Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

FORCLIME luncurkan publikasi: monitoring menggunakan metoda Most Significant Change

MSC book Ind

Program-program pembangunan yang ada saat ini mengarah pada “orientasi terhadap dampak”, mulai dari perencanaan hingga evalusianya. Orientasi ini bertujuan agar program pembangunan menjadi lebih efektif dan transparan. Terlebih lagi, kejra sama internasional juga sebagai alat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) yang ditetapkan PBB, yang hasilnya diharapkan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.  Untuk itu FORCLIME Modul Kerja Sama Teknis melakukan kajian monitoring dengan menggunakan metode Perubahan Paling Signifikan (Most Significant Change - MSC). Teknik ini adalah bentuk M&E kualitatif dan partisipatif yang didasarkan pada pengumpulan cerita, pemilihan cerita secara sistematis dan analisis cerita-cerita perubahan penting dalam kehidupan seseorang atau sekelompok orang sebagai hasil dari kegiatan-kegiatan pembangunan.

Kisah-kisah dari hasil MSC dikumpulkan dalam buku: Potret Perubahan FORCLIME. Pemantauan Dampak Program Hutan dan Perubahan Iklim (FORCLIME), Modul Kerja Sama Teknis.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Georg Buchholz, Direktur Program FORCLIME.

FORCLIME dan mitra selaraskan prioritas program kerja 2017 – 2019

Untuk menyelaraskan prioritas kerja FORCLIME Modul Kerja Sama Teknis 2017 – 2019 dengan arah pembangunan kehutanan di wilayah lokasi kerja, diadakan pertemuan dengan jajaran Pemda Kalimantan Timur pada tanggal 24 Januari di kantor Dinas Kehutanan Kalimantan Timur di Samarinda. Pertemuan ini juga membahas rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2017

Wilayah kerja FORCLIME terdapat di tiga kabupaten, yaitu Berau (Kalimantan Timur), Malinau (Kalimantan Utara), dan Kapuas Hulu (Kalimantan Barat). Dukungan di tiga kabupaten ini akan tetap menjadi “core” kegiatan FORCLIME. Namun, mengingat dinamika perubahan kewenangan pengelolaan hutan sesuai dengan UU 23/2014, kordinasi kegiatan dilakukan di tingkat provinsi.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, Ir. Wahyu Widhi Heranata, MP., menyampaikan apresiasi atas dukungan FORCLIME Modul Kerja Sama Teknis dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor kehutanan. Dukungan kedepan masih diperlukan untuk mencapai pengelolaan hutan lestari dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan terkait dengan pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), perhutanan sosial, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pencegahan dan penangulangan kebakaran lahan dan hutan.

Pertemuan serupa akan dilaksanakan juga di Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat dalam waktu dekat.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Tunggul Butarbutar, Manajer bidang strategis, Pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia
Suprianto, Adviser Teknis, Pembangunan KPH

Bupati Kapuas Hulu sahkan referensi tingkat emisi kabupaten (FREL)

TechnicalMeeting Oct2015 copy

Bupati Kapuas Hulu mengesahkan referensi tingkat emisi kabupaten (Forest Reference Emission Level - FREL) pada bulan Desember 2016 melalui SK Bupati No. 620/2016, dengan jumlah 3,42 MtCO2e/tahun yang merupakan rata-rata emisi tahunan Kapuas Hulu dari deforestasi dan degradasi hutan periode 1990-2012.

Sejak 2013, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, telah didukung oleh FORCLIME untuk mengembangkan FREL-nya. Kabupaten Kapuas Hulu telah membentuk Tim Pemantauan, Pelaporan dan Evaluasi (Monitoring, Reporting, Verification - MRV) pada tahun 2014, yang anggotanya terdiri dari berbagai lembaga pemerintah daerah, LSM serta FORCLIME. Selama dua tahun, tim ini telah bekerja secara terus menerus menyusun dan menyempurnakan pendekatan, metodologi dan data terkait dengan penghitungan FREL. Selain itu, tim ini juga bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis perhitungan FREL serta pelaporannya. Metodologi yang dipakai mengikuti pendekatan penyusunan FREL nasional.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Stephanie Wegscheider, Development Advisor, GIS dan Remote Sensing

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

May 1st – 5th, 2017. 12th session of the UN Forum on Forests (UNFF12)

New York, United States

Further details on the meeting of the 12th session of the UN Forum on Forests will soon be made available.



22 May 2017 International Day for Biological Diversity

In order to increase understanding and awareness of issues relating to biodiversity, the General Assembly, by resolution 55/201 of 20 December 2000, proclaimed May 22 as the International Day for Biological Diversity.

Official note

Resolution...

Selengkapnya...

Kumpulan acara...