Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Publikasi baru: Operasionalisasi SIS-REDD+ di Indonesia

SIS REDD

Telah terbit buku baru dengan judul "Safeguards Information System for REDD+ in Indonesia – Moving Towards an Operational SIS-REDD+" pada bulan September 2016. Publikasi ini disusun oleh divisi REDD+ di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan FORCLIME.

Sejak 2011, FORCLIME dan KLHK telah bekerja sama menyusun Safeguards Information System REDD+ (SIS-REDD+) di Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam keputusan UNFCCC pada COP 16 di Cancun, dan untuk memastikan dampak negatif minimum pada masyarakat dan lingkungan dari kegiatan yang terkait REDD+. Melalui proses multi-stakeholder tujuh pengamanan Cancun diterjemahkan ke dalam konteks Indonesia. Hal ini termasuk analisis pengamanan terkait instrumen yang ada di Indonesia (seperti kebijakan, peraturan dan praktik), diikuti dengan penyusunan Prinsip, Kriteria dan Indikator (PCI) untuk SIS-REDD+. Selanjutnya, dikembangkan alat penilaian untuk pelaksana REDD+ untuk mengukur kepatuhan dengan upaya perlindungan PCI REDD+. Selain itu dibangun web-platform untuk menyajikan informasi tentang pelaksanaan SIS REDD+. Kemudian SIS REDD+ diujicobakan penerapannya di tingkat sub-nasional di Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Jambi. Langkah selanjutnya adalah perluasan operasionalisasi SIS-REDD+ di seluruh Indonesia, dan penyusunan kerangka payung hukum untuk pelaksanaan SIS-REDD+.

Untuk mendiseminasikan pengalaman-pengalaman berharga dan pembelajaran bagi penggiat REDD+ yang lebih luas, baik di Indonesia maupun internasional, Divisi REDD+ KLHK dan FORCLIME bersama-sama menyusun buku berjudul "Safeguards Information System for REDD+ in Indonesia – Moving Towards an Operational SIS-REDD+".

Buku ini dapat diunduh melalui website FORCLIME: Media and Publication

For further information, please contact:
Nina-Maria Gaiser, FORCLIME Junior Advisor.

Spesies langka terlihat saat pelatihan lapangan di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Amorphophallus titanium

Bunga Bangkai atau Amorphophallus titanum terlihat selama pelatihan dua hari mengenai rehabilitasi tanaman kakao di desa Ukit Ukit, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Tanaman dengan bau yang tidak menyenangkan seperti hewan busuk ini diklasifikasikan sebagai rentan oleh International Union for the Conservation of Nature (Daftar Merah IUCN).

Tanaman tersebut ditemukan di hutan sekunder campuran tua yang terdiri dari buah-buahan dan tanaman pohon tinggi seperti durian, rambutan, kakao dan karet pohon, dekat dengan tepi sungai Labian. Tumbuhan ini sangat sensitif terhadap perubahan habitat, kehadiran Bunga Bangkai di hutan menunjukkan bahwa kondisi tanah yang baik, keanekaragaman hayati yang kaya, dan adanya keseimbangan ekologi.

FORCLIME mendukung kelompok masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu termasuk 12 petani agroforestri dari desa Ukit Ukit dan desa Labian Iraan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam menerapkan sistem agroforestry di ladangnya.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan agroforestry FORCLIME di Kapuas Hulu, silakan hubungi:

Karl Jaeger, Adviser untuk Pembangunan Ekonomi Hijau

Perpanjangan FORCLIME TC Module 2017 – 2019

Penandatangan IA FORCLIME by GIZ 2

Biro Perencanaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan GIZ telah menandatangani perpanjangan Perjanjian Pelaksanaan Kerja Sama Teknis Program Hutan dan Perubahan Iklim (FORCLIME TC-Module)  pada tanggal 27 September 2016. Melalui penandatanganan ini, Program FORCLIME dilanjutkan sampai dengan tahun 2019. Fokus utama pelaksanaan kegiatan untuk periode 2017-2019 adalah meningkatkan kerangka hukum dan kelembagaan untuk pengelolaan hutan lestari, konservasi keanekaragaman hayati dan pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan.

Sebagaimana tertuang dalam dokumen negosiasi antar pemerintah Indonesia dan Jerman pada tahun 2015, cakupan geografis kegiatan FORCLIME adalah Kalimantan Timur-Barat-Utara, serta dukungan kegiatan pada Program KfW Forest 3 di Sulawesi Tengah dan tingkat nasional.

FORCLIME didanai oleh Kementerian Federal Jerman Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) dan dilaksanakan oleh GIZ dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melalui Biro Perencanaan sebagai Badan Pelaksana.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Georg Buchholz, Direktur Program FORCLIME

Pipin Permadi, Koordinator Nasional

Berita

Kumpulan berita...