Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany
Pada tanggal 15 November, Tim Studi Gender yang terdiri dari dua konsultan dan 8 ahli gender yang baru dilatih, mempresentasikan hasil Studi Gender dalam Masyarakat Berbasis Hutan. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah, sektor swasta dan lembaga non-pemerintah, serta peneliti di Samarinda, Kalimantan Timur.

Secara umum, temuan dari studi tersebut meliputi: (1) Pengarusutamaan gender di sektor kehutanan masih dianggap sebagai "isu perempuan", (2) Peraturan dan pedoman tentang pengarusutamaan gender baru ada di atas kertas, namun belum dilaksanakan, (3) Indikator pemberdayaan gender berkualitas rendah dibandingkan dengan indikator Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Timur, (4) Kurangnya koordinasi antar sektor untuk isu-isu lintas sektoral.

Program Pemerintah Jerman dan Indonesia mengenai Hutan dan Perubahan Iklim (FORCLIME) telah melakukan penelitian tentang isu gender di sektor kehutanan dan bagaimana mengintegrasikan isu gender ke dalam kegiatan FORCLIME, terutama dalam pelaksanaan kegiatan lapangan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Kajian ini juga diharapkan dapat memberi masukan terhadap kegiatan terkait gender di GTZ Indonesia. Hasil studi diharapkan akan memberikan konsep gender bagi FORCLIME yang selaras dengan strategi gender secara keseluruhan di GTZ, kebijakan mengenai gender di Indonesia dan akan memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan secara keseluruhan serta hasil dari program FORCLIME.

Sebagai bagian dari studi suatu kursus pelatihan tentang isu-isu gender dan metode penilaian partisipatif telah dilakukan dan keterampilan yang baru diperoleh telah diterapkan dalam kajian singkat mengenai peran spesifik gender dan kebutuhan dalam masyarakat berbasis hutan di Kapuas Hulu.

Laporan akhir kajian ini diharapkan selesai pada pertengahan Desember 2010.

Berita

Kumpulan berita...