Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Mono Cable Winch dan Pengurangan Emisi di Sektor Kehutanan

mono_cable_winch

Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan dan FORCLIME menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai “Penyempurnaan Panduan Penggunaan Mono Cable Winch (MCW)” pada tanggal 14 November 2012. Tujuan FGD adalah untuk memfinalisasi panduan MCW dan meningkatkan pemahaman mengenai sistem pemanenan dengan menggunakan Mono Cable Winch, mengintegrasikan MCW ke dalam kebijakan kehutanan dan meningkatkan kesadaran di lingkup kementerian kehutanan tentang perlunya suatu peraturan untuk penerapan Mono Cable Winch serta membuat aturan tersebut menarik untuk diimplementasikan.

Dr. Yosep Ruslim dari Universitas Mulawarman menyampaikan presentasi mengenai “Memahami sistem pemanenan menggunakan MCW. Kebijakan dan kaitannya dengan pengurangan emisi”. Acara diskusi ini dihadiri oleh 23 staf teknis dari Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan, Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan (Pusdal), The Nature Conservancy (TNC), GIZ-FORCLIME, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) serta perwakilan pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) yang telah berpengalaman dengan sistem MCW.

Pemateri menjelaskan bahwa MCW merupakan salah satu alat untuk pembalakan rendah dampak (Reduced Impact Logging - RIL) karena dapat mengurangi dampak negatif dari penyaradan kayu. Penggunaan MCW dapat berkontribusi untuk mengurangi emisi karbon, karena degradasi hutan akan berkurang dan lebih sedikit bahan bakar fosil yang digunakan per meter kubik kayu. Peralatan dapat diproduksi di dalam negeri dengan harga yang relatif rendah (sekitar Rp 50 juta.). Peserta membahas cara-cara bagaimana MCW dapat dipromosikan dalam konsesi hutan alam sebagai bagian dari sistem silvikultur secara keseluruhan dan memperbaiki perencanaan pemanenan hutan.

Tantangan yang dihadapi dalam menggunakan alat ini adalah operator tidak terbiasa menggunakan alat tesebut dan peralatan MCW di lapangan sering dikaitkan dengan pembalakan liar.
Peserta FGD sepakat perlu diterbitkannya suatu keputusan tingkat direktur jenderal sebagai dasar hukum dan dukungan regulasi. Peserta mengusulkan untuk mengeksplorasi insentif untuk penggunaan MCW, misalnya insentif kebijakan fiskal atau harga premium. Akhirnya, FGD juga mencapai keputusan untuk meninjau kebijakan terkait dengan pembalakan rendah dampak (RIL) secara komprehensif di masa depan.

Konselor Kedutaan Besar Jerman Kunjungi Lokasi Program FORCLIME bersama Jurnalis Jakarta

Beckermann_visit_in_sadap_Nov_2012

Konselor Kerjasama Pembangunan Kedutaan Jerman, Andreas Beckermann,  mengunjungi lokasi proyek FORCLIME di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat pada tanggal 4 sampai 8 November. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melihat secara langsung pelaksanaan program kegiatan dan capaian prestasinya. "Bagi saya itu sangat menarik untuk melihat sebuah proyek yang sedang berjalan ", kata Mr Beckermann, "dan untuk mempelajari penerapan konteks dan kondisi pada pelaksanaan kegiatan kerja sama Jerman-Indonesia."  Keterpencilan beberapa lokasi proyek membuat para pengunjung terkesan. Rombongan harus berjalan selama satu jam dari jalan terakhir yang dapat diakses oleh mobil untuk mencapai salah satu desa yang didukung oleh FORCLIME terkait dengan pemetaan partisipatif sebagai persiapan untuk mengembangkan kegiatan demonstrasi REDD+ (REDD+ Demonstration Activities – REDD+ DA). Desa lain yang dikunjungi adalah Menua Sadap, di sini para pengunjung mendapat informasi tentang langkah-langkah yang diperlukan dalam mendukung pembangunan pembangkit listrik yang terbarukan di desa tersebut, serta tantangannya. Langkah-langkah dimaksud termasuk melakukan studi kelayakan, menyusun dasar hukum seperti memo kesepahaman antara pemerintah kabupaten dan Taman Nasional Betung Kerihun terkait dengan promosi energi terbarukan di kawasan taman nasional dan zona penyangga, menetapkan dan melakukan pelatihan bagi Kelompok Pengelola PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro). Langkah terakhir adalah instalasi turbin di sungai yang ketinggian airnya dapat meningkat beberapa meter di malam hari selama musim hujan.

Pada kunjungan lapangan ini, Konselor Beckermann didampingi oleh Press Attachée Kedutaan Jerman, Inge Seitz, dan tiga wartawan dari media yang berbasis di Jakarta. "Ini adalah untuk pertama kalinya wartawan diundang untuk menemani kunjungan Kedutaan," kata Ms Seitz pada hari terkakhir dari tiga hari yang tak terlupakan, "dan saya sangat senang karena kunjungan ini berjalan dengan baik."

Menteri Kehutanan kunjungi Jerman

Menhut_ke_Jerman

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, mengunjungi Jerman dari tanggal 8 sampai 9 Oktober untuk bertemu dengan pejabat tinggi Jerman dalam rangka meningkatkan kerja sama dibidang kehutanan antara Indonesia dan Jerman yang telah berjalan selama 45 tahun. Menteri Zulkifli Hasan mengadakan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Pertanian, Pangan dan Perlindungan Konsumen Republik Federal Jerman, Mr. Peter Bleser, dan bertemu dengan Wakil Menteri Lingkungan dan Energi Negara Bagian Hessen, Mr Mark Weinmeister. Program kunjungan juga termasuk dialog meja bundar dengan para pihak kunci bidang kerja sama pembangunan dan akademisi bidang reformasi sektor kehutanan di Indonesia, selain itu, juga dilakukan "kunjungan lapangan" ke salah satu kesatuan pengelolaan hutan di Negara Bagian Hessen.

Di lokasi kesatuan pengelolaan hutan yang dikunjungi, Chausseehaus Wiesbaden, Menteri Zulkifli Hasan mendapat informasi langsung mengenai sistem struktur desentralisasi pengelolaan hutan Jerman, yang dalam banyak hal telah menginspirasi reformasi hutan yang sedang berlangsung dan pembangunan kesatuan pengelolaan hutan di Indonesia. Dalam kunjungannya, Menteri Kehutanan didampingi oleh Direktur Jenderal Kehutanan Hessen dan Direktur HessenForst, Duta Besar Indonesia untuk Republik Federal Jerman dan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

September 19th – 22nd, 2017. IUFRO 125th Anniversary Congress

Freiburg, Germany

The IUFRO 125th Anniversary Congress, which will take place at the Konzerthaus in Freiburg, Baden-Württemberg, Germany, from 19 to 22 September 2017.

Follow link for more information



6-17 November 2017. UNFCCC COP 23

Bonn, Nordrhein-Westfalen, Germany

The 23rd session of the Conference of the Parties (COP 23) to the UN Convention on Climate Change (UNFCCC) will be organized by Fiji and hosted at the headquarters of the UNFCCC secretariat in Bonn, Germany.

Selengkapnya...

Kumpulan acara...