Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Peningkatan Kapasitas SMK Kehutanan

Assessor Diklat

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan (SMK Kehutanan), Pusat Pedidikan dan Latihan Kehutanan (Diklat Kehutanan), Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bekerja sama dengan FORCLIME menyelenggarakan pelatihan mengenai Peningkatan Kapasitas Bagi Calon Assesor Uji Kompetensi Keahlian SMK Kehutanan. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Diklat Kehutanan di Bogor tanggal 30 Juni sampai 5 Juli 2014. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membekali para calon assesor supaya mereka memiliki kemampuan melakukan Uji Kompetensi Keahlian bagi peserta didik yang akan melaksanakan Ujian Praktik Kejuruan Nasional SMK Kehutanan. Dalam sistem pendidikan di Indonesia, siswa SMK Kehutanan harus mengikuti dan lulus ujian praktik bidang Kompetensi Kehutanan.

Pelatihan ini difasilitasi oleh Widyaiswara Pusat Diklat Kehutanan dan diikuti oleh 60 peserta calon assessor dari unsur guru SMK Kehutanan, widyaiswara Pusat Diklat Kehutanan dan widyaiswara Balai Diklat Kehutanan. Dalam acara pembukaan, perwakilan dari FORCLIME, Mathias Bertram, mengemukakan bahwa selama ini Kemenhut sudah melakukan rekrutmen alumni SMKK untuk ditempatkan di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Untuk 5 tahun ke depan direncanakan akan dibentuk 600 KPH, sehingga akan membutuhkan dukungan sumber daya manusia terampil yang cukup besar. Alumni SMKK yang memiliki keterampilan teknis level menengah, akan berperan penting dalam mendukung kelancaran aktivitas KPH di masa datang. Beliau juga menekankan bahwa sampai dengan sekarang beberapa isu penting yang dihadapi KPH dan perlu dijadikan bahan masukan untuk pengembangan kurikulum SMKK adalah: (1) Masih banyaknya konflik tenurial di wilayah KPH yang perlu dicarikan solusinya, (2) Tata batas kawasan hutan yang belum solid, (3) Pengembangan kewiraswastaan sektor kehutanan,  (4) Masih kurangnya perhatian terhadap rehabilitasi dan konservasi kawasan, dan (5) Penguatan kelembagaan KPH. Belajar dari proses pembangunan KPH di Jerman, Mathias Bertram menyarankan agar sistem belajar bagi para siswa SMKK lebih menekankan pada aspek praktek dan tidak melulu teori.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi:
Edy Marbyanto, Strategic Area Manager Human Capacity Development

Pelatihan bagi Tenaga Ahli Pendamping KPH Regional I – Sumatera

Expert pool Medan

Sebagai bagian dari dukungan FORLCIME terhadap operasionalisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan (WP3H) dan GIZ-FORCLIME menyelenggarakan pelatihan dan lokakarya bagi tenaga ahli kehutanan untuk menjadi pendamping pembangunan KPH di Regional I – Sumatera. Acara ini berlangsung dari tanggal 16 – 18 Juni 2014 di Medan dan dihadiri oleh akademisi dari berbagai universitas di Sumatera, perwakilan pemerintah daerah dan KPH, serta organisasi masyarakat madani di Sumatera Utara. Pelaksanaan acara ini juga tidak lepas dari dukungan Sekretariat Nasional KPH dan Universitas Sumatera Utara.

Sedikit berbeda dengan pelaksanaan pelatihan dan lokakarya sebelumnya, kali ini perwakilan masyarakat madani  di wilayah Medan dan sekitarnya turut berpartisipasi aktif selama acara berlangsung. Hal ini sebagai salah satu upaya dalam membangun kesepahaman mengenai konsep KPH dan identifikasi peran masing-masing pihak dalam mendukung pembangunan dan operasionalisasi KPH. Selain itu, materi pelatihan juga mengupas mengenai KPH Konservasi (KPHK) serta pembelajaran mengenai tantangan pengelolaan dan strategi resort based management yang mulai diimplementasikan di Taman Nasional Gunung Leuser.

Para peserta memberikan tanggapan positif atas penyelenggaraan kegiatan ini karena ada banyak hal yang diperoleh peserta serta membantu mereka untuk menentukan langkah selanjutnya di masing-masing wilayah kerja. Selain itu, peserta menganggap penting untuk menyusun buku panduan bagi para akademisi dalam memberikan pendampingan KPH. Menanggapi masukan dan berbagai usulan dari peserta, Direktorat WP3H siap memfasilitasi proses koordinasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Planologi di daerah dengan para tenaga pendamping.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Gatot Moeryanto, Senior Adviser for FMU development

Peran akademisi kehutanan dalam operasionalisasi KPH semakin nyata

Dalam rangka mengakselerasi operasionalisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), telah dilakukan pelatihan bagi para akademisi kehutanan yang akan menjadi tenaga ahli pendamping pembangunan KPH di berbagai region. Sejalan dengan pelatihan yang difasilitasi oleh FORCLIME telah terbentuk RAKI (Rumah Akademisi Kehutanan Indonesia), yang ikut terlibat di setiap penyelenggaraan kegiatan pelatihan mulai dari Yogyakarta, Mataram untuk Regional 2 (meliputi Jawa, Bali, Nusatenggara), Ambon untuk Regional 4 (meliputi Sulawesi, Maluku, Papua). Termasuk juga pada pelatihan di Banjarmasin untuk Regional 3 (meliputi pulau Kalimantan), yang diselenggarakan pada  20 – 22 Mei 2014.

Dalam paparan materinya, Dr. Agus Setyarso sebagai lead trainer menekankan bahwa spesifikasi pengelolaan  setiap KPH perlu diidentifikasi karena tidak ada satupun karakter pengelolaan KPH yang bisa sama dengan yang lain dan tidak boleh dilakukan generalisasi dalam prosesnya.  

Komitmen RAKI   yang beranggotakan para akademisi/tenaga ahli pendamping KPH terus berkonsolidasi untuk memberikan kontribusi nyata dalam kerangka pembangunan dan operasionalisasi KPH.  Salah satu wujud nyata realisasi partisipasi akademisi  anggota RAKI dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin adalah membentuk Pusat Konsultasi KPH yang menjadi bagian dari Pusat Unggulan Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan Universitas Lambung Mangkurat.  Tujuan dari Pusat Konsultasi KPH ini adalah:
1.    Memberikan konsultasi kepada Kepala KPH dalam operasionalisasi dan pengelolaan KPH,
2.    Melaksanakan pelatihan dalam rangka penyediaan sumber daya manusia yg dibutuhkan KPH,
3.    Menghimpun dan memberdayakan tenaga ahli untuk pengelolaan KPH.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Gatot Moeryanto, Senior Adviser for FMU development

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

23–24 January 2018. International Symposium on the Promotion of Deforestation-Free Global Supply Chains for Contributing to Halt Deforestation

Mita Hall, Tokyo, Japan

The objective of the event is to inform participants on the status of the implementation New York [2015] global zero deforestation commitments, to facilitate wider publication of good practices including by private sector...

Selengkapnya...


6-8 March 2018. Asia-Pacific Regional Workshop on Trans-boundary Biodiversity Conservation: Empowering Forestry Communities and Women in Sustainable Livelihood Development

Pontianak, West Kalimantan, Indonesia

This workshop is being organized by ITTO PD 617/11 Rev.4 (F): “Promoting Biodiversity Conservation in Betung Kerihun National Park (BKNP) as the Trans-Boundary Ecosystem between Indonesia and Sarawak State of...

Selengkapnya...

Kumpulan acara...