Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

FORCLIME hadir di Berau Expo, Kalimantan Timur

Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Berau yang ke 60, Pemda Berau menyelenggarakan pameran, Berau Expo 2013. FORCLIME bersama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Berau Barat menampilkan informasi hasil dan capaian pelaksanaan kegiatan yang dilakukan bersama-sama. Kegiatan pameran ini juga untuk memperingati hari jadi ibu kota Kabupten Berau, Tanjung Redeb, yang ke -203.  Pameran diselenggarakan dari tanggal 14 hingga 21 September 2013 in Tanjung Redeb. Peserta pameran terdiri dari unit teknis dari Pemda Berau, perusahaan swasta, dan perusahaan kecil dan menengah.

Kabupaten Berau merupakan salah satu dari kabupaten percontohan program FORCLIME di Kalimantan Timur. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan  di kabupaten ini adalah survei kondisi sosial ekonomi  masyarakat yang tinggal di sekitar KPH Berau Barat. Hasil survei tersebut dapat diunduh di situs FORCLIME http://www.forclime.org/en/media-and-publication

FORCLIME adakan ToT Competence Based Learning (CBL) untuk Lembaga Diklat Kehutanan

Menindaklanjuti lokakarya CBL yang diselenggarakan tanggal 27 Agustus 2013, Pusat Pendidikan dan Latihan Kehutanan (Pusdiklathut) bekerja sama dengan GIZ FORCLIME mengadakan “Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainers/ToT) untuk mendukung penerapan Competence Based Learning di lembaga pendidikan dan latihan (diklat) kehutanan” di  Bogor pada tanggal 2 - 6 September 2013. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengimplementasikan CBL sebagai metode pembelajaran aktif (active learning method) di lembaga-lembaga pendidikan dan latihan kehutanan.

ToT ini dipandu dan difasilitasi oleh Edy Marbyanto, Manajer untuk bidang Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia, dan dibantu oleh Ibu Jolanda Buter, Ibu Friggia Aida Fitrini Aziz-Marien dan Ibu Edia Rahayuningsih, sebagai fasilitator. Kegiatan ini diikuti oleh 26 orang pejabat struktural dan widyaiswara yang merupakan perwakilan dari Pusdiklathut, Balai Diklat Kehutanan (BDK) Bogor, BDK Kadipaten, BDK Samarinda dan Pusat Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan (Pusrenbang SDMK).

Materi yang disampaikan dalam pelatihan adalah konsep umum CBL yang terdiri dari: (a) Prinsip CBL; (2) Teori Pembelajaran; (3) Pengenalan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia/KKNI dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia/SKKNI; (4) Training Need Assessment/TNA’ (5) Identifikasi kompetensi dan elemen kompetensi; (6) Penyusunan Kurikulum mengacu SKKNI; (7) Monitoring dan evaluasi pembelajaran; dan (8) Active learning.

Kepala Pusdiklathut dalam acara penutupan menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ToT ini dan berharap agar pelatihan ini dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pengembangan sumber daya manusia bidang kehutanan (SDM kehutanan). Sehingga SDM Kehutanan Indonesia akan mampu memenangkan persaingan dalam era pasar terbuka ASEAN tahun 2015.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Edy Marbyanto, Strategic Area Manager for Human Capacity Development

FORCLIME Fasilitasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu

Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu bersama GIZ FORCLIME dan organisasi perkumpulan Kami Anak Bangsa (KABAN) melakukan sosialisasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) di desa Nanga Lauk, Kecamatan Embaloh Hilir, Kapupaten Kapuas Hulu di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, 30-31 Agustus 2013, dan diikuti oleh 43 peserta. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai kebijakan terkait pengelolaan sumber daya hutan. Selain itu, masyarakat desa juga memperoleh informasi tambahan mengenai kebijakan pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK), terutama madu hutan, melalui pembentukan Kelompok Kerja Madu Hutan dalam skema Perhutanan Sosial. 

Dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang konsep pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Selain itu, juga untuk mendokumentasikan kegiatan pengelolaan HHBK, seperti madu di desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir.

Desa Nanga Lauk merupakan salah satu desa yang berada di pinggir sungai, sebagian besar wilayahnya merupakan hutan dataran rendah sampai rawa, rawa bergambut yang merupakan habitat yang ideal bagi perkembangan lebah. Desa Nanga Lauk adalah desa yang berada di dalam wilayah Kesatuan Pengelolaan hutan (KPH) model dan juga wilayah pengembangan untuk percontohan uji coba pengurangan emisi kerja sama pemerintah Indonesia dan pemerintah Jerman melalui program FORCLIME.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Ali Mustofa, Thematic Leader of Community Empowerment

Berita

Kumpulan berita...