Cooperation - Republic of Indonesia and Federal Republic of Germany

Kabupaten Kapuas Hulu berpartisipasi dalam inisiatif yurisdiksi rantai pasokan berkelanjutan

Kick off Deforestation free value chains

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat didukung oleh GIZ yang mewakili Kementerian Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) meluncurkan inisiatif baru mengenai pengembangan rantai pasokan komoditas pertanian berkelanjutan secara yurisdiksi di kabupaten pada tanggal 22 Februari di Kapuas Hulu. Tujuan dari kegiatan adalah untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko penting terkait dengan keberlanjutan di Kapuas Hulu. Rantai pasokan yang berkelanjutan memastikan bahwa di daerah yang telah ditentukan untuk menghasilkan komoditas pertanian berkelanjutan tidak berpengaruh negatif terhadap hutan dan ekosistem berharga lainnya, baik dalam skala maupun dalam kualitas.

Dalam acara pembukaan, Asisten 3 Pemda Kabupaten Kapuas Hulu, bapak M. Yusuf, menyatakan: "Kami berharap inisiatif rantai pasokan berkelanjutan ini dapat meningkatkan kapasitas pemerintah lokal dan masyarakat lokal dan untuk mempromosikan produk-produk dari Kapuas Hulu dan kemudahan akses ke pasar internasional".

Inisiatif ini didukung oleh program dukungan GIZ mengenai rantai pasokan dan standar pertanian berkelanjutan bekerja sama dengan Program Hutan dan Perubahan Iklim (FORCLIME) yang telah memiliki hubungan kerja sama lebih dari delapan tahun dengan Pemda Kabupaten Kapuas Hulu.

Bersamaan dengan pembukaan lokakarya ini, diluncurkan pula Meja Resolusi Konflik (conflict resolution desk) Kabupaten Kapuas Hulu. Dinas Pemberdayakan Masyarakat dan Desa berfungsi sebagai sekretariat. Selama periode beberapa bulan, 24 petugas Meja Resolusi Konflik akan diberi pelatihan terkait dengan resolusi konflik oleh GIZ dan LSM Working Group Tenure (WG-T). Pelatihan ini merupakan salah satu bagian dari inisiatif yurisdiksi rantai pasokan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Georg Buchholz, Direktur Program FORCLIME

FORCLIME luncurkan publikasi: monitoring menggunakan metoda Most Significant Change

MSC book Ind

Program-program pembangunan yang ada saat ini mengarah pada “orientasi terhadap dampak”, mulai dari perencanaan hingga evalusianya. Orientasi ini bertujuan agar program pembangunan menjadi lebih efektif dan transparan. Terlebih lagi, kejra sama internasional juga sebagai alat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) yang ditetapkan PBB, yang hasilnya diharapkan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.  Untuk itu FORCLIME Modul Kerja Sama Teknis melakukan kajian monitoring dengan menggunakan metode Perubahan Paling Signifikan (Most Significant Change - MSC). Teknik ini adalah bentuk M&E kualitatif dan partisipatif yang didasarkan pada pengumpulan cerita, pemilihan cerita secara sistematis dan analisis cerita-cerita perubahan penting dalam kehidupan seseorang atau sekelompok orang sebagai hasil dari kegiatan-kegiatan pembangunan.

Kisah-kisah dari hasil MSC dikumpulkan dalam buku: Potret Perubahan FORCLIME. Pemantauan Dampak Program Hutan dan Perubahan Iklim (FORCLIME), Modul Kerja Sama Teknis.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Georg Buchholz, Direktur Program FORCLIME.

Bupati Kapuas Hulu sahkan referensi tingkat emisi kabupaten (FREL)

TechnicalMeeting Oct2015 copy

Bupati Kapuas Hulu mengesahkan referensi tingkat emisi kabupaten (Forest Reference Emission Level - FREL) pada bulan Desember 2016 melalui SK Bupati No. 620/2016, dengan jumlah 3,42 MtCO2e/tahun yang merupakan rata-rata emisi tahunan Kapuas Hulu dari deforestasi dan degradasi hutan periode 1990-2012.

Sejak 2013, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, telah didukung oleh FORCLIME untuk mengembangkan FREL-nya. Kabupaten Kapuas Hulu telah membentuk Tim Pemantauan, Pelaporan dan Evaluasi (Monitoring, Reporting, Verification - MRV) pada tahun 2014, yang anggotanya terdiri dari berbagai lembaga pemerintah daerah, LSM serta FORCLIME. Selama dua tahun, tim ini telah bekerja secara terus menerus menyusun dan menyempurnakan pendekatan, metodologi dan data terkait dengan penghitungan FREL. Selain itu, tim ini juga bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis perhitungan FREL serta pelaporannya. Metodologi yang dipakai mengikuti pendekatan penyusunan FREL nasional.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Stephanie Wegscheider, Development Advisor, GIS dan Remote Sensing

Berita

Kumpulan berita...

Acara Mendatang

21 March 2017. International Day of Forests

The International Day of Forests is a day to raise awareness of the importance of all types of forests, and trees outside forests, for the benefit of current and future generations. Activities that take place in support of this day include...

Selengkapnya...


22 March 2017 World Water Day

With the goal of raising awareness in governments and organization of the need to develop the policies needed to ensure that sustainable water and energy are secured for the many and not just the few, World Water Day, observed on 22 March, was...

Selengkapnya...

Kumpulan acara...