Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Hutan Desa Setulang Bagian dari Desa Wisata

Desa Wisata Setulang

Ditandai  dengan pemukulan gong dan penandatanganan Prasasti Desa Wisata Setulang, Bupati Malinau Yansen TP, meresmikan Desa Setulang Kecamatan Malinau Selatan Hilir sebagai desa wisata.  Setulang merupakan salah satu desa di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara yang memiliki hutan yang masih terjaga dengan baik karena kearifan lokal masyarakatnya (Tane’ olen). Di Setulang, hutan seluas 4.330 Ha telah ditetapkan Kementerian Kehutanan melalui SK.526/Menhut-II/2013 tanggal 25 Juli 2013 untuk dikelola masyarakat dengan skema Hutan Desa.

Dengan adanya izin pengelolaan Hutan Desa, masyarakat Setulang  melalui Badan Pengelola Tane Olen dapat mengelola hutannya dan melakukan pengawasan terhadap pengelolaannya.  Karena lokasinya tidak terlalu jauh dari kota, pengelolaan Tane’olen yang lestari dapat menarik pengunjung yang ingin melihat secara langsung kondisi hutan tropis khas Kalimantan.

Sejak persiapan pengajuan usulan pengelolaan hutan melalui skema hutan desa, FORCLIME bersama Dinas Kehutanan Kabupaten Malinau melakukan pendampingan khususnya untuk meningkatkan kapasitas  Badan Pengelola Tane Olen. Institusi ini yang diharapkan dapat mengelola Hutan Desa Setulang secara arif dan lestari.

Informasi lebih lanjut mengenai pendampingan FORCLIME di Desa Setulang, silahkan hubungi: Ali Mustofa, Thematic Leader of Community Empowerment

BDK Samarinda dan FORCLIME susun kurikulum pelatihan untuk pembangunan KPH dan program REDD

Penyusunan kurikulum KPH compressed

Balai Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan (BDK) Samarinda bekerja sama dengan GIZ FORCLIME  menyelenggarakan pertemuan pada bulan November lalu untuk mempresentasikan kurikulum yang telah disusun bersama. Kurikulum yang telah disusun tersebut ditujukan untuk pelatihan terkait dengan penataan batas hutan dengan pemetaaan menggunakan Global Positioning System (GPS) dan aplikasi Sistem Informasi Geografi untuk pengukuran stok karbon hutan. Kedua kurikulum tersebut disusun dalam rangka mendukung pengembangan program pelatihan terkait dengan pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan serta ahli perpetaan dari Institut Teknologi Bandung.  Dalam diskusi para pakar dan narasumber memberikan masukan untuk penyempurnaan dari kurikulum yang kemudian akan disampaikan kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Kementerian Kehutanan untuk pengesahan. Kurikulum ini akan diujicobakan tahun 2014.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Budi Susanto, Technical Adviser for GIS
Edy Marbyanto, Strategic Area Manager for Human Capacity Development

Usulan Pengelolaan Hutan Desa di Kabupaten Kapuas Hulu diverifikasi Kementerian Kehutanan

Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial (BPDAS-PS) melakukan verifikasi atas 7 usulan pengelolaan hutan dengan skema Hutan Desa di Kabupaten Kapuas Hulu  pada tanggal 4 – 7 Desember 2013. Ketujuh usulan pengelolaan hutan desa tersebut berada di desa Tanjung, Sriwangi, Nanga Jemah, Penepian Raya, Ujung Said, Menua sadap (Karangan Bunut)  dan Nanga Lauk di Kecamatan Embaloh Hilir. Selain perwakilan dari Kementerian Kehutanan, Tim Verifikasi juga didampingi oleh perwakilan dari lembaga swadaya masyarakat dan GIZ FORCLIME.

Dalam pelaksanaan kegiatan verifikasi lapangan ini, GIZ FORCLIME terlibat langsung dalam membantu masyarakat desa Karangan Bunut dan desa Nanga Lauk dalam persiapan teknis. Selain itu, FORCLIME membantu dalam melakukan koordinasi antara masyarakat desa Karangan Bunut dan desa Nanga Lauk, Pemda Kapuas Hulu dengan Tim Verifikasi dari Kementerian Kehutanan.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Ali Mustofa, Thematic Leader of Community Empowerment

Berita

Kumpulan berita...