Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

FORCLIME dan mitra Indonesia fasilitasi pelatihan METT bagi rimbawan di Sabah, Malaysia

METT training

Sejak 2010 FORCLIME telah terlibat dalam Heart of Borneo (HoB) Initiative, inisiatif tiga negara di pulau Kalimantan: Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Inisiatif ini mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati, pembangunan berkelanjutan dan peningkatan penghidupan masyarakat yang tinggal di kawasan HoB, khususnya masyarakat miskin dan perempuan.

Berbagi pengalaman dalam praktik kegiatan terkait dengan konservasi dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan masyarakat merupakan strategi utama untuk melakukan perubahan yang lebih baik dalam pengelolaan sumber daya alam di suatu wilayah. Dalam konteks ini, fasilitator FORCLIME dan Direktorat Kawasan Konservasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesa yang sudah mendapatkan pelatihan mengenai Management Effectiveness Tracking Tools (METT) menyelenggarakan pelatihan kepada 23 mitra rimbawan di Sabah, Malaysia pada tanggal 21-25 September 2016. Peserta pelatihan merupakan perwakilan dari Departemen Kehutanan Sabah, Departemen Satwa Liar Sabah, Yayasan Sabah, Sabah Environmental Trust, dan WWF Malaysia. Kegiatan ini didanai oleh WWF Malaysia.

METT dapat membantu pihak pengelola kawasan lindung untuk menilai seberapa efektif kawasan lindung dikelola, dan apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan dan/atau meningkatkan kondisi yang ada. Sebagai alat manajemen, METT terdiri dari enam unsur, yaitu: konteks, perencanaan, masukan, proses, hasil. Analisis ancaman juga merupakan bagian dari alat ini, yang dilakukan sebagai langkah kedua setelah penilaian informasi umum kawasan lindung.

Penyampaian materi pelatihan dilakukan secara kombinasi mulai dari kuliah, diskusi kelompok, dan kunjungan lapangan ke Taman Nasional Kinabalu serta lokasi proyek ECOLINC di zona penyangga Taman Nasional Kinabalu. Metoda ini dilakukan untuk membantu peserta dalam mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang penerapan METT.

Peserta mengatakan bahwa melalui metode penyampaian materi yang dilakukan telah berhasil dan memenuhi harapan mereka. Beberapa peserta akan menerapkan METT untuk membantu meningkatkan pengelolaan wilayah konservasi yang menjadi otoritasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ismet Khaeruddin, Manajer bidang strategis, Keanekaragaman Hayati dan Pengelolaan Kawasan Lindung

Pertukaran tenaga ahli kebakaran hutan antara Indonesia dan Afrika Selatan

South south expert exchanged

Pertukaran tenaga ahli pengelolaan kebakaran lahan dan hutan, termasuk kesiapan menangani api, pencegahan dan penanganannya antara Indonesia dan Afrika Selatan telah dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan 28 Agustus 2016. Peserta pertukaran tenaga ahli Selatan-Selatan ini terdiri dari delegasi dari Pemerintah Indonesia, perwakilan dari FORCLIME, UNOPS/GAMBUT, Work on Fire (WOF) dan Kishugu.

Tujuan dari pertukaran ini adalah untuk memberi para pihak Indonesia, di tingkat nasional dan provinsi, dengan informasi langsung termasuk pengalaman dalam menerapkan sistem pengelolaan api (Integrated Fire Management - IFM) yang diterapkan di Afrika Selatan. Dalam kunjungan ini juga dipelajari kemungkinan sinergi skema kemitraan pemerintah-swasta (Public Private Partnerships), penyusunan peraturan, pembiayaan IFM dan pengembangan Fire Protection Associations (FPA) pada tingkat Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Kegiatan ini difasilitasi oleh FORCLIME dan UNOPS/GAMBUT. Selain mendapatkan pemaparan, peserta juga mengunjungi lokasi WOF, Fire Protection Associations (FPAs), masyarakat Firewise, instalasi Firehawk dan pusat pelatihan Kishugu di Pietermaritzburg, Nelspruit dan daerah Kruger Park.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Tobias Goedde, Manager bidang Strategis, Pengelolaan Hutan Lestari

Setulang, desa pertama peroleh izin mengelola hutan di Kalimantan Utara

Hutan Desa Setulang 2

Gubernur Kalimantan Utara telah mengeluarkan keputusan mengenai hak pengelolaan hutan desa Tane Olen pada bulan Juli. Hutan Desa Tane Olen Setulang, yang terletak di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, telah mendapatkan ketetapan areal kerja dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2014 dengan wilayah kerja seluas 4.415Ha.

Di dalam surat keputusan gubernur tersebut diatur bahwa badan pengelola hutan wajib  melaksanakan rencana kerja dan rencana tahunan pengelolaan hutan yang disusun bersama dengan melibatkan satuan kerja perangkat daerah terkait. Pemegang hak pengelolaan hutan desa dilarang memindahtangankan, menggunakan serta tidak mengubah status dan fungsi kawasan sebagai hutan lindung.

Rencana kerja pengelolaan Hutan Desa Tane Olen Setulang mencakup perlindungan dan pengelolaan lestari berbasis bentang alam (lansekap) dengan mengedepankan hasil-hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, eko-wisata.

Hutan Desa Tane Olen Setulang mulai diusulkan pada bulan April 2011 dengan dukungan Dinas Kehutanan Kabupaten Malinau dan FORCLIME. Tane Olen dapat dijadikan contoh bagi daerah lain di Kalimantan Utara terkait dengan pengelolaan hutan yang tetap menjaga budaya dan kelestarian hutan demi kesejahteraan masyarakat. Hingga saat ini baru desa Setulang yang sudah memiliki hak pengelolaan hutan desa di Kalimantan Utara.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ali Mustofa, Advisor, Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat
Tunggul Butarbutar, Manajer bidang strategis, Pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

May 1st – 5th, 2017. 12th session of the UN Forum on Forests (UNFF12)

New York, United States

Further details on the meeting of the 12th session of the UN Forum on Forests will soon be made available.



22 May 2017 International Day for Biological Diversity

In order to increase understanding and awareness of issues relating to biodiversity, the General Assembly, by resolution 55/201 of 20 December 2000, proclaimed May 22 as the International Day for Biological Diversity.

Official note

Resolution...

Selengkapnya...

Kumpulan acara...