapangan akan digunakan untuk memperbaiki pengelolaan hutan di tingkat lokal dalam mengurangi deforestasi dan degradasi serta melestarikan dan meningkatkan cadangan karbon hutan. Praktek terbaik dan pelajaran yang dipetik dari lapangan juga akan digunakan untuk meningkatkan kondisi kerangka peraturan nasional dan subnasional terhadap PHL melalui penyesuaian kebijakan, rencana strategis, undang-undang, dan peraturan serta pedoman.

Berita

Kumpulan berita...