Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Pelatihan Fasilitator Sustainable Livelihood Assessment di Malinau

Unit pengelola program FORCLIME di Malinau (District Project Management Unit – DPMU) mengadakan pelatihan “Pengkajian Perikehidupan Berkelanjutan” (Sustainable Livelihood Assessment - SLA). Pelatihan ditujukan bagi 15 fasilitator desa dari Kecamatan Bahau Hulu dan Kecamatan Pujungan, serta staff DPMU selama dua minggu pada bulan Juni 2013. Pelatihan ini terbagi atas dua sesi yaitu pemberian materi dalam kelas bertempat di Hotel Malinau City. Kemudian sesi praktek lapangan di desa terdekat yaitu Long Bila, Long Kenipe dan Sentaban. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Malinau membuka acara ini dengan harapan seluruh peserta dapat mengimplementasikan kemampuan fasilitasi di desa masing-masing, tidak hanya dalam mendukung kegiatan FORCLIME tetapi juga terkait pengembangan desa.

Dua orang pelatih berpengalaman dari Yayasan FIELD (Farmers’ Initiative for Ecological Livelihood and Democracy), yang berkantor di Jakarta, memberikan suasana pelatihan yang menarik dan menyenangkan pada para peserta. Pada tiga hari pertama, pelatihan lebih menekankan pada informasi dasar mengenai program serta isu terkait oleh perwakilan NPMU (National Project Management Unit), peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi peserta. Selanjutnya materi yang diberikan berkaitan dengan data yang akan dikumpulkan di tingkat desa meliputi siklus air, ekosistem desa, penelusuran lokasi (sketsa desa), kalender musim, analisis kecenderungan, analisis kelembagaan, peran gender, dan rencana tindak lanjut. Materi tersebut berkaitan satu dengan lainnya dan bertujuan memberikan “gambaran”, potensi dan hambatan yang ada di dalam wilayah desa. Lebih lanjut, data ini akan menjadi dasar pengajuan kegiatan dalam wilayah kegiatan percontohan (Demonstration Activities/DA) berkaitan dengan investasi cepat dan investasi jangka panjang REDD+.

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
Indah Astuti, Tenaga Ahli Partisipasi Masyarakat dan Pemerintahan - DPMU
Karlina Kartika, Adviser, Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat – TC Module

FORCLIME hadir pada pertemuan UNREDD dan FCPF di Lombok, Indonesia

Kementerian Kehutanan telah mengundang FORCLIME untuk menampilkan hasil kegiatannya pada pameran selama pertemuan United Nations Collaborative Program’s 10th Policy Board on Reducing Emissions from Deforestation and forest Degradation (UNREDD+ Programme) dan pertemuan Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) yang belangsung dari 26 Juni hingga 1 Juli 2013 di Lombok, Nusatenggara Barat. Tujuan dari pameran tersebut adalah untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat internasional terkait dengan pelaksanaan kegiatan terkait dengan perubahan iklim di Indonesia.

Selain FORCLIME, beberapa lembaga yang turut serta dalam pameran adalah Badan Penelitian dan Pengembangan (Badan Litbang) Kehutanan – Kementerian Kehutanan, ICRAF, CIFOR, TNC, Universitas Mataram dan kelompok masyarakat pengrajin (mutiara dan anyaman rumput).

Dalam pameran tersebut, FORCLIME menampilkan kegiatannya di tiga kabupaten percontohan, Kabupaten Berau dan Kabupaten Malinau di Kalimantan Timur dan Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat. Diantara informasi yang dipamerkan, FORCLIME membagikan buku mengenai Telaah Situasi Penutupan Lahan dan Tingkat Emisi Karbon Historis tahun 1990 hingga 2010 di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai laporan tersebut, silahkan hubungi:
Dr. Helmut Dotzauer, Strategy Area Manager for Sustainable Forest Management

Publikasi lain yang dikeluarkan FORCLIME dapat diunduh dari http://www.forclime.org/en/media-and-publication

FORCLIME lakukan inventarisasi di lapangan

Tim FORCLIME Berau melakukan inventarisasi lapangan (groundtruthing) di Unit Pengelolaan Hutan (KPH) Berau Barat di Kalimantan Timur antara bulan Oktober 2012 dan April 2013. Inventarisasi dilakukan bersama-sama mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) di Berau, dan Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda, serta masyarakat dari desa-desa setempat.

Tujuan dari inventarisasi khusus ini adalah mengumpulkan data lapangan dari hutan, yang akan digunakan untuk mengembangkan model biomassa untuk memperkirakan emisi CO2 yang dihasilkan dari degradasi hutan (yang disebabkan oleh kegiatan penebangan). Degradasi hutan merupakan sumber yang sangat penting namun yang belum diukur secara akurat dalam pnegukuran emisi CO2.

Dengan menggunakan kombinasi antara penginderaan jauh data seperti LIDAR (Light Detection and Ranging) dan Citra Satelit, data biomassa secara spasial akan diekstrapolasi ke seluruh wilayah KPH. Hasil estimasi degradasi hutan akan memberikan kontribusi untuk mendefinisikan rona awal emisi karbon di KPH Berau Barat dengan akurasi yang tinggi.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Manuel Haas
Development Adviser for Forest Management

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

September 19th – 22nd, 2017. IUFRO 125th Anniversary Congress

Freiburg, Germany

The IUFRO 125th Anniversary Congress, which will take place at the Konzerthaus in Freiburg, Baden-Württemberg, Germany, from 19 to 22 September 2017.

Follow link for more information



6-17 November 2017. UNFCCC COP 23

Bonn, Nordrhein-Westfalen, Germany

The 23rd session of the Conference of the Parties (COP 23) to the UN Convention on Climate Change (UNFCCC) will be organized by Fiji and hosted at the headquarters of the UNFCCC secretariat in Bonn, Germany.

Selengkapnya...

Kumpulan acara...