Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

FORCLIME adakan studi penghidupan berkelanjutan di Malinau, Kalimantan Utara

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan mengenai Pengkajian Penghidupan Berkelanjutan (Sustainable Livelihood Assessment-SLA) yang telah dilaksanakan pada bulan Juni lalu, dilakukan suatu kajian mengenai kelayakan mata pencaharian masyarakat untuk investasi  jangka pendek. Studi ini dilaksanakan oleh FORCLIME bersama Dinas Kehutanan Malinau, dengan Kepala Bidang Konservasi sebagai koordinator program. Studi dilakukan di 15 desa di kecamatan Hulu Bahau dan  Pujungan, Kabupaten Malinau. Kegiatan berlangsung selama 2 minggu, dari 26 Agustus hingga 10 September. Tim studi dibagi menjadi 5 kelompok yang masing-masing bekerja di 3 desa.  

Selain memberikan gambaran mengenai kondisi di tiap desa, kegiatan ini juga bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat  mengembangkan ide yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan. Misalnya masyarakat desa Long Lame ingin mengembangkan pertanian ramah lingkungan, dengan sayur mayur serta kacang-kacangan sebagai komoditi utama. Sementara desa Long Pujungan ingin mengembangkan usaha perikanan dan kebun karet. Di samping hal tersebut, kegiatan ini juga menggali persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan hutan, khususnya kawasan yang mempunyai fungsi penting untuk kebutuhan sosial-ekonomi (Nilai Konservasi Tinggi - NKT 5) dan kawasan yang mempunyai fungsi penting untuk identitas budaya tradisional masyarakat (NKT 6).

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Indah Astuti (Community Participation Expert of DPMU Malinau)
Toni Salsius (Forestry Expert of DPMU Malinau)

Pelatihan Penginderaan Jauh untuk Penghitungan Karbon di Berau – Kalimantan Timur

Sebagai salah satu upaya untuk mendukung kapasitas staf Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), GIZ FORCLIME memfasilitasi Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Berau Barat menyelenggarakan pelatihan penginderaan jauh (remote sensing) untuk penghitungan karbon berdasarkan tutupan lahan. Pelatihan yang merupakan rangkaian dari kegiatan pengembangan kapasitas tenaga teknis di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG) dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 13 September di  Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari staf KPHP Model Berau, lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal, staf teknis pemerintah daerah Kabupaten Berau, Unit Pengelola Program FORCLIME di tingkat nasional (National Project Management Unit – NPMU) dan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang mengikuti pelatihan ini.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan penginderaan jauh dan perangkat yang digunakan, proses penyiapan data, serta proses dan metode klasifikasi tutupan lahan. Selain materi teknis, diberikan pula pemaparan tentang perubahan iklim, REDD+, penghitungan karbon, tingkat emisi rujukan serta sistem pengukuran, pelaporan dan verifikasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta pelatihan tentang isu karbon dan lebih lanjut dapat mengaplikasikan ilmu penginderaan jauh dan SIG dalam perencanaan dengan mempertimbangkan stok karbon pada tipe tutupan lahan yang berbeda.

Pelatihan ini dibuka dan ditutup oleh Kepala KPH Model  Berau Barat, Hamzah, MSi. Dalam sambutannya,  Kepala KPH Model Berau Barat berharap para peserta dapat menggunakan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, juga dapat mengajarkan ilmu yang diperoleh kepada rekan kerja lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Benjamin Korff, Development Adviser, Geographic Information Systems
Budi Susanto, Adviser, Geographic Information Systems

Pelatihan Kelompok Tani Pelaksana Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Kapuas Hulu

Dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman teknis, kelembagaan dan administrasi kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu bersama dengan GIZ-FORCLIME mengadakan pelatihan bagi kelompok tani dari desa-desa di Kabupaten Kapuas Hulu pada tanggal 27 – 29 Agustus di Putussibau. Peserta pelatihan terdiri dari 64 orang yang merupakan perwakilan dari 16 kelompok tani hutan dari desa-desa di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Setelah mengikuti pelatihan ini, masyarakat desa terutama kelompok tani hutan diharapkan mengerti tahapan kegiatan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan, termasuk penguatan kelembagaan kelompok tani dan pembagian peran dalam pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan. Selain itu pelatihan dimaksudkan untuk penguatan akses masyarakat dalam pengelolaan hutan.

Kabupaten Kapuas Hulu merupakan salah satu kabupaten percontohan pelaksanaan kegiatan FORCLIME terkait dengan pengelolaan hutan dan perubahan iklim, selain Kapupaten Malinau (Kalimantan Utara) dan Kabupaten Berau (Kalimantan Timur).

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Ali Mustofa, Thematic Leader of Community Empowerment

Berita

Kumpulan berita...