Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Duta Besar Jerman kunjungi Balai Diklat Lingkungan Hidup dan SMK Kehutanan Samarinda

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Dr. Georg Witschel, bersama rombongan melakukan lawatan ke Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 14-16 Maret 2016. Selama di Kalimantan Timur, salah satu instansi yang dikunjungi adalah Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Samarinda serta SMK Kehutanan Samarinda. Di BD LHK Samarinda, rombongan Duta Besar Jerman disambut dengan tari Enggang yang ditampilkan oleh siswi-siswi SMK Kehutanan Samarinda.

Kepala BDLHK Samarinda menyampaikan gambaran umum program pelatihan yang diselenggarakan oleh BDLHK Samarinda serta menjelaskan kerja sama yang dilakukan dengan FORCLIME termasuk pengembangan blended learning Pemetaan Konflik dan pengembangan kapasitas Widyaiswara melalui pelatihan dan studi banding ke Jerman. Dalam sambutannya, Duta Besar Jerman menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah dikembangkan dalam pembangunan kapasitas sumber daya manusia kehutanan dan berharap agar inisiatif yang sudah dikembangkan dapat ditindaklanjuti untuk mendukung terwujudnya pembangunan hutan lestari di Indonesia.

Dalam kunjungan ke BDLHK, Duta Besar Jerman berdialog dengan para peserta Bakti Rimbawan tahun 2016 yang akan ditempatkan di wilayah kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan. Selain itu menyempatkan mengunjungi kelas dan berdialog dengan siswa SM Kehutanan Samarinda.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan hubungi:
Edy Marbyanto, Strategic Area Manager for Human Capacity Development

FORCLIME dukung standardisasi bahan ajar bagi tenaga bakti rimbawan untuk penuhi kebutuhan pembangunan KPH

Pusat Diklat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan lokakarya penyusunan standar bahan ajar mengenai pengelolaan hutan bagi tenaga bakti rimbawan di Bogor pada tanggal 4 -5 Maret. Lokakarya yang dilaksanakan atas kerja sama dengan GIZ FORCLIME ini bertujuan untuk menyusun standar materi pengajaran bagi tenaga bakti rimbawan. Bakti rimbawan adalah program KLHK merekrut profesional muda kehutanan untuk ditempatkan di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di seluruh Indonesia. Program kementerian ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis kehutanan dalam rangka pembangunan KPH. Tenaga bakti rimbawan juga dapat ditempatkan di instansi Kehutanan daerah untuk membantu pelaksanaan pengelolaan hutan di lapangan.

Di dalam lokakarya ini dihadirkan beberapa narasumber, misalnya dari KPH Rinjani Barat serta direktorat teknis KLHK yang terkait dengan pembangunan KPH untuk memberikan masukan dan saran atas bahan ajar yang telah disusun agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Hingga awal tahun 2016 sekitar 600 orang dengan latar belakang sarjana kehutanan maupun lulusan dari SMK Kehutanan direkrut melalui Program Bakti Rimbawan, yang kemudian ditempatkan di KPH dan atau di instansi kehutanan daerah.

Untuk informasi lebih lengkap dapat menghubungi:
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia
Suherdi, staf Pusat Diklat Sumber Daya Manusia Lingkungan Hidup dan Kehutanan, KLHK

Pusdiklat Kehutanan evaluasi penerapan blended learning dan e-learning

Pusat Pendidikan dan Latihan Sumber Daya Manusia Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Pusdiklat LHK) bekerja sama dengan GIZ FORCLIME menyelenggarakan lokakarya untuk mengevaluasi penerapan blended learning pada tanggal 4 – 5 Maret 2016 di Bogor. Tujuan lokakarya ini adalah untuk mengkaji hasil uji coba metoda blended learning dalam kegiatan diklat. Selain itu, juga untuk mendesain penjaminan kualitas (quality guarantee) e-learning di masa depan. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta yang berasal dari Pusdiklat LHK dan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK).

Melalui penjaminan kualitas e-learning dimaksudkan agar Pusat Diklat LHK dan BDLHK selaku penyelenggara e-learning dapat mengukur sejauhmana keberhasilan program e-learning. Selain itu juga mampu mengidentifikasi perbaikan secara berkelanjutan (continuous improvement). Penjaminan kualitas e-learning mencakup kriteria dan indikator, serta standarisasi e-learning. Penyusunan kriteria dan indikator mengacu pada ECBCheck dan Caucasus Elearning Quality Checklist yang kemudian diadaptasi sesuai kondisi Pusdiklat LHK serta BDLHK. Kriteria dan indikator e-learning meliputi: manajemen dan organisasi (peran dan tanggung jawab, manajemen waktu, sumberdaya), konten (modul, media dan evaluasi), serta program dan implementasi diklat. Diskusi mengenai standarisasi diklat e-learning antara lain mencakup; pola (template) tentang desain/kurikulum diklat, komunikasi di dalam diklat, isi diklat, implementasi dan evaluasi diklat.

Untuk menindaklanjuti penguatan kelembagaan e-learning, Pusat Diklat LHK dan BDLHK akan menyelenggarakan lokakarya pada bulan April dan Mei 2016.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Edy Marbyanto, Strategic Area Manager Human Capacity Development
Suherdi, Tim E-Learning Pusat Diklat LHK

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

21 March 2017. International Day of Forests

The International Day of Forests is a day to raise awareness of the importance of all types of forests, and trees outside forests, for the benefit of current and future generations. Activities that take place in support of this day include...

Selengkapnya...


22 March 2017 World Water Day

With the goal of raising awareness in governments and organization of the need to develop the policies needed to ensure that sustainable water and energy are secured for the many and not just the few, World Water Day, observed on 22 March, was...

Selengkapnya...

Kumpulan acara...