Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

FORCLIME hadir di Pameran Kehutanan IndoGreen 4 – 7 April 2013

Pameran Kehutanan IndoGreen merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan. Pada tahun ini, pameran tersebut diselenggarakan tanggal 4 sampai 7 April 2013 di Jakarta Convention Center (JCC). FORCLIME, untuk pertama kalinya hadir dengan stan sendiri, terletak di komplek stan Kementerian Kehutanan.

Daya tarik khusus dan pusat perhatian bagi pengunjung stan FORCLIME adalah layar sentuh lebar dimana pengunjung bisa mendapatkan informasi mengenai kegiatan FORCLIME yang dilaksanakan di tiga kabupaten percontohan, yaitu Malinau dan Berau (Kalimantan Timur) dan Kapuas Hulu (Kalimantan Barat). Di antara para pengunjung ke stan FORCLIME adalah beberapa pejabat tinggi dari Kementerian Kehutanan, yakni Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial, Direktur Jenderal Bina Sumber Daya Manusia, dan beberapa direktur dari unit teknis di Kementerian Kehutanan.

Pada tanggal 4 April FORCLIME menyelenggarakan talkshow dengan topik Pemberdayaan Masyarakat. Panelis acara tersebut, termasuk Saleh Waang, Kepala Desa Setulang di Malinau, Kalimantan Timur, Edy Marbyanto dari GIZ FORCLIME dan Diah Rahardjo dari Multi-stakeholder Forestry Programme (MFP). Pada kesempatana tersebut, Kepala Desa Setulang berbagi pengalamannya mengenai pentingnya hutan bagi masyarakat Dayak Kenyah di Desa Setulang, dan bagaimana kehidupan mereka tergantung pada kehadiran hutan lindung (tane olen) tersebut. Edy Marbyanto menjelaskan peran FORCLIME dalam memfasilitasi proses Desa Setulang untuk memperoleh izin untuk mengelola hutan melalui skema Hutan Desa.

Mendorong komitmen bersama untuk mewujudkan KPH

Pada hari Jumat tanggal 8 Maret 2013 telah dilaksanakan Rapat Pleno Sekretariat Nasional Pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Planologi Kehutanan, Ir. Bambang Soepijanto, MM. Hadir juga para pejabat Eselon I selaku anggota Komisi Pengarah dan Eselon II sebagai anggota Komisi Pelaksana. Sekretariat Nasional Pembangunan KPH - disingkat “Seknas KPH” - telah didukung oleh FORCLIME mulai dari penyusunan konsep, proses pembentukan sampai dengan pengoperasiannya .

Dalam rapat pleno disampaikan progres pelaksanaan tugas Seknas oleh Ketua Komisi Pelaksana, Ir. Is Mugiono , MM., Direktur Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan (WP3H) – Ditjen Planologi Kehutanan. Selain itu, seluruh anggota Seknas juga mendengarkan dan menyimak pemaparan Rencana Kerja Sekretariat Nasional Pembangunan KPH Tahun 2013 oleh Sekretaris Eksekutif Seknas KPH, Dr. Agus Setyarso.

Diskusi dan pengungkapan komitmen para pihak, termasuk perwakilan dari Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri dalam kerangka keberhasilan pembangunan dan operasionalisasi KPH dilakukan setelah acara pemaparan. Rapat Pleno yang diselenggarakan pertama kali dalam tahun 2013 ini, diharapkan dapat menandai babak baru mobilisasi dukungan seluruh Eselon 1 dalam proses pembangunan dan operasionalisasi KPH.

Menteri kunjungi lahan percontohan agroforestry dukungan FORCLIME

Menteri_Pembangunan_Tertinggal_0141_compress

Malinau, Lidung Keminci.  Pada tanggal 21 Februari Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir. H A Helmy Faisal Zaini, disambut dengan meriah dan tarian tradisional saat mengunjungi Lidung Keminci di Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Menteri mengunjungi kabupaten-kabupaten di daerah terpencil dan daerah perbatasan agar dapat berdialog langsung dengan masyarakat setempat. Salah satu yang dikunjungi adalah kebun agroforestri suksesi petani lokal yang didirikan pada tahun 2011 dengan dukungan Program FORCLIME sebagai demplot produksi kakao berkelanjutan.

Menteri menyatakan dukungannya kepada Bupati Malinau, Dr. Drs. Yansen T.P. MSc., yang memiliki rencana untuk lebih mengembangkan produksi kakao berkelanjutan di wilayahnya, sejalan dengan target pemerintah untuk menjadi produsen kakao terkemuka di dunia. Menteri juga menyebutkan pentingnya meningkatkan produksi pengolahan hasil pertanian.

Selain itu, Ir. HA Helmy Faisal Zaini mengumumkan bahwa Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal akan mengeluarkan biaya lebih dari Rp 13 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Malinau pada tahun 2013. Seperti pada tahun 2012, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal akan menyediakan dana sebesar Rp 2 miliar untuk mendukung petani melalui pembagian bibit pohon karet, pupuk buatan dan pestisida pada tahun 2013. Pemerintah juga berencana untuk mendukung petani dengan pemanenan dan pengolahan karet selama tiga tahun untuk memastikan kualitas yang baik.

Selama kunjungannya, Menteri dan rombongan melakukan dialog aktif dengan perwakilan dari pemerintah daerah dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malinau, tokoh agama dan adat, organisasi produsen pertanian dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Malinau tentang orientasi masa depan terkait dengan bantuan kepada masyarakat di sektor pertanian.

Berita

Kumpulan berita...