Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Berbagi Pengalaman Fasilitasi Program PHBM Regional Kalimantan

PHBM BPN

FORCLIME bekerja sama dengan Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Mahakam Berau dan Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) mengadakan acara pertemuan yang bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam memfasilitasi kegiatan terkait dengan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada tanggal 25-26 April 2014. Acara tersebut dihadiri oleh 50 orang perwakilan para pihak terkait dengan kehutanan di Regional Kalimantan, utamanya organisasi atau lembaga yang melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk mengelola hutannya.
 
Catatan dari hasil diskusi selama pertemuan adalah sebagai berikut: di tingkat provinsi perlu adanya penetapan peraturan gubernur mengenai petunjuk teknis verifikasi Hak Pengelola Hutan Desa, di tingkat kabupaten perlu menyiapkan kelembagaan Hutan Desa untuk peningkatan lembaga maupun sumber daya manusia di tingkat tapak. Selain itu juga berbagi informasi mengenai situasi PHBM (Hutan Desa dan HKm-hutan kemasyakatan) di Kalimantan, serta metode yang digunakan dan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan PHBM.

Tindak lanjut pertemuan ini adalah dibangunnya media komunikasi melalui layanan SMS Center dan jejaring sosial yang diharapkan mampu memberikan informasi terkini mengenai situasi PHBM sekaligus menjembatani keluhan dan kendala masyarakat dalam pelaksanaan hutan kemasyarakatan dan hutan desa di Regional Kalimantan.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Ali Mustofa, Thematic Leader of Community Empowerment

Peningkatan kapasitas manajemen lembaga pendidikan dan pelatihan kehutanan

Diklat penulisan proposal

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan (Diklat Kehutanan) bekerja sama dengan GIZ FORCLIME menyelenggarakan pelatihan penulisan proposal untuk penggalangan dana (fund raising) bagi lembaga Diklat Kehutanan pada tanggal 21-25 April 2014 di Bandung.  Peserta yang berjumlah 30 orang berasal dari lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kehutanan (BP2SDM) yang meliputi unsur  Pusat Diklat Kehutanan, Balai Diklat Kehutanan, Pusat Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan (Pusrenbang SDMK) dan Pusat Penyuluhan Kehutanan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen lembaga Diklat Kehutanan khususnya dalam penggalangan dana untuk mendukung kemandirian finansial instansi tersebut.

Topik yang dipelajari dalam pelatihan ini adalah: (1) Penyusunan proposal kegiatan dengan menggunakan logical framework yang jelas dan terstruktur, (2) Penyusunan proposal keuangan yang relevan dengan logical framework program yang ditawarkan, (3) Aspek pengorganisasian dan penyiapan kelembagaan (termasuk sumber daya manusia internal, monitoring dan evaluasi) yang diperlukan untuk menjalankan program yang dituangkan dalam proposal, (4)  Identifikasi lembaga donor atau alternatif sumber pendanaan, (5) Identifikasi strategi marketing untuk memasarkan proposal yang sudah disusun.

Dari pelatihan sudah tersusun lima draft proposal yang akan disempurnakan oleh Pelatih dan Tim Kerja dibawah koordinasi Pusat Diklat Kehutanan. Selanjutnya draft proposal tersebut akan dipromosikan kepada lembaga donor potensial yang relevan.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Edy Marbyanto, Strategic Area Manager for Human Capacity Development

Diklat Pemetaan Konflik bagi Widyaiswara Pusdiklat

Diklat Pemetaan konflik

Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kehutanan bekerja sama dengan Working Group Tenure (WG Tenure) dan didukung oleh GIZ FORCLIME menyelenggarakan Diklat Pemetaan Konflik di Bogor.  Peserta Diklat adalah Widyaiswara dari Pusdiklat Kehutanan dan Balai Diklat Kehutanan (BDK Pematang Siantar, Pekanbaru, Bogor, Kadipaten, Samarinda, Makasar, dan Kupang) serta 1 orang peserta independen dari Samarinda.

Tujuan Diklat adalah untuk memberi pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada para pemangku kepentingan tentang pemetaan konflik, analisis penyelesaian konflik, dan pendokumentasian data. Setelah mengikuti diklat ini, peserta diharapkan dapat menggunakannya sebagai bahan ajar maupun praktek dalam menyelesaikan konflik tenurial di sektor kehutanan.

Diklat dibuka oleh Dr. Ir. Agus Justianto, MSc. Kepala Pusdiklat Kehutanan yang didampingi oleh Dr. Ir. Iman Santoso, MSc., Koordinator Badan Pengurus Working Group on Forest Land Tenure.  Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Pusdiklat menyampaikan tiga pilar “Forestry Development” yaitu Low Carbon Emission Development; Resources Efficiency; dan Social Inclusiveness.

Praktik lapang juga dilakukan dalam diklat ini sebagai sarana untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk secara langsung mempraktekkan teori yang diajarkan.  Praktik lapang dilakukan di Desa Kiarasari Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Desa ini  merupakan salah satu desa di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Peserta menggunakan perangkat analisis land tenure untuk memetakan permasalahan land tenure di wilayah ini dengan menggali data dan informasi dari masyarakat di Kampung Cibuluh dan Kampung Gunung Leutik serta pihak Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Bekerja sama dengan Pusat Diklat Kehutanan dan didukung oleh GIZ, WG-Tenure telah menyusun Kurikulum Silabus (Kursil) Pemetaan Konflik, yang sudah disahkan melalui SK Kapusdiklat Kehutanan No. 35/Dik.2/2014. Empat perangkat analisis land tenure telah diadopsi dalam Kursil tersebut, yaitu Rapid Land Tenure Assessment (RaTA), Analisis Gaya Bersengketa (AGATA), Analisis gender dalam pengelolaan sumberdaya hutan, dan Pendokumentasian data konflik (HuMA-win).

Untuk informasi selanjutnya hubungi:
Edy Marbyanto, Strategic Area Manager for Human Capacity Development

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

23–24 January 2018. International Symposium on the Promotion of Deforestation-Free Global Supply Chains for Contributing to Halt Deforestation

Mita Hall, Tokyo, Japan

The objective of the event is to inform participants on the status of the implementation New York [2015] global zero deforestation commitments, to facilitate wider publication of good practices including by private sector...

Selengkapnya...


20 - 22 Feb 2018. International Conference Working across Sectors to Halt Deforestation and Increase Forest Area – from Aspiration to Action

 

FAO Headquarters, Rome

This international conference, organized by the Collaborative Partnership on Forests, will bring together a wide range of stakeholders to discuss the challenges of halting and reversing deforestation and to jointly...

Selengkapnya...

Kumpulan acara...