Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Pelatihan Pengembangan Persemaian di KPH Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Dalam rangka pengembangan kapasitas dalam mengelola wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), FORCLIME bersama dengan KPH Model Kapuas Hulu dan Dinas Kehutanan menyelenggarakan pelatihan pengembangan persemaian.  Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan staf KPH dan masyarakat sekitar dalam menyediakan bibit pohon yang berkualitas bagus untuk berbagai keperluan.  Lebih jauh, kemampuan ini diharapkan bisa menjadi dasar pengembangan usaha bagi KPH. 
Materi pelatihan mencakup perencanaan produksi bibit, proses produksi bibit mulai dari pengadaan benih sampai pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit sampai pembangunan persemaian yang meliputi teknik pemilihan lokasi, persiapan area persemaian, instalasi air untuk penyiraman. Metoda pelatihan melalui pembelajaran praktek lapang secara langsung dan presentasi teori di dalam kelas.
Pelatihan yang diselenggarakan selama 4 hari mulai tanggal 29 Juli 2013 sampai dengan  1 Agustus 2013 di Putussibau dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kapuas Hulu, Drs. Hasan, MSi.,. Dalam sambutannya, Kepala Dinas sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini.  Peserta pelatihan diikuti oleh 18 orang dari Disbunhut Kapuas Hulu, KPH Kapuas Hulu, Penyuluh Kehutanan, Saka Wana Bhakti, Masyarakat Karang Bunut dan Unit Pengelola Program FORCLIME di Kabupaten (District Project Management Unit – DPMU).  

Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Tunggul Butarbutar, Strategic Area Manager for FMU Development
Ali Mustofa, Thematic Leader for Community Empowerment

Konferensi Internasional BMZ tentang "Hutan untuk Generasi Masa Depan"

Kementerian Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan mengadakan konferensi internasional dengan tema "Hutan untuk Generasi Masa Depan" pada tanggal 11 dan 12 Juni 2013 di Berlin. Tujuan dari konferensi ini adalah:

1.    Mempromosikan pengelolaan hutan lestari di daerah tropis dengan tiga dimensi kelayakan ekonomi, sosial dan ekologi;
2.    Menaikkan produk kayu yang legal dan berkelanjutan;
3.    Menjajaki pilihan aliansi di antara sektor publik dan swasta, dan masyarakat madani;
4.    Meningkatkan kesadaran di antara penyedia barang dan konsumen bahwa menghindari kayu tropis bukan merupakan cara untuk menyelamatkan hutan tropis.

Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 160 pejabat tinggi pengambil keputusan dari unsur pemerintah, masyarakat madani, swasta dan perguruan tinggi. Sedangkan dari Indonesia hadir Dr Yetti Rusli, Ir. Helmi Basalamah dan Andi Daryanto, semua dari Kementerian Kehutanan, Agus Setyarso (Seknas-KPH) dan Prof Soeyitno Soedirman (Universitas Mulawarman). Delegasi didampingi oleh Direktur Program FORCLIME, Mr Rolf Krezdorn.

Dalam sambutannya, Mr Dirk Niebel, Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, menyambut para peserta konferensi. Pada konferensi tersebut, Dr Yetti Rusli menyampaikan pidato berjudul "Tanggung Jawab Umum dan Pribadi bagi Keberlanjutan" atas nama Dr Hadi Daryanto, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan.

Informasi lebih lanjut tentang konferensi dan presentasi yang diberikan selama berbagai sesi dapat ditemukan di situs BMZ

FORCLIME Bersama Mitra Kunjungi Fasiltas Biochar di Lampung, Sumatera

Untuk memperluas pemahaman tentang aplikasi biochar, FORCLIME bersama mitra kerja sama dari Kalimantan Timur dan Barat melakukan studi banding ke Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanah, Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Lampung Timur. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melihat potensi pemanfaatan biochar dalam rangka meningkatkan produktivitas lahan dan serapan karbon. Peserta mengunjungi dan melihat, mulai dari aplikasi pengelolaan lahan pertanian hingga pengelolaan perkebunan dan kehutanan serta kemungkinan penerapan skala operasional.

Kunjungan diikuti oleh tujuh peserta dari Lab. Tanah Universitas Mulawarman di Kalimantan Timur, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Berau Barat (Kalimantan Timur), KPH Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), dan GIZ FORCLIME.

Dari kunjungan tersebut, peserta mendapatkan informasi dan pengetahuan yang komprehensif tentang berbagai aspek mengenai biochar, mulai dari teknik produksi, aplikasi pada berbagai sektor penggunaan lahan, serapan karbon hingga bioenergi yang mungkin didapatkan akibat penerapan biochar tersebut.
Saat ini FORCLIME menginisiasi kerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman untuk mempelajari potensi penerapan biochar dalam rangka mitigasi perubahan iklim.  Kerja sama ini termasuk peningkatan kapasitas, penelitian dan publikasi.

Biochar adalah arang yang dihasilkan dari pembakaran biomassa melalui proses dekomposisi termokimia dari material organik pada suhu tinggi tanpa oksigen (pyrolisis). Penggunaan arang hayati (Biochar) dianggap sebagai terobosan yang dapat memberikan kontribusi pada pengurangan emisi, penyerapan karbon dan perbaikan kondisi tanah.

Untuk infomasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Tunggul Butarbutar, Strategic Area Manager for FMU Development

Berita

Kumpulan berita...