Modul Kerjasama Keuangan (FC) akan membantu Unit Pengelola Program Nasional (NPMU) dalam mengembangkan suatu mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan untuk kegiatan percontohan (DA) dan mekanisme terinci tentang distribusi pembayaran karbon. Dengan demikian, semua aspek yang berkaitan dengan hukum (seperti kepemilikan dan, jika berlaku, pemanfaatan kredit karbon) akan dipertimbangkan dengan bantuan konsultan. Koordinasi yang efisien dengan bantuan donor lain akan dipastikan.

Investasi untuk Kesiapan di Tingkat Kabupaten

Langkah-langkah yang diambil di tingkat kabupaten akan memungkinkan kabupaten tersebut untuk berpartisipasi dalam upaya negara mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan menuju suatu mekanisme REDD dimasa yang akan datang dibawah UNFCCC sebagai satu pilihan yang memungkinkan. Langkah-langkah berikut akan didukung oleh FC:

  • Penetapan tingkat acuan emisi (REL) tingkat kabupaten yang konsisten dengan tingkat nasional: Kegiatan dalam kategori ini bertujuan awal untuk pembentukan historis REL tingkat kabupaten untuk deforestasi dan degradasi hutan berdasarkan citra satelit, data inventaris kehutanan yang tersedia, data ilmiah dan nilai-nilai utama dari Intergovernmental Panel in Climate Change (IPCC). Apabila REL nasional membolehkan integrasi kondisi kabupaten yang spesifik, maka REL historis mungkin dapat diganti/dilengkapi dengan REL proyeksi kabupaten. Penetapan REL kabupaten akan direncanakan dan dibantu oleh FC dan dikoordinasikan dengan Kerjasama Teknis (TC). Jika sesuai dan memungkinkan, pelelangan gabungan dengan donor lain untuk pembentukan REL bersama akan dilakukan.
  • Pembentukan suatu sistem pemantauan tingkat kabupaten untuk mengukur emisi karbon dari deforestasi dan degradasi hutan: kegiatan-kegiatan dalam kategori ini terdiri dari investasi dan pelatihan untuk membentuk suatu sistem pemantauan tingkat kabupaten didalam lembaga daerah yang bertanggungjawab. Termasuk dalam kegiatan ini adalah pembentukan peta area hutan rujukan kabupaten (menggunakan pendekatan pemetaan total) melalui perolehan dan analisis gambaran penginderaan jauh dan validasi lapangan (groundtruthing). Selanjutnya, inventaris (karbon) hutan akan dibuat untuk mengestimasi stok karbon di berbagai ekosistem hutan yang berbeda agar dapat dilakukan estimasi emisi karbon dari deforestasi dan degradasi hutan. Inventaris hutan (karbon) akan dilengkapi dengan beberapa studi untuk menghitung jumlah biomassa dan karbon yang tersimpan di beberapa jenis tutupan lahan non-hutan. Inventarisasi (karbon) hutan akan dibangun berdasarkan atas inventarisasi hutan nasional yang ada, jika memungkinkan. Konsep pemantauan akan ditetapkan dalam enam bulan pertama, dengan mengintegrasikan pula pengalaman-pengalaman dari para pemangku kepentingan lainnya termasuk LSM. Berdasarkan konsep tersebut, pembuatan kontrak kerja untuk kegiatan pemantauan dan verifikasi dengan pihak ketiga dapat dilakukan.
  • Lebih lanjut, diperkirakan bahwa sistem pemantauan tersebut akan dihubungkan dengan lembaga kabupaten yang bertanggungjawab untuk perencanaan tata ruang agar bertindak sebagai sistem pendukung pembuatan keputusan bagi perencanaan tata ruang yang peka karbon.