Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Pelatihan GIS tingkat lanjut bagi para pihak di wilayah Heart of Borneo

Picture_GIS_Training_Malinau_-_favourite

Bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Malinau dan WWF, GIZ-FORCLIME menyelenggarakan pelatihan GIS tingkat lanjut (GIS II) bagi pejabat pemerintah di wilayah jantung Kalimantan (Heart of Borneo-HoB), termasuk taman nasional, dinas kehutanan dan instansi pemerintah daerah terkait. Pelatihan ini berlangsung dari 13-17 Februari 2012 di Malinau, Kalimantan Timur.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Dinas Kehutanan Malinau, Ir. Gerald A. Silooy, menekankan perlunya metode analisis tingkat lanjut dalam pengumpulan dan analisis data, seperti penginderaan jauh untuk memperbaiki pengelolaan hutan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep teknis dan aplikasi GIS tingkat lanjut bagi peserta agar dapat diterapkan dalam pekerjaan mereka terkait dengan pengelolaan sumberdaya alam di wilayah HoB. Dalam hal ini termasuk analisis dan klasifikasi berbagai parameter lingkungan seperti kemiringan lereng, pola curah hujan harian, jenis tanah, dll untuk menilai kerentanan terhadap degradasi. Peserta kemudian menggunakan klasifikasi berbeda dalam menentukan kawasan hutan yangg dilindungi sesuai dengan peraturan yang relevan (Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 837/Kpts/Um/11/1980). Dalam pelatihan tersebut, peserta mempraktekkan metode raster dan vektor pengolahan data dengan menggunakan ArcGIS 10. Para peserta juga dapat menerapkan keterampilan baru yang diperolehnya untuk hal lain dalam menghasilkan data dan analisis data, seperti menggabungkan interpretasi citra dengan data lapangan untuk mengklasifikasikan daerah aliran sungai skala kecil dan arus air, atau untuk memverifikasi status atau batas kawasan hutan yang sebenarnya.
Materi pelatihan disusun oleh tenaga ahli teknis GIZ yang ditempatkan di Pusat Layanan GIS (GIS Service Center-GSC) di Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat. Materi tersebut dimodifikasi dengan menggunakan data lokal dari Kalimantan Timur dan Kabupaten Malinau.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Heinz Terhorst: heinz.terhorst@eco-consult.com
Timo Beiermann: timo.beiermann@giz.de
Budi Susanto: budi.susanto@giz.de

Cerita Berlanjut! Pameran Hasil Lomba Foto FORCLIME

PhotoContest2012_logo_xs

Lomba Foto FORCLIME 2011 telah terlaksana dengan sukses. Kami menerima lebih dari 2600 foto. Foto pemenang Lomba Foto GIZ-FORCLIME  telah dipamerkan pada Pameran Foto FORCLIME tanggal 15-23 Desember 2011 di Kantor Kementerian Kehutanan di Jakarta. Pameran kemudian berlanjut diadakan di Gedung Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda dari tanggal 13-17 Februari 2012, yang berjalan dengan sukses besar

Kemudian cerita berlanjut: FORCLIME dengan bangga mengumumkan bahwa ada dua acara pameran lagi yang dijadwalkan pada bulan Maret  dan April 2012:

12-16 Maret 2012, Institut Teknologi Bandung (ITB)
Pameran Foto FORCLIME bersamaan dengan Pekan JERIN (Jerman – Indonesia).

18 April – 4 Mei 2012, Goethehaus Jakarta, Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 9 - 15 Gondangdia, Menteng,  Jakarta Pusat.
Pameran Foto FORCLIME bekerja sama dengan Goethe Institut. Pameran ini juga akan menampilkan foto-foto pemenang penghargaan khusus Keanekaragaman Hayati, dan foto-foto yang mendapatkan "Gelar Kehormatan" (Honourable Mention). Disamping pameran, juga akan diselenggarakan beberapa kegiatan menarik dalam rangka memeriahkan acara pameran.

Informasi selengkapnya akan diumumkan lebih lanjut. Kunjungi situs http://forclime-photocontest.com/  untuk informasi lebih lengkap.

Melibatkan siswa dalam diskusi tentang perubahan iklim dan REDD+

Diskusi_Interaktif

Saat Pameran Jerman-Indonesia (JERIN) di Samarinda 13-17 Februari, yang  juga telah diselenggarakan di beberapa kota sejak Oktober 2011, FORCLIME mengundang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Samarinda dan masyarakat Samarinda untuk berdiskusi mengenai persoalan terkait dengan perubahan iklim dan REDD+. Diskusi dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Umum Kalimantan Timur pada tanggal 15 Februari dan dihadiri oleh 50 peserta yang sangat antusias.  Para narasumber yang merupakan tenaga ahli dari FORCLIME mengawali acara dengan menjelaskan penyebab dan dampak perubahan iklim, perjanjian internasional dan upaya mitigasi perubahan iklim melalui REDD+. Dalam diskusi juga dibahas mengenai upaya pengurangan emisi yang dapat dilakukan oleh peserta secara individu. Dengan kritis mereka mempertanyakan kebijakan pemerintah yang tidak konsisten dalam pengurangan emisi seperti masih banyaknya konversi hutan untuk eksploitasi pertambangan dan perkebunan, rendahnya komitmen negara maju seperti Amerika Serikat yang tidak mau meratifikasi Kyoto Protocol, lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di sektor kehutanan, dan lain-lain.

Para siswa juga berbagi pengalaman terkait dengan upaya mitigasi perubahan iklim, seperti pernyataan berikut:

Saya bangga karena saya dan kawan-kawan saya telah  memanfaatkan air limbah AC yang mengandung banyak gas metana untuk pengembangan budidaya jamur tiram. Pengalaman kami telah memperoleh penghargaan juara pertama lomba karya ilmiah antar Sekolah Menengah Kehutanan di Indonesia. Limbah AC yang mengandung unsur gas rumah kaca ternyata dapat dimanfaatkan untuk sesuatu hal yang produktif.
(Ije, siswi Sekolah Menengah Kehutanan Samarinda)


Dari berbagai komentar peserta, sebenarnya banyak inisiatif yang selama ini sudah dilakukan oleh masyarakat dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan dan pengurangan emisi. Oleh karenanya, selain perbaikan tata kelola di tingkat pemerintahan, promosi peran serta masyarakat dalam perbaikan lingkungan perlu terus ditumbuhkembangkan selaras dengan prinsip 3M, yakni:  Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang kecil dan, Mulai Sekarang Juga....

Pameran Jerman-Indonesia (JERIN) juga akan dilaksanakan di Bandung tanggal 12 -16 Maret di Kampus Pusat ITB, yang merupakan akhir dari rangkaian kegiatan JERIN. Dalam acara tersebut juga akan dipamerkan foto-foto tentang hutan yang diselenggarakan oleh FORCLIME.

Untuk informasi selengkapnya, dapat menghubungi:

Tunggul Butarbutar
Solichin Manuri 

 

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

May 1st – 5th, 2017. 12th session of the UN Forum on Forests (UNFF12)

New York, United States

Further details on the meeting of the 12th session of the UN Forum on Forests will soon be made available.



22 May 2017 International Day for Biological Diversity

In order to increase understanding and awareness of issues relating to biodiversity, the General Assembly, by resolution 55/201 of 20 December 2000, proclaimed May 22 as the International Day for Biological Diversity.

Official note

Resolution...

Selengkapnya...

Kumpulan acara...