Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Percepatan Pembangunan KPH di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

percepatan KPH di Kaltim dan Kaltara

Bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, GIZ FORCLIME menyelenggarakan lokakarya mengenai “Percepatan Pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara”. Tujuan dari lokakarya ini adalah untuk mendiskusikan kemajuan dan tantangan pembangunan KPH di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara serta menyusun langkah strategis yang dibutuhkan.

Lokakarya dihadiri oleh perwakilan dari pengelola KPH model dan KPH lainya di Kalimantan Timur dan Utara, Kementerian Kehutanan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Dalam Negeri, Sekretariat Nasional KPH, lembaga donor dan dinas-dinas terkait.

Hasil dari lokakarya adalah 19 langkah strategis yang diharapkan mampu menggerakkan pembangunan KPH di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, termasuk didalamnya peningkatan peran perguruan tinggi yang memiliki fakultas atau jurusan kehutanan dalam mendukung penyediaan tenaga profesional untuk pembangunan KPH.  Kesempatan ini juga digunakan untuk mendiskusikan peran RAKI (Rumah Akademisi Kehutanan Indonesia), yang merupakan kelompok ahli yang diharapkan menjadi “think-thank” pembangunan KPH di masa depan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai materi lokakarya dimaksud, silahkan hubungi:
Tunggul Butarbutar, Strategic Area Manager for Forest Management Unit (FMU) Development

Kajian Rona Awal Investasi Ekonomi Hijau di Kabupaten Berau Tahun 2012

FORCLIME bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Berau menyelenggarakan diskusi kelompok (focus group discussion-FGD) pada tanggal 20 Februari 2014. Kegiatan ini melibatkan pemangku kepentingan di Kabupaten Berau untuk menyampaikan hasil awal kajian mengenai “Investasi ke dalam Ekonomi Hijau di Kabupaten Berau Tahun 2012”.

FGD ini merupakan pertemuan lanjutan dari FDG pertama pada bulan Januari lalu, yang memperkenalkan Ekonomi Hijau dan untuk menginformasikan mengenai survei yang dilakukan. Sementara ini,  data telah terkumpul dari berbagai lembaga terkait di kabupaten, juga dari lembaga swadaya lokal dan internasional, serta sektor swasta.

Hasil yang diharapkan dari FGD ini adalah sebagai berikut:  
•    Pemahaman bersama tentang konsep Ekonomi Hijau, dengan mempertimbangkan interpretasi dan pemahaman lokal;
•    Presentasi data yang sudah terkumpul;
•    Diskusi tentang tindak lanjut, yang akan mengarah pada internalisasi hasil kajian rona awal Ekonomi Hijau ini ke dalam perencanaan daerah, dan perumusan prioritas pembangunan menuju Ekonomi Hijau berbasis kabupaten.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Heinz Terhorst, Strategic Area Manager for integration conservation and development (Green Economy)

Pelatihan tentang Rantai Nilai di Kabupaten Berau

Bekerja sama dengan PT Damar Jabis, FORCLIME menyelenggarakan pelatihan mengenai Rantai Nilai dan Penilaian Cepat mengenai Pasar untuk komoditi rotan, gaharu, karet dan kakao di Kabupaten Berau. Peserta terdiri dari perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan, seperti produsen, staf pada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), LSM, pejabat pemerintah kabupaten, petani dan pedagang.

Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah sebagai berikut:

  • 25 mitra lokal (petani, pedagang, KPH, LSM dan lembaga pemerintah kabupaten yang relevan) serta staf FORCLIME di kabupaten telah mendapatkan pelatihan mengenai rantai nilai dan penilaian pasar yang cepat;
  • Peserta pelatihan dapat melakukan tugas lapangan mengenai rantai nilai dan penilaian pasar yang cepat;
  • Pengumpulan data primer dan sekunder mengenai volume produksi dan kualitas, teknologi proses produksi dan pasca panen, lokasi, jumlah penerima manfaat, rantai produksi dan pasar, serta dukungan pemerintah untuk hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang dipilih dan komoditas pertanian teridentifikasi;
  • Peta rantai nilai dan penilaian cepat pasar HHBK yang dipilih dan komoditas pertanian di Kabupaten Berau dijabarkan;
  • HHBK prioritas dan produk pertanian untuk Kabupaten Berau terpilih;
  • Daftar rekomendasi yang mencakup topik-topik: Peningkatan volume, standar kualitas, keberlanjutan dan profitabilitas HHBK prioritas dan produksi komoditas pertanian, peningkatan teknologi, strategi produksi dan pemasaran, kebijakan institusi dan pemerintah disajikan kepada pemerintah kabupaten.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi :
Heinz Terhorst, Strategic Area Manager for integration conservation and development (Green Economy)

Berita

Kumpulan berita...